Cara untuk Mengadaptasikan Content & Platform Demi Kesuksesan Digital Marketing

Sejak dulu (dan masih berlaku hingga sekarang), aturan main blogging untuk digital marketing itu sederhana. Buat situs web yang di-hosting sendiri, buat konten berkualitas tinggi secara teratur, dan...

251 0
251 0
Platform Blog untuk Digital Marketing

Sejak dulu (dan masih berlaku hingga sekarang), aturan main blogging untuk digital marketing itu sederhana. Buat situs web yang di-hosting sendiri, buat konten berkualitas tinggi secara teratur, dan gunakan media sosial seperti Facebook atau Twitter untuk media promosi konten. Memang membutuhkan usaha dan komitmen yang kuat, tapi semua langkahnya sederhana. Tidak rumit.

Sudah terlalu banyak pembahasan mengenai materi tersebut (dan saya tidak akan mengulanginya untuk Anda). Kali ini saya akan mengajak Anda mempelajari cara yang “tidak biasa” untuk “mengawinkan” konten dengan platform demi kesuksesan digital marketing. Penasaran? Simak yang berikut ini.

Menggabungkan situs konten dan jejaring sosial

Dulu, website dan sosial media memiliki peran yang berbeda. Keduanya terpisah. Website berperan sebagai sumber publikasi konten, sedangkan sosial media digunakan untuk upaya promosinya. Sekarang, Anda dapat menggabungkan keduanya. Hal ini akan membuat pekerjaan Anda menjadi lebih efisien. Saya beri tahu dua platform baru yang dapat Anda coba:

  • Medium
Logo Medium (https://www.google.co.id/)

Medium adalah platform online publishing yang memuat mengenai konten nonfiksi. Mulai dari tutorial untuk memulai suatu bisnis, pembahasan mengenai studi kasus, hingga trik-trik untuk meningkatkan produktivitas bisnis, topik-topik tersebut dapat Anda temukan di platform Medium. Jika di Facebook terdapat tombol “Like” untuk menunjukkan bahwa Anda menyukai sebuah post, maka Medium memiliki tombol “Clap” dengan fungsi yang sama. Anda perlu mencobanya.

  • Wattpad
Logo Wattpad (https://www.google.co.id/)

Wattpad adalah kebalikan dari Medium. Jika Medium lebih berfokus pada konten nonfiksi, maka Wattpad adalah “tempat nongkrong” yang paling cocok bagi pecinta cerita fiksi. Meskipun fokus kedua platform ini berbeda, akan tetapi keduanya memiliki satu kesamaan yaitu mempunyai komunitas dan mekanisme berbagi yang terintegrasi tanpa menggunakan media sosial eksternal.

BACA JUGA: Social Media Marketing: 5 Platform Media Sosial Untuk Mengembangkan Bisnis Anda

Pahami audiens dari setiap platform

Setiap platform memiliki jenis audiens yang berbeda. Saya masih akan membahas mengenai kedua contoh di atas. Begini.

Medium memiliki audiens yang cenderung ingin belajar hal-hal baru. Jenis kontennya pun lebih fokus pada konten nonfiksi yang ditulis dengan struktur dan tata bahasa yang sedemikian bagusnya. Isinya selalu mendidik dan sangat informatif.

Sedangkan Wattpad lebih cocok bagi orang-orang yang ingin mencari hiburan. Setiap konten atau cerita yang disajikan cenderung lebih santai dan ringan. Selama cerita Anda bagus, maka setiap kesalahan penulisan akan “termaafkan”. Nah, dari kedua perbedaan ini Anda sekarang memiliki gambaran seperti apa kira-kira target audiens dan bagaimana konten akan dikemas sesuai jenis target tersebut. Setiap platform telah memiliki areanya masing-masing. Tinggal Anda tentukan pilihan.

BACA JUGA: The Art of Storytelling: Bagaimana Mendapatkan Perhatian Audiens dengan Cerita

Tentukan tujuan spesifik platform Anda

Ilustrasi target spesifik (https://www.google.co.id/)

Artinya, sebelum Anda memutuskan membuat konten dan memilih salah satu platform publikasi, tentukan dulu tujuan spesifik yang ingin dicapai. Misal, ketika saya menulis sebuah konten di Medium, saya ingin mendapatkan pelanggan email baru. Menambah pengikut konten nonfiksi yang tertarik untuk menulis dan self-publishing.

BACA JUGA: Trik Meningkatkan Jumlah Subscriber Email untuk Memperbanyak Leads

Di sisi lain, ketika saya ingin mem-publish sebuah cerita di Wattpad, tujuannya agar saya mendapat feedback (umpan balik) dari pembaca sehingga saya dapat memperbaiki konten saya di kemudian hari. Feedback apa pun akan sangat berguna, mulai dari masalah teknis penulisan, hingga alur cerita itu sendiri.

Tujuan yang Anda tetapkan harus jelas dan spesifik. Baru kemudian Anda dapat membuat konten sesuai dengan tujuan, target audiens, dan platform yang tepat. Saran saya, jangan takut untuk bereksperimen, jangan takut untuk menjadi trendsetter, dunia digital akan selalu mengalami perubahan. Apa pun itu, jadilah yang terdepan.

 

 

 

 

 

 

Source: https://www.businessesgrow.com/2018/03/07/content-and-platform

Featured image: https://www.pexels.com

 

In this article

Join the Conversation