Shoppers Trick: Memahami Perilaku Mereka yang Haus akan Ide dan Inspirasi untuk Berbelanja

Untuk memperoleh informasi, saat ini orang lebih cenderung memanfaatkan fitur penelusuran, termasuk dalam hal berbelanja. Namun perlahan pola penelusuran ini mulai berubah seiring waktu. Misal ketika ingin mencari...

101 0
101 0

Untuk memperoleh informasi, saat ini orang lebih cenderung memanfaatkan fitur penelusuran, termasuk dalam hal berbelanja. Namun perlahan pola penelusuran ini mulai berubah seiring waktu. Misal ketika ingin mencari produk tertentu, orang cenderung melakukan penelusuran sebelum memutuskan produk apa yang harus dibeli. Semakin banyak orang yang haus akan ide dan inspirasi. 

Untuk lebih memahami perubahan pola penelusuran ini, sebuah riset telah dilakukan untuk menggali ke dalam data penelusuran Google. Riset dilakukan dengan tujuan utama untuk mengungkap alasan perubahan pola tersebut berdasarkan analisis data. Kepala Riset dan Wawasan Iklan Google, Sara Kleinberg menyimpulkan beberapa hasil dari riset tersebut. 

Mencari ide menggunakan “ide”

Apa maksudnya? Orang menggunakan mesin penelusuran untuk mencari ide. Dan secara harfiah mereka benar-benar menggunakan kata “ide” dalam proses pencarian tersebut, misalnya seperti ini:

  • Ide-ide Hari Raya Idul Fitri
  • Baby shower ideas
  • Ide hadiah ulang tahun
  • Ide merombak kamar mandi
  • Ide warna rambut
  • Ide dekorasi pernikahan
  • Ide menu berbuka puasa

    Pola penelusuran ide (https://www.thinkwithgoogle.com/consumer-insights/shopping-behavior-data-inspiration/)

Pola penelusuran ide dan inspirasi

Mayoritas orang melakukan penelusuran ketika mereka tahu mereka menginginkan sesuatu, tetapi tidak tahu persis:

  • Dari mana harus memulai
  • Tepatnya apa yang mereka butuhkan

Salah satu cara mewujudkannya yakni dengan menelusuri daftar belanjaan atau daftar periksa yang sudah ditentukan sebelumnya. Mengingat bahwa seseorang telah melalui proses pengambilan keputusan. Jadi, alih-alih memulai dari awal untuk merencanakan setiap aspek dari BBQ (misalnya), mereka akan lebih memilih mencari “daftar belanja BBQ”.

Contoh lain misalnya ketika orang mencari tahu busana apa yang harus dipakai. Orang-orang mencari ide-ide pakaian dengan beberapa kata kunci, seperti:

  • Pakaian untuk sekolah
  • Pakaian lucu
  • Pakaian wawancara
  • Pakaian yang cocok untuk pasangan
Ide hadiah anak (https://www.google.co.id/)

Atau bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus (misalnya, perlu membeli hadiah untuk keponakan berusia 8 tahun). Namun belum pernah melakukan pembelian seperti itu sebelumnya dan tidak memiliki anak seusia itu. Jadi, orang akan cenderung menggunakan keyword penelusuran semacam “ide hadiah untuk anak berusia 8 tahun”.

Kenapa bisa demikian?

Pada dasarnya, orang memiliki masalah yang coba mereka pecahkan (misal ingin terlihat cantik ketika wawancara) namun sering kali tidak tahu harus mulai dari mana. Orang ingin mengambil semua informasi di luar sana sehingga mereka tahu segala sesuatunya secara detail sebelum memutuskan pilihan. Beberapa orang bahkan mengaku bahwa mereka melakukan penelusuran tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga belajar.

Keterkaitan pola penelusuran dengan perangkat mobile

Sifat ponsel yang “mobile” memungkinkan orang bertindak tepat saat sebuah ide muncul secara tiba-tiba. Misal ketika tiba-tiba melihat sesuatu di toko dan ingin mempelajarinya lebih lanjut, Anda akan cenderung mengeluarkan ponsel di sana. Atau ketika memiliki sebuah ide yang terlintas, Anda akan cenderung melakukan penelusuran saat itu juga daripada harus menunggu hingga tiba di rumah serta mengingat kembali idenya.

Ide belanja barbeque (https://www.google.co.id/)

Lalu, apa yang harus dilakukan pemasar dengan informasi ini?

Dengan memahami bagaimana pola perilaku pengguna untuk mencari ide, brand memiliki peluang untuk masuk ke dalam pertimbangan audiens. Brand dapat mencari tahu semua momen terbuka di mana seseorang tiba-tiba membutuhkan referensi ide.

Sejumlah brand telah melakukannya dengan baik. Sebut saja Bed Bath & Beyond yang telah mengumpulkan daftar belanja dan daftar periksa untuk menarik audiens ke situs mereka. Jadi, cobalah untuk menjadi lebih peka terhadap ide dan terapkan pada situs bisnis.

 

 


Source: 
https://www.thinkwithgoogle.com/consumer-insights/shopping-behavior-data-inspiration/
Featured image: https://www.pexels.com

In this article

Join the Conversation