Prinsip Customer-based Marketing untuk Meraih Keuntungan di Bisnis Online

Setiap pelaku bisnis pasti ingin untung. Apes-apesnya, tak apa tidak untung asalkan bisnis dikenal oleh customer. Sebelum sebuah iklan atau campaign disebarluaskan sedemikian rupa, Anda tentu melakukan beberapa...

2166 0
2166 0
Customer based Marketing

Setiap pelaku bisnis pasti ingin untung. Apes-apesnya, tak apa tidak untung asalkan bisnis dikenal oleh customer. Sebelum sebuah iklan atau campaign disebarluaskan sedemikian rupa, Anda tentu melakukan beberapa hal ini:

  • Merancang content marketing yang sempurna, 
  • Mempertimbangkan untuk membuat campaign luar biasa, hingga 
  • Merencanakan video campaign yang menohok customer

Semua itu dilakukan untuk mencapai digital campaign yang efektif dan sampai ke customer bisnis. Sayangnya, hal tersebut sering berbuah pahit. Semua itu sudah diterapkan, tetapi campaign tidak direspons” dengan apik oleh customer

Supaya campaign berjalan lancar seperti ilustrasi di atas, terapkan prinsip customer based marketing, yaitu:

 

Identifikasi Customer Pain Point

Awali dengan penderitaan” customer. Seluruh informasi atau campaign bertujuan untuk solving problem. Setiap campaign tidak hanya untuk menggaet pembeli. Akan lebih efektif, Anda menjadi pahlawan” bagi customer terlebih dulu. 

Caranya? Bantu mereka menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. 

Cara ini termasuk upaya untuk menemukan value propositions atau keunggulan produk Anda dibanding dengan kompetitor. Selain Anda mampu membuat campaign yang mengena, proses pemasaran pun akan semakin menguatkan kedudukan Anda di market. 

Alur value propositions customer (sites.google.com/a/wcastl.org/the-westminster-school-of-business-and-communication/introductiontobusiness/valueproposition) 

(BACA JUGA: Mengungkap Keunikan Bisnis dengan Value Proposition)

 

Berhenti jualan!

Customer akan merasa jengah bila mereka selalu dijejali dengan beragam iklan. Mulai iklan televisi, media online, dan media luring. Iklan yang bersifat cold calling seringkali di-reject oleh customer

Kritik terhadap cold calling yang seringkali mendapat penolakan dari customer (en.wikipedia.org/wiki/Cold_calling)

Sebaliknya, para customer sebenarnya menginginkan beragam informasi yang membuatnya

  • menjadi smart buyer 
  • memiliki informasi lengkap mengenai produk atau layanan Anda
  • mengetahui perbedaan antara bisnis Anda dan kompetitor

Ketiga hal tersebut perlu dipenuhi terlebih dulu supaya customer tidak merasa dimanfaatkan” layaknya sapi perah. Customer based marketing fokus terhadap hubungan jangka panjang antara customer dengan bisnis (merek) Anda. Ia tidak terkonversi menjadi pembeli di hari ini, tetapi ia berpotensi menjadi core customer (menarik customer lain untuk membeli produk Anda).

 

Bergabunglah di dalam komunitas segmen bisnis

Supaya seluruh informasi relevan dengan segmentasi bisnis, buat seluruh content marketing berdasarkan obrolan di forum-forum online“. Di sini, tidak harus forum mengenai niche bisnis Anda. Gunakan beragam channel media sosial untuk mengetahui apa saja masalah dan ekspektasi customer Anda. Misalnya:

  • Facebook page atau group
  • Grup Telegram atau WhatsApp
  • Twitter, atau bahkan 
  • Instagram

Selain menjadi silent reader di channel tadi, Anda pun harus terlihat. Buat atau bagikan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka. Alasannya?

Data mengenai social selling yang perlu Anda pertimbangkan (demoduck.com)

Era digital reference mendorong setiap pemasar daring menjadi sumber informasi. Persaingan antar bisnis akan menciptakan keraguan bagi customer. Alhasil, customer membutuhkan informasi yang tepercaya sebagai pedoman sebelum mengambil keputusan.  

 

Fokus pada value, bukan revenue” semata

Revenue adalah tujuan campaign digital. Namun, bukan berarti demi revenue Anda menghalalkan segala cara. Setiap customer menginginkan hal terbaik pada sesuatu yang akan ia beli. Selaras dengan hal tersebut, Anda pun harus menjadi bisnis yang diekspektasikan seperti itu. 

Deksripsi mengenai betapa pentingnya value dibanding revenue (demoduck.com)

Untuk membangun bisnis seperti demikian, mulai dengan proses re-branding. Secara teknis, proses ini akan memerlukan 3 tahap:

Tahap membangun brand value (financialsamurai.com/how-to-build-a-stronger-brand-for-your-business-blog-and-career)

(BACA JUGA: Brand Value: Cara Marketing Online agar Harga Jual Tetap Tinggi)

Setidaknya, diperlukan upaya dari segala divisi untuk menciptakan brand. Hal pertama yang perlu dibenahi terkait hal ini yaitu soal mindset. Berhenti berpikir bahwa digital advertising dipergunakan untuk menjual produk”. Customer based marketing menjadikan customer” sebagai aktor utama”. Penuhi apa pun kebutuhan mereka (dari sisi informasi). Apabila segmentasi Anda sudah tepat, ia akan melakukan pembelian dengan sendirinya. 

 

 

Source:

https://www.pexels.com/

https://demoduck.com/blog/5-steps-to-customer-based-marketing/

In this article

Join the Conversation