Tips Mengoptimasi Google Images untuk Meningkatkan Penjualan E-commerce

Bagi para profesional SEO, memunculkan website pada halaman pertama hasil pencarian Google merupakan salah satu tujuan utama mereka. Jika mampu mewujudkan ini maka hampir bisa dipastikan traffic menuju...

334 0
334 0
Tips Optimasi Google Image

Bagi para profesional SEO, memunculkan website pada halaman pertama hasil pencarian Google merupakan salah satu tujuan utama mereka. Jika mampu mewujudkan ini maka hampir bisa dipastikan traffic menuju website akan meningkat.

Contoh Google Images (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/) 

Satu algoritma terbaru Google berkaitan dengan penelusuran gambar, di mana halaman utama hasil penelusuran dibuat lebih besar untuk memuat gambar secara langsung. Peluang ini tak boleh dilewatkan oleh para pemilik situs e-commerce karena dapat meningkatkan traffic juga kemungkinan konversi. Lalu, bagaimana cara memaksimalkan Google Images tersebut? 

Optimalkan nama file dan alt tag

Ketika Google menjelajahi situs Anda, semua bergantung pada kode situs untuk memberi tahu apakah ada gambar di laman yang berkontribusi pada keseluruhan nilai laman. Jadi, ketika mengoptimalkan gambar Anda untuk SEO, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa produk di situs Anda memiliki nama file deskriptif dan alt tag. 

Berikut adalah contoh sederhana dari nama file deskriptif dan nondeskriptif:

Nama file deskriptif dan non-deskriptif (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/) 

Jika Google menjelajahi situs Anda dan melihat serangkaian angka yang diikuti oleh .jpg, Google akan menyimpulkan adanya gambar. Tetapi dengan adanya kata kunci yang ditambahkan, Google dapat secara akurat menilai isi gambar dan peringkat yang sesuai. Selain nama file, alt tag juga perlu Anda perhatikan untuk memaksimalkan kinerjanya, misal seperti ini:

Pengaturan alt tag (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/) 

Gunakan gambar unik

Karena trik kali ini memang bertujuan untuk memaksimalkan fitur berkaitan dengan gambar, maka materi gambari itu sendiri menjadi cukup penting. Membuat dan menggunakan citra yang relevan akan membantu menarik pengguna pencarian Google Images dan meyakinkan mereka untuk mengklik ke situs Anda. 

Misal, jika Anda mencari pengacara online di wilayah sekitar dan hasil pencarian hanya menampilkan sesuatu seperti ini:

Gambar kurang menarik (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/) 

Kemungkinan Anda mengklik gambar tersebut sangatlah kecil. Kenapa? Karena gambarnya sangat biasa, tidak unik, tidak menarik. Jadi, gunakan gambar yang relevan dan menarik untuk setiap halaman di situs Anda, terutama untuk halaman produk Anda. Bahkan jika Anda harus berinvestasi dengan fotografer profesional, usaha dan uangnya bisa sepadan. 

Pengaruh gambar yang dikirimkan pengguna

Pengguna internet rata-rata sangat skeptis. Itulah sebabnya begitu banyak merek kini beralih ke bukti sosial sebagai sarana untuk meningkatkan keterlibatan pemirsa dan mendorong penjualan di situs e-commerce mereka. 

Bukti sosial adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan pada merek Anda dan meningkatkan konversi. Biasanya, jenis bukti ini datang dalam bentuk testimonial atau studi kasus yang memanfaatkan merek dengan berbagai cara di situs mereka.

Contoh bukti sosial (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/) 

Kuncinya yakni gambar harus asli dan benar-benar dibuat oleh pengguna. Anda juga perlu memastikan untuk mengintegrasikan gambar buatan pengguna di halaman yang benar. Selain itu, pastikan bahwa Anda tidak melanggar hukum terkait gambar yang dipajang di situs. 

Kurangi waktu load gambar

Gambar yang dapat dimuat dengan cepat adalah salah satu pilar SEO. Studi terbaru menunjukkan bahwa gambar di website biasanya merupakan elemen terbesar yang perlu dimuat oleh pengguna.

Rata-rata waktu muat gambar (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/) 

Jadi, ketika Anda mengoptimalkan gambar pada halaman produk, ada kemungkinan besar bahwa gambar yang digunakan memperlambat situs. Selain itu, bounce rate cenderung tinggi dengan waktu pemuatan yang lebih lama, Google melihat ukuran gambar sebagai faktor SEO yang signifikan. 

Biasanya orang akan melakukan trik dengan memperkecil ukuran gambar, atau mengurangi kualitas piksel. Namun Anda harus berhati-hati dengan strategi ini karena pengguna selalu menginginkan kualitas terbaik. Untuk mengatasi masalah ini, gunakan beberapa tool bantuan yang dapat memperkecil ukuran gambar namun tetap mempertahankan kualitasnya. Misal TinyJPG atau ImageOptim.

Contoh hasil kompres gambar (https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/)

Bagaimana, sudah siap muncul pada hasil Google Images? Selamat mencoba!

 

 

 

 


Source:
https://neilpatel.com/blog/google-images-to-drive-ecommerce-sales/
https://unsplash.com/

In this article

Join the Conversation