Ucapkan Selamat Datang Pada Era Influencer Economy

Tidak bisa dimungkiri, kehadiran internet telah mengubah metode komunikasi manusia secara fundamental. Dunia bisnis dan perekonomian pun perlahan mulai berevolusi menjadi lebih modern. Misalnya dalam hal promosi dan...

34 0
34 0
Influencer Economy

Tidak bisa dimungkiri, kehadiran internet telah mengubah metode komunikasi manusia secara fundamental.

Dunia bisnis dan perekonomian pun perlahan mulai berevolusi menjadi lebih modern. Misalnya dalam hal promosi dan periklanan, influencer menjadi penguasa di bidang ini.

Lupakan tentang iklan baris di surat kabar atau iklan di TV.

Saatnya mengucapkan selamat datang pada era Influencer Economy.

Kenapa fenomena ini semakin menggejala? Berikut ini segala hal tentang Influencer Economy yang perlu Anda ketahui.

 

Revolusi platform

Pada awal kemunculannya, blog sangat populer di dunia informasi digital meskipun lebih banyak berisi teks daripada konten lain, seperti gambar atau video.

Kelemahannya, Anda butuh ratusan kata untuk menyusun sebuah post di blog. Butuh pemikiran matang dan waktu yang lama.

Perlahan, platform mulai berevolusi dan munculah para “pemain baru” seperti Twitter dan Facebook. Jumlah karakter dalam sekali post pada platform ini bahkan dibatasi. Tak perlu banyak berpikir, lebih banyak konten gambar dan video. Sekarang bahkan YouTube sangat populer di mana kontennya berupa video.

Revolusi platform pada sebuah perusahaan (https://www.slideshare.net/InfoEcon/platform-revolution-chap-01-intro-how-platforms-are-changing-commerce)

Lebih sedikit teks, lebih minim pemikiran, tetapi relevansi dan efektivitasnya tidak kalah dengan blog.

Selamat tinggal teks.

 

Demokratisasi konten

Dulu, sebuah tayangan TV harus benar-benar dipersiapkan secara matang dan sesempurna mungkin. Karena, fokus utamanya yaitu untuk menghasilkan audiens yang “besar”. Dari sinilah sumber keuntungan mereka. Semakin banyak audiens, semakin besar keuntungan yang didapat, pun sebaliknya.

Sekarang, platform lebih demokratis. Setiap orang bisa mengangkat tema apa saja untuk diunggah ke YouTube. Kemudian tinggal menunggu komentar dari para audiens.

Lewat “nyinyiran” audiens mereka tinggal memperbaiki konten selanjutnya. Membuat konten yang lebih relevan dan sesuai dengan kemauan audiens tanpa khawatir akan mengalami kerugian.

Gambar diunggah pengguna: Odden_Cscan_JB-copy.jpg
Kemampuan influencer mengoptimasi content (https://www.contentmarketingworld.com/lee-odden-content-influencer-marketing-a-powerful-way-to-grow-your-business-cmworld-recap/)

Meskipun audiens tidak terlalu menyukai konten yang mereka sajikan, influencer akan tetap mendapatkan penghasilan dari iklan.

Jumlah audiens tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan mereka. Berbeda dengan TV yang hanya memiliki satu kesempatan meraup keuntungan, influencer memiliki kesempatan tak terbatas. Tergantung pada tingkat kreativitas mereka dalam memperbaiki konten yang disajikan.

BACA JUGA:  Cara untuk Mengadaptasikan Content & Platform Demi Kesuksesan Digital Marketing

 

Campur tangan Top Brand

Bergabungnya berbagai brand ternama dalam dunia influencer secara tidak langsung ikut mendorong pertumbuhan influencer economy.

Banyak brand mulai beralih dari iklan konvensional kepada para influencer. Hal ini membuat semakin banyak kreator konten yang berlomba-lomba merebut hati para brand tersebut.

Dua platform yang paling populer di dunia influencer adalah YouTube dan Instagram.

Pendapatan sekali post Instagram bahkan dapat mencapai ratusan ribu dolar. Selain mendapat keuntungan material, para influencer juga bisa menghasilkan jutaan penggemar seperti para selebriti.

Beberapa influencer ternama yang terbilang cukup sukses, misalnya mereka ini:

Influencer terkenal (https://medium.com/@matthewbiggins/welcome-to-the-influencer-economy-5a69be520a10)

Para brand ternama (saat ini) juga cenderung menaruh kepercayaan mereka kepada influencer dibanding iklan.

Di lain sisi, brand tidak akan khawatir ketika mereka tidak mendapat kepercayaan dari para influencer. Tinggal cari influencer lain, banyak sekali yang antre dan siap diajak bekerja sama.

 

Masa depan influencer

Saat ini para influencer masih bergantung pada kerja sama dengan brand sebagai sumber penghasilan utama mereka.

Namun, bukan mustahil jika di masa depan pola ini akan berubah. Influencer mulai meluncurkan produk-produk mereka sendiri. Kenapa?

  • Pertama, mereka telah memiliki audiens
  • Kedua, influencer lebih mudah memanfaatkan otoritas mereka kepada audiens dibanding para brand

Jika metode ini terbukti berhasil, maka akan semakin banyak orang yang berminat menjadi influencer.

Persaingan akan semakin ketat. Influencer economy pun akan semakin tumbuh dan berkembang, menciptakan ladang bisnis baru yang sangat menggiurkan.

Sudah siapkah Anda?

 

 

Source: https://medium.com/@matthewbiggins/welcome-to-the-influencer-economy-5a69be520a10

Featured image: https://www.pexels.com/

In this article

Join the Conversation