Google AMP Stories: Tumbangnya Brand-Brand Ternama Akibat Abai dengan Teknologi AMP

Apa itu AMP? Accelerated Mobile Pages (AMP) diluncurkan oleh Google pada bulan Februari 2016 dengan tujuan menempatkan kinerja seluler dalam lingkup web. AMP memberdayakan lebih dari dua miliar...

92 0
92 0
Google AMP Stories

Apa itu AMP? Accelerated Mobile Pages (AMP) diluncurkan oleh Google pada bulan Februari 2016 dengan tujuan menempatkan kinerja seluler dalam lingkup web. AMP memberdayakan lebih dari dua miliar laman seluler dan 900.000 domain berbeda. Halaman dengan AMP sekarang memuat dua kali lebih cepat daripada halaman tanpa menambahkan elemen AMP. AMP juga memiliki fitur tambahan bernama AMP Stories. 

Apa itu AMP Stories?

Fitur AMP Stories Google memungkinkan publisher untuk membuat konten yang sangat mirip dengan Instagram Stories, yang dirancang dengan mempertimbangkan situs web seluler. Bedanya, konten yang dibuat dengan AMP tidak ditambahkan ke aplikasi. Melainkan ditempatkan tepat di halaman hasil pencarian. 

Menurut data Statista, pengguna ponsel sekarang menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi daripada di situs web, tepatnya 77% waktu mereka. AMP adalah proyek yang bertujuan untuk menanggapi fenomena ini.

Waktu yang dihabiskan pengguna perangkat mobile (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 

Dengan AMP, muatan konten sangat cepat, yang membantu menjaga pengguna seluler di laman tersebut dan menonaktifkan aplikasi mereka. Dibandingkan hasil search engine biasa, pengguna menerima story yang dapat digeser dan mudah dinavigasi. UX-nya hampir mirip seperti aplikasi kencan, Tinder.

Tampilan UX AMP Stories (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 

Selain pemuatan dengan kecepatan kilat, AMP Stories juga dapat dibagikan dengan cara yang sama seperti artikel berita dibagikan.

Cara kerja AMP

Saat ini, JavaScript dapat digunakan di hampir semua halaman web untuk menambahkan fitur tertentu. Namun di saat yang sama juga memperlambat pemuatan dan rendering halaman. Dan karena kecepatan halaman sangat penting, hal ini adalah masalah yang perlu hindari. 

AMP hanya mengizinkan asynchronous JavaScript berjalan di halaman, artinya kode JavaScript tidak akan memblokir kode lain yang ada di situs Anda.

Cara kerja AMP (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 

JavaScript yang ditulis oleh webmaster berstatus forbidden di AMP Stories, dan halaman interaktif hanya boleh berisi elemen AMP khusus. Elemen khusus dapat terdiri dari JavaScript, tetapi harus dirancang secara khusus untuk memastikan tidak menyebabkan batasan apa pun pada kinerja keseluruhan laman. JavaScript pihak ketiga juga diizinkan dengan AMP, tetapi tidak dapat memblokir perenderan laman.

AMP vs. non-AMP (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 

AMP juga tidak mengizinkan segala jenis mekanisme ekstensi untuk memblokir perenderan laman, tetapi AMP dapat digunakan untuk sematan Instagram, tweet, atau lightbox. Karena itu, pengguna dapat menggesek melalui konten yang dioptimalkan untuk seluler di halaman AMP tanpa mengalami gangguan. 

Mengapa Anda harus menggunakan AMP Stories?

Alasan pertama yakni mungkin saja kompetitor Anda telah menggunakan AMP lebih dulu. Jika tidak mengejar, Anda akan kalah. Kalaupun kompetitor belum menggunakan AMP, ini adalah kesempatan Anda untuk menjadi yang pertama. Selain itu, fitur AMP dapat membantu Anda bercerita. Kenapa harus bercerita? 

  • Storytelling is powerful. Penelitian membuktikan bahwa setidaknya 100.500 kata-kata digital dikonsumsi oleh warga AS rata-rata dalam satu hari, sementara 92% konsumen ingin melihat dan membaca iklan yang terasa seperti cerita. Faktanya, orang-orang melihat AMP Stories lebih lama daripada melihat alternatif tradisional.
Konsumsi kata masyarakat AS per hari (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 
  • Hal ini bisa jadi karena waktu pemuatan yang lebih cepat mempermudah untuk melihat lebih banyak konten untuk jangka waktu yang lebih lama. AMP memungkinkan Anda menceritakan kisah dengan cara yang kuat, cepat, dan unik. Dan ketika Anda mampu melakukan itu, Anda akan dapat menjangkau pemirsa Anda secara efektif.
  • Pentingnya kecepatan halaman. Laman yang memerlukan waktu lama untuk dimuat dapat “membunuh” konversi Anda.
Conversion rate vs. load time (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 
  • Untungnya, halaman AMP memuat sekitar dua kali lebih cepat dari halaman seluler biasa:
Kecepatan AMP dibanding situs biasa (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 
  • Dengan waktu pemuatan cepat, pelanggan akan bisa mendapatkan konten lebih cepat daripada sebelumnya. Kemungkinan peningkatan bounce sebesar 32% jika halaman seluler membutuhkan waktu selama tiga detik untuk dimuat. Sedangkan waktu muat lima detik, kemungkinan bouncing meningkat hingga 90%.
Bounce rate berdasarkan lama waktu muat situs (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 
  • Karena waktu pemuatan cepat yang disediakan oleh AMP, pengguna akan lebih cenderung untuk terus melakukan penelusuran dan membeli dari situs Anda.
  • Manfaatkan desain kreatif. Halaman AMP memungkinkan Anda menambahkan elemen kreatif yang akan meningkatkan kinerja konten. Jangan takut untuk menambahkan formulir, tombol, video, gambar, opsi belanja, atau link AMP Atories Anda. Situs akan terlihat jauh lebih ramping dan fungsional, sehingga memberi banyak peluang untuk menarik, melibatkan, dan menahan perhatian audiens.
Contoh homepage AMP (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/) 
  • AMP membantu kinerja SEO. AMP memberi situs Anda dorongan visibilitas yang besar. Mulai sekarang, laman dengan protokol AMP tidak akan meningkatkan otoritas laman atau otoritas domain situs Anda. Hal ini memberikan halaman kesempatan untuk ditampilkan di AMP carousel yang muncul di atas hasil pencarian Google.
AMP carousel (https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/)

 

 

 

 


Source:
https://neilpatel.com/blog/google-amp-stories/
https://unsplash.com/

In this article

Join the Conversation