[Case Study] Cara Menyuntik Spirit White Hacker pada Divisi Online Marketing Bisnis

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara menyuntik spirit white hacker dalam online marketing lewat sebuah case study. Ialah Steve Campbell, seorang biasa yang terobsesi dengan teknologi. Bagaimana...

51 0
51 0
Online Marketing

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara menyuntik spirit white hacker dalam online marketing lewat sebuah case study. Ialah Steve Campbell, seorang biasa yang terobsesi dengan teknologi. Bagaimana kisahnya? Mari kita simak bersama.

Jatuh cinta pada teknologi

Obsesi Steve pada teknologi telah muncul sejak dini. Semua bermula dari dalam rumahnya sendiri.

Sejak kecil ia selalu berusaha memperbaiki setiap perangkat elektronik yang rusak di rumahnya. Mulai dari Walkman hingga PC. Walaupun tingkat keberhasilannya cuma 50%, Steve tak kenal menyerah dan bahkan semakin giat belajar.

Lama-kelamaan, Steve pun melangkah lebih jauh. Yang awalnya sekadar memperbaiki peralatan rumahnya sendiri, kemudian mulai membantu memperbaiki barang-barang elektronik tetangganya. Maklum pada saat itu teknologi belum secanggih saat ini. Para penggunanya pun masih sangat awam.

Bisa dibilang, Steve berada selangkah di depan. Bermula dari situ, kecintaannya terhadap teknologi pun semakin menjadi.

Kenyataan pahit di bidang akademik

Kisah cinta Steve berlanjut hingga perguruan tinggi. Ia memilih jurusan Ilmu Komputer di Penn State University. Apakah perjalanannya mulus? Tidak.

Belajar Ilmu Komputer tidak semudah yang dibayangkan. Steve harus bertemu dengan mata kuliah seperti pemprograman C++ dan HTML. Ini hal yang benar-benar baru baginya. Dengan segera Steve menyadari bahwa ia kesulitan dalam materi tersebut.

Tapi Steve tidak menyerah, ia terus belajar. Kemudian ia menemukan beberapa materi kuliah yang cocok untuknya. Misal basis data komputer, jaringan, manajemen proyek, hukum internet, dan sejenisnya. Ia bahkan pernah mengerjakan proyek dengan perusahaan seperti Accenture dan Deloitte, menguji dunia virtual online yang disebut Second Life.

Setelah lulus, ia merasa siap untuk terjun ke dunia kerja. Masalahnya, saat itu tidak ada lapangan kerja untuknya.

Self-marketing, sosial media, dan pekerjaan sosial

Pahitnya kenyataan itu memaksa Steve untuk mencoba menempuh jalan lain dalam kariernya. Masih terkait dengan teknologi, ia menjajal peruntungan di dunia sosial media.

Steve pun mulai menghabiskan seluruh waktunya di platform seperti Facebook dan Twitter. Akhirnya ia mulai bekerja sebagai staf penulis part-time pada blog teknologi populer MakeUseOf.com.

Steve juga pernah bekerja di sebuah perusahaan kecil di New York. Startup itu “meledak” menjadi digital agency yang cukup terkenal. Sekitar 7 tahun kemudian, Steve bertransformasi menjadi seorang ahli pemasaran.

Growth hacker vs digital marketer (https://growthrocks.com/blog/growth-hacker-digital-marketer-dummies/)

Berawal dari sini, Steve merasa bahwa kemampuan marketing-nya semakin matang. Ditambah dengan ilmunya di bidang teknologi, muncullah sosok baru Steve Campbell yang lebih mirip white hacker dalam online marketing.

Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan itu dan merintis usahanya sendiri.

Marketing + hacking

Menjadi seorang hacker berarti bahwa Anda adalah seseorang yang berpikir secara non-linear. Seseorang yang melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Kurang lebih seperti itu konsep pemikiran Steve.

Untuk menjelaskan lebih detail mengenai apa itu mentalitas peretas, konsepnya seperti ini:

Bagi Steve, ini adalah pemikiran non-linear. Ini tentang melihat frasa ‘Jika A, lalu B’ kemudian bertanya ‘Bagaimana dengan C?’. Ini tentang melihat pola kemudian mencari tahu kapan pola-pola tersebut berhenti berlaku.

Konsep growth hacking (https://metricbuzz.com/blog/web-development-marketing-tools/)

Dan ternyata, itu juga yang membuat para pemasar menjadi hebat di zaman sekarang. Steve menerapkan pola pemikiran ini untuk menumbuhkan akun dan konversi penjualan lebih efisien. Kemudian menyimpulkan alasan kenapa semakin banyak pemasar menyebut dirinya growth hacker.

Pernyataan Steve Campbell (https://hackernoon.com/what-it-means-to-be-a-hacker-trapped-inside-of-a-marketers-body-d89413830273)

Nah, dari studi kasus ini kita bisa belajar bahwa hacking dan marketing bisa dikombinasikan menjadi “kartu as” dalam dunia bisnis. Tinggal mengimplementasikannya dalam bisnis Anda dan jadilah seorang pemenang!

*

Baca juga case study kami yang lainnya di sini. Suka dengan apa yang baru Anda baca? Mari berdiskusi melalui kolom komentar atau hubungi BisnisBisnis.ID.

 

Source: 1 2 3
Featured image: Pexels.com
In this article

Join the Conversation