16 Panduan Menentukan Nama Startup Baru

Bisnis startup memang menjanjikan peluang dan tantangan tersendiri. Misal masalah ide. Ide ibarat garis start di mana bisnis dimulai. Selain ide, ada satu lagi aspek yang sangat penting...

180 0
180 0
Panduan Menentukan Nama Startup

Bisnis startup memang menjanjikan peluang dan tantangan tersendiri. Misal masalah ide. Ide ibarat garis start di mana bisnis dimulai. Selain ide, ada satu lagi aspek yang sangat penting dalam bisnis startup namun kerap diremehkan, yakni masalah nama. Terdengar sepele, tapi nama startup ini akan mencerminkan citra perusahaan Anda selama bertahun-tahun ke depan.

Anda akan menyesal jika tidak memikirkan konsep nama ini dengan benar-benar matang. Kenapa? Jika suatu saat nanti ternyata nama startup kurang sesuai, butuh upaya ekstra keras untuk mengganti nama dan membangun ulang citra brand. Agar tak menyesal, gunakan 16 panduan berikut untuk menentukan nama startup.

  1. Buat nama yang singkat. Anda pasti sudah tak asing dengan nama-nama brand raksasa seperti Apple, Nike, atau Walmart. Semuanya sangat singkat. Sebuah penelitian dilakukan oleh broker asuransi UK menemukan bahwa panjang rata-rata nama perusahaan di wilayah mereka yakni 22 karakter. Nama yang singkat lebih mudah diingat konsumen.
Panjang nama startup ideal (https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/) 
  1. Pastikan nama startup mudah dieja. Berkaitan dengan poin sebelumnya, selain diingat, nama startup harus mudah dieja. Katakanlah Anda mendengar sebuah iklan di radio, Anda tertarik untuk membeli produknya di website, namun tak tahu bagaimana ejaan nama brand tadi. Ini bisa jadi masalah.
  1. Jangan membatasi pertumbuhan bisnis. Anda memang harus punya fokus dan target spesifik, tapi jangan terlalu spesifik. Misal, Anda memiliki ide untuk menjual celana jeans pria, kemudian membangun startup dengan nama “Jeans for Men”. Sepertinya bagus, setidaknya untuk sementara. Namun, bagaimana jika suatu saat nanti Anda ingin mengembangkan bisnis dengan membuat produk baju, topi, celana pendek, dll?
  1. Periksa ketersediaan nama domain. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan domain .com karena inilah yang paling umum bagi konsumen. Untuk ketersediaan nama domain itu sendiri, Anda bisa memanfaatkan tool seperti GoDaddy.
GoDaddy (https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/)
  1. Jadilah brand yang original. Misal Anda memberi nama startup “Toko Anugrah”, berapa puluh toko yang memiliki nama serupa? Anda harus bisa menemukan nama startup yang unik, mudah diingat, dan berbeda dari yang lain.
  1. Coba ucapkan dengan keras. Nama startup tak hanya harus bagus di atas kertas. Coba ucapkan dengan keras dan pastikan tidak memengaruhi ejaan atau terdengar seperti kata yang berbeda.
  1. Minta feedback. Meskipun keputusan akhir ada di tangan Anda, tak harus sendiri dalam proses kreatifnya. Coba diskusikan dengan tim, persempit alternatif nama startup (misal dari 10 menjadi 5). Kemudian minta pendapat orang-orang di sekitar Anda.
  1. Riset profil media sosial. Proses ini mirip seperti pencarian domain tadi. Tujuannya agar brand dapat konsisten di semua platform media sosial. Contohnya Thule, ini halaman Facebook-nya:
Facebook page Thule (https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/) 
  • Dan ini akun Instagram-nya:
Akun Instagram Thule (https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/) 
  1. Ciptakan kesan menarik. Nama brand harus beresonansi dengan konsumen. Anda harus berorientasi ke masa depan. Upayakan agar nama brand terkesan menarik dan kuat ketika meluncurkan campaign di masa depan. Coba minta feedback untuk masalah ini.
  1. Periksa catatan negara. Dalam membangun sebuah bisnis, Anda juga nantinya akan memerlukan izin pemerintah. Pastikan nama brand belum terdaftar agar lebih mudah mengurus berkas perizinannya.
  1. Lakukan riset trademark. Jangan sampai orang lain mencuri brand Anda. Coba manfaatkan situs seperti USPTO.gov untuk mengatasi masalah ini.
Riset trademark (https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/) 
  1. Pastikan nama tetap relevan. Nama startup memang tak boleh membatasi pertumbuhan bisnis itu sendiri. Namun, bukan berarti Anda boleh memberi nama sesuka hati. Upayakan agar nama tetap relevan dengan produk yang akan dijual.
  1. Ingat logo. Skema warna yang berbeda dapat memengaruhi penjualan karena visual diproses lebih cepat daripada kata-kata. Konsumen cenderung mengingat sebuah nama jika logonya mudah diingat. Misal, lihat logo Nike.
  1. Manfaatkan tool brainstorming. Gunakan tool seperti NameMesh untuk menghasilkan nama domain yang unik. Atau gunakan Namium untuk memilih nama berdasarkan tema tertentu. Tapi saya sarankan untuk menggunakan Shopify. Kenapa? Generator nama bisnis ini membantu Anda mendapatkan ide sekaligus memeriksa ketersediaan domain secara bersamaan. Lebih praktis.
Shopify (https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/) 
  1. Jangan pikirkan terlalu berat. Nama memang penting, tapi jangan sampai menghambat proses pembangunan bisnis. Coba buat checklist berisi ide nama, ketersediaan domain, media sosial, feedback, hingga trademark. Eksekusi satu per satu, perlahan tapi pasti.
  1. Anda harus menyukainya. Nama startup akan menjadi sesuatu yang Anda dengar, katakan, tulis, dan pikirkan sepanjang waktu. Jika Anda tidak suka nama itu, jangan gunakan. Jangan sampai bosan mendengar nama startup Anda sendiri. Jika Anda sendiri tidak suka, bagaimana dengan konsumen?

 

 

 

 

 


Source:
https://www.quicksprout.com/2018/07/02/16-tips-for-naming-your-startup/
https://www.pexels.com/

In this article

Join the Conversation