Panduan Monitoring Leads dengan UTM Parameter

Mendapatkan leads atau prospek baru memang menjadi salah satu tujuan dalam digital marketing. Banyak tool digital yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan traffic. Tapi, kendala yang dihadapi oleh para...

78 0
78 0
Monitoring Leads dengan UTM

Mendapatkan leads atau prospek baru memang menjadi salah satu tujuan dalam digital marketing. Banyak tool digital yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan traffic. Tapi, kendala yang dihadapi oleh para marketer saat ini yaitu mereka tidak tahu dari mana traffic dari kampanye digital tersebut berasal.

Tantangan utama para digital marketer (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Kebanyakan marketer menganggap bahwa lalu lintas tersebut berasal dari digital campaign yang mereka luncurkan. Meskipun kemungkinan benar, Anda tidak boleh hanya berasumsi. Satu-satunya cara untuk mengetahui dari mana lalu lintas ini berasal yakni lewat pengujian. Tujuannya yakni untuk mengetahui sumber leads sehingga para marketer dapat menerapkan strategi efektif dan efisien pada titik tersebut. 

Sebuah metode untuk me-monitoring leads yakni menggunakan UTM parameter. Bagaimana cara menerapkan UTM parameter ini? Berikut beberapa poinnya. 

Siapkan UTM parameter

Langkah pertama yakni mempersiapkan parameter itu sendiri. Caranya yakni dengan memanfaatkan opsi Campaign URL Builder pada fitur Google Analytics:

Campaign URL Builder (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Dari sini, Anda akan melihat petunjuk sederhana membuat link khusus untuk melacak leads. Google Analytics memiliki lima parameter potensial yang dapat Anda tambahkan ke setiap URL yang disesuaikan:

  • Campaign source
  • Campaign medium
  • Campaign name
  • Campaign term
  • Campaign content

Penerapan kelima parameter tersebut contohnya seperti ini:

Penerapan UTM parameter (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Setelah itu, Google Analytics akan secara otomatis membuat tautan link untuk Anda, contohnya seperti ini:

Pembuatan link UTM parameter (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Setelah link aktif, Anda hanya perlu copy-paste link tersebut pada peluncuran digital campaign dan Google Analytics akan melacak semua data dari setiap tautan. 

Penamaan UTM parameter

Di langkah pertama Anda telah mengatur UTM paramater, selanjutnya Anda perlu menyederhanakan URL-nya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kebingungan ketika Anda ingin menambahkan pengaturan tertentu. Usahakan untuk menggunakan huruf kecil saja karena tool ini peka terhadap huruf kecil dan kapital. Coba bandingkan ketiga URL berikut:

Perbandingan kesederhanaan URL (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Dari ketiganya dapat diprediksi bahwa URL paling sederhana dan mudah dibaca akan lebih menarik bagi pada audiens. 

Gunakan iklan banner

Bagi Anda yang membayar website lain sebagai media promosi melalui banner, membuat UTM parameter adalah kebutuhan mutlak di sini. Meningkatkan lalu lintas dan mendapatkan prospek baru memang tujuan utamanya. Dan, membayar website lain juga sah-sah saja untuk dilakukan. Berbekal data dari UTM parameter, Anda dapat menyaring website yang tidak efektif dari kampanye banner yang diluncurkan. Sehingga, akan lebih hemat dan efisien. 

Gunakan link khusus untuk strategi media sosial

Kampanye pemasaran media sosial sangat penting untuk strategi peningkatan leads. Menggunakan profil media sosial untuk mengarahkan lalu lintas ke situs Anda akan sangat membantu kesuksesan strategi tersebut. Lalu, bagaimana Anda tahu profil media sosial mana yang menghasilkan prospek terbanyak? Lewat UTM parameter. 

Sebagai contoh, sebuah studi kasus pengujian dilakukan oleh Neil Patel dengan mem-posting sebuah link pada dua platform media sosial, yang pertama yakni di Twitter:

Post Twitter (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/)

Dan berikut ini posting Neil Patel di Facebook:

Post Facebook (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Dengan konten yang sama, UTM parameter dapat mengukur platform mana yang menghasilkan leads lebih banyak. Sehingga, Anda dapat menerapkan strategi yang tepat pada platform tersebut. 

Jangan gunakan UTM parameter untuk menguji link di website Anda

Meskipun secara teknik hal ini dapat diterapkan, namun UTM parameter tidak boleh digunakan untuk internal linking di website Anda. Kenapa demikian? 

Mari kita lihat studi kasus lewat website Crazy Egg. Berikut adalah salah satu CTA di berandanya:

CTA website Crazy Egg (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Sederhana, kan? Tetapi ternyata itu bukan satu-satunya lokasi CTA ditempatkan. Terdapat beberapa CTA yang sama pada page yang berbeda:

CTA website Crazy Egg lainnya (https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/) 

Menggunakan UTM parameter secara internal hanya akan membuat kunjungan lain dalam data Google Analytics. Singkatnya, ini akan meningkatkan jumlah kunjungan situs Anda dan menyebabkan beberapa metrik lainnya menjadi tidak akurat. So, hindari ini.

 

 

 


Source:
https://www.quicksprout.com/2018/06/15/how-to-track-your-leads-with-utm-parameters/
https://www.pexels.com/
In this article

Join the Conversation