Alasan Kuat Kenapa Wajib Mengoptimalkan Artificial Intelligence pada Online Marketing

Digital marketing dan iklan itu seperti dua sisi koin. Ada upaya pemasaran, ada pula iklan. Tapi, masih percayakah Anda dengan kekuatan iklan dalam digital marketing saat ini? Coba...

157 0
157 0
Digital Marketing

Digital marketing dan iklan itu seperti dua sisi koin. Ada upaya pemasaran, ada pula iklan. Tapi, masih percayakah Anda dengan kekuatan iklan dalam digital marketing saat ini? Coba lihat fakta berikut:

  • Semua format dan penempatan iklan hanya mampu menghasilkan rasio klik sebesar 0,05%
  • Iklan di media-media besar rasio kliknya hanya sebesar 0,1%

Kenapa bisa demikian?

Konsumen sekarang lebih kebal terhadap iklan

Jujur saja, saya (dan mungkin juga Anda) cukup terganggu dengan munculnya iklan ketika menggunakan aplikasi. Hal ini juga dirasakan mayoritas pengguna aplikasi dan internet di dunia. Faktanya:

  • 615 juta perangkat sekarang memiliki fitur adblock
  • 11% dari populasi global memblokir iklan di website (meningkat 30% sejak tahun 2016)
  • Adblocking seluler tumbuh sampai 380 juta perangkat (meningkat 250%)

Fakta tersebut membuktikan bahwa fungsi iklan sudah tidak lagi efektif. Peluang keberhasilannya kecil. Sebagai seorang digital marketer Anda perlu alternatif lain untuk melakukan pemasaran. Saran saya, optimalkan peran Artificial Intelligence (AI). Apa alasannya?

BACA JUGA: Mencermati Fenomena Artificial Intelligence (AI) & Machine Learning (ML) Serta Perannya pada Online Advertising

Kecerdasan bisnis tidak secepat dan sekuat AI

Bukan berarti manusia tidak memiliki kemampuan menemukan algoritma pemasaran yang tepat. Namun, waktu yang diperlukan untuk mengembangkan algoritma sangat lama. Butuh beberapa pengujian dan iterasi terus-menerus untuk meningkatkan akurasi hasil.

Nah, AI memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi analisis prediktif. Selain itu, kemampuan AI menghasilkan algoritma lebih cepat daripada model intelijen bisnis konvensional (BI).

Ketika AI mencerna data, AI juga belajar dan menyesuaikan diri. Proses berkelanjutan ini memungkinkan kinerja lebih baik dalam periode lebih singkat dengan akurasi yang jauh lebih tinggi. Coba lihat statistik ini:

Perbandingan akurasi AI dan BI (https://towardsdatascience.com/artificial-intelligence-is-the-panacea-to-todays-marketing-challenges-a5201eae21ca)

AI meminimalkan dorongan untuk berasumsi

Biasanya, kita cenderung mempercayai asumsi yang dianggap tepat dan efektif dalam upaya pemasaran. Hal ini tidak berlaku pada AI.

Melalui data, AI dapat menemukan pola di antara peristiwa yang berkorelasi dengan hasil bisnis. Hasilnya? Validasi asumsi Anda, atau memunculkan hasil baru yang tidak akan ditemukan melalui analisis manusia.

Coba lihat beberapa perbedaan BI dan AI berikut ini:

Perbandingan AI dan BI (https://towardsdatascience.com/artificial-intelligence-is-the-panacea-to-todays-marketing-challenges-a5201eae21ca)

Akibat peningkatan persaingan bisnis, kecepatan dan ketelitian analisis amat diperlukan. Dalam hal ini, Anda tidak boleh menggunakan asumsi untuk terus menjadi solusi. Hal ini memiliki kecenderungan untuk melewatkan wawasan kritis yang bisa dilihat jelas di bawah kerangka kerja AI.

Pola perilaku adalah turunan dari sentimen

Pelanggan yang tidak puas tak selalu akan meninggalkan brand. AI memiliki kemampuan untuk menarik pola dari kompleksitas niat manusia. Plus, kemampuan untuk menentukan beberapa rekomendasi yang mungkin berkontribusi pada pengambilan keputusan pembelian. Hasilnya bervariasi, tergantung pada:

  • Jenis produk atau layanan
  • Waktu pemasaran
  • Geografi target
  • Demografi yang berbeda

BACA JUGA: Meneropong masa depan perilaku internet user saat menggunakan mesin pencari

Semua faktor memiliki pengaruhnya masing-masing. AI mampu mempelajari berbagai faktor tersebut dan menciptakan pola pemasaran terbaik.

Data adalah kunci dalam digital marketing modern

Dalam dunia digital marketing modern, para pemasar memiliki kemampuan mengontekstualisasi kecenderungan manusia untuk memprediksi kemungkinan perilaku. Melalui data, AI juga mampu mempelajari hal ini. Bahkan hasilnya bisa lebih baik daripada yang mampu dihasilkan manusia.

The power of data (https://www.slideshare.net/AdvanceOhio/the-power-of-datadriven-marketing)

Konten sekarang menjadi fitur yang dapat berkontribusi pada konversi bisnis. Meskipun, tetap perlu dikombinasikan dengan berbagai upaya lainnya. AI dapat menganalisis upaya pemasaran berdasar pada kegiatan pelanggan di internet. Mempersonalisasikan dan mengoptimalkan kinerja campaign secara keseluruhan serta berkelanjutan.

BACA JUGA: Content Marketing Rock Star: Panduan Membuat Konten yang Ramah di Mesin Pencari

Kemampuan komputasi, plus kekayaan data yang telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir, memberi marketer kesempatan untuk membuat segala upaya marketing menjadi mungkin.

 

 

 

 

Source: 1 2

Featured image: https://www.pexels.com

 

In this article

Join the Conversation