Cara Konversi Artikel Blog ke Format Video yang Mudah Tanpa Belajar Edit Video

Video memang salah satu format konten paling efektif sebagai media campaign hingga mendorong konversi. Masalahnya, tidak semua orang (pelaku bisnis) memiliki kemampuan untuk menciptakan konten video. Umumnya memang...

146 0
146 0
Cara Membuat Video dari Blogpost

Video memang salah satu format konten paling efektif sebagai media campaign hingga mendorong konversi. Masalahnya, tidak semua orang (pelaku bisnis) memiliki kemampuan untuk menciptakan konten video. Umumnya memang membutuhkan latihan khusus. 

Namun tenang, Anda tak perlu mengambil kursus video editing untuk masalah satu ini. Kali ini saya akan bagikan trik-trik untuk mengubah artikel blog menjadi format video. Penasaran? Mari kita pelajari bersama. 

Segmentasikan posting blog untuk scripting

Langkah pertama yakni dengan mengubah posting menjadi sebuah skrip. Namun, jangan merekam seluruh posting blog kata demi kata karena video yang dihasilkan akan membosankan. Sebaliknya, coba garis bawahi elemen-elemen pentingnya saja. 

Tulis skrip dengan cara membagi konten menjadi segmen pendek. Alasannya, merekam segmen pendek lebih mudah daripada merekam narasi panjang. Misalnya, cukup sertakan judul, konsep kunci, kutipan, ditambah satu atau dua detail pendukung yang akan membantu audiens memahami konten. Setelah skrip tersegmentasi diciptakan, Anda dapat memilih untuk merekam sendiri menggunakan kamera atau membuat slideshow gambar dan teks.

Membuat video menggunakan kamera

Ketika membuat video, Anda dapat merekam seluruh skrip dalam satu kali take. Tapi, pastikan untuk memberikan jeda antarsegmen yang telah dibuat sebelumnya. Tujuannya agar lebih mudah memotong setiap segmen dalam aplikasi video editor. Coba berikan jeda 3 hingga 5 detik di antara setiap segmen seperti: 

  • Judul posting blog
  • Poin-poin kunci yang sejajar kira-kira dengan posting blog sub-judul
  • Konsep atau takeaways yang menurut Anda akan sangat menarik bagi audiens Anda
  • Kutipan atau detail dari salinan isi

Setelah perekaman selesai, gabungkan beberapa segmen tersebut menjadi satu video. Coba unggah video Anda ke aplikasi video editor seperti iMovie (bagi pengguna Mac, iPhone, atau iPad) karena aplikasi ini cukup mudah digunakan. Bagi pengguna Windows, HitFilm Express adalah editor video gratis yang cukup bagus dan kompatibel dengan komputer Windows maupun Mac. 

Baik iMovie dan HitFilm Express, teknik dasarnya kurang lebih sama, yakni membuat segmen video terlebih dahulu kemudian mengurutkannya sesuai keinginan di timeline video. Misal seperti ini:

Timeline (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Mulai mengedit dengan memecah segmen video menjadi klip. Untuk melakukan ini, bagi video sebelum dan sesudah setiap segmen:

Split Clip (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Berikut adalah visualisasi jeda antarsegmen agar dapat dengan mudah menentukan di mana harus mengklik dan menyisipkan split:

Jeda antarsegmen (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Sebuah garis akan muncul untuk menandai di mana Anda membuat split pertama. Sekarang buat split lagi di sisi lainnya:

Tampilan split pertama (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Selanjutnya, hapus video sebelum dan sesudah klip yang ingin Anda buat. Simpan klip sebagai file baru dengan nama deskriptif seperti “blog post name_intro”, ulang proses pembuatan klip untuk setiap segmen video. Setelah semua klip siap, buat projek film baru dan impor klip Anda ke dalamnya:

Impor klip (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Setelah klip diimpor, Anda dapat drag-and-drop klip ke timeline, di mana Anda dapat menempatkan setiap klip dalam urutan tertentu, menyisipkan transisi, slide judul, dan sebagainya:

Drag-and-drop klip sesuai urutan (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Untuk melihat preview hasilnya, klik tombol Play:

Preview video (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Jika sudah sesuai, ekspor video ke dalam format yang Anda inginkan dan video siap dirilis.

Kembangkan video slideshow

Membuat slideshow dengan gambar dan teks dari posting blog lebih cepat daripada merekam sendiri dan mengedit klip video. Salah satu tool yang dapat Anda manfaatkan yakni Adobe Spark, sebuah program gratis berbasis browser untuk membuat video hanya dalam hitungan menit.

Kuncinya adalah mengetahui apa yang ingin Anda katakan. Karena skrip sudah dirancang, mengubahnya menjadi video seharusnya relatif cepat dan mudah. Mulai dengan mendaftar di Adobe Spark dan buat projek baru. Kemudian klik lingkaran merah berlabel Video:

Fitur utama Adobe Spark (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Pilih template agar lebih mudah membuat video:

Template Adobe Spark (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Setelah itu, pilih jenis slide yang diinginkan (Video, Teks, Foto, atau Ikon):

Pilih jenis slide (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Tambahkan highlight dan skrip posting blog di slide:

Tambah highlight dan skrip (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Anda juga dapat mengubah warna dan musik tema slideshow dengan memilih opsi yang tersedia di kanan atas aplikasi. Pastikan juga untuk mengaktifkan opsi Remove Adobe Spark Branding sehingga video Anda tidak menampilkan brand aplikasi. Setelah selesai, ekspor atau download file:

Download file (https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/)

Terakhir, saatnya implementasi.

 

 

 

 

 


Source: 
https://www.socialmediaexaminer.com/blog-posts-into-videos-how-to-convert/
https://unsplash.com/

In this article

Join the Conversation