Belajar dari Taktik Content Marketing WordPress sehingga Mendapat Ratusan Juta Pengguna

Membangun situs berbasis konten menghadirkan banyak keuntungan, misalnya mampu menarik perhatian audiens, pencitraan merek, menghasilkan link, dan meningkatkan prospek. Selain itu, strategi content marketing ini akan memberikan Anda...

67 0
67 0

Membangun situs berbasis konten menghadirkan banyak keuntungan, misalnya mampu menarik perhatian audiens, pencitraan merek, menghasilkan link, dan meningkatkan prospek.

Selain itu, strategi content marketing ini akan memberikan Anda keuntungan jangka panjang. Menurut penelitian, butuh waktu sekitar 6 sampai 12 bulan untuk menuai hasil dari content marketing.

Content marketing juga menjadi strategi pemasaran yang lebih hemat dibandingkan dengan iklan berbayar. Hanya saja dibutuhkan waktu dan usaha untuk menciptakan konten yang berkualitas.

Kali ini kita akan belajar dari strategi content marketing yang diterapkan oleh WordPress hingga sukses menghasilkan ratusan juta audiens.

Tentukan topik dan lakukan penelitian menyeluruh

Ilustrasi foto oleh Pexels.

Langkah pertama dan yang utama adalah menentukan topik.

Penentuan topik ini sangat bergantung pada siapa target audiens Anda. Pada studi kasus ini, WordPress berupaya terhubung dengan seluruh audiens mulai dari pengguna harian, developer, hingga para blogger. Akhirnya muncullah beberapa ide konten pertama mereka yaitu terkait sejarah WordPress, lingkungan di sekitarnya, dan komunitas WorPress.

Setelah topik ditentukan, langkah selanjutnya akan sangat fundamental. Melakukan penelitian menyeluruh adalah kunci untuk menciptakan konten berkualitas. Konten ini yang akan menentukan masa depan bisnis Anda.

Jika konten tidak cukup menarik atau informatif, semua usaha akan sia-sia. WordPress bahkan menghabiskan waktu hingga 3 hari “hanya” untuk melakukan penelitian terkait sebuah konten.

Untuk menciptakan konten yang benar-benar berkualitas, penting untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi. WordPress melakukannya mulai dari sumber internal, hingga eksternal seperti menghubungi para influencer atau CEO perusahaan lain. 

Tulis konten

Ilustrasi foto oleh Pexels.

WordPress menghabiskan waktu hingga 2 hari untuk menulis konten sepanjang 8.000 kata. Semua hasil penelitian dan informasi yang terkumpul “dituangkan” dalam sebuah rangkaian konten.

Proses penulisan konten ini tidak bisa langsung jadi. Perlu beberapa kali penyuntingan untuk memperbaiki ejaan, salah ketik, mengurangi dan menambah kalimat hingga membentuk sebuah konten yang sangat berkualitas.

Sebelum diterbitkan, WordPress juga mengujinya dengan memberikan konten untuk dibaca beberapa orang awam kemudian melihat bagian mana yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Begitu seterusnya hingga konten mendekati “sempurna”.

Tips dari WordPress untuk Anda yang malas atau tidak punya waktu menulis konten: manfaatkan internet untuk mencari para content writer. 

Optimalisasi konten dengan desain dan gambar

Ilustrasi foto oleh Pexels.

Amunisi utama telah dibuat. Sekarang, WordPress perlu mencari cara untuk “mempercantik” kemasan konten mereka yang cenderung panjang. Bagaimana caranya agar audiens tidak lelah membaca konten mereka. Triknya yaitu dengan memasukkan desain ilustrasi, gambar-gambar, dan statistik dalam konten yang diterbitkan.

Selain itu, penggunaan font yang tepat juga cukup penting untuk mengurangi efek bosan pada pembaca. Menurut penelitian WordPress, font Linux Libertine adalah font yang cukup “ramah lingkungan”.

Yang perlu diperhatikan dalam optimalisasi desain ini yaitu upayakan agar website tetap lancar ketika diakses (tidak lemot). Ini penting, jika waktu loading terlalu lama maka besar kemungkinan audiens akan meninggalkan situs. 

Terakhir, publish konten dan jangkau audiens sebanyak mungkin

Kerja sama dengan influencer (https://kinsta.com/blog/content-marketing-case-study/)

Ini adalah langkah terakhir yang perlu dilakukan.

Semuanya telah disiapkan, kini saatnya “menyebarluaskan” kampanye konten Anda.

WordPress melakukan upaya ini dengan menghubungi berbagai influencer lewat email penawaran. Coba raih kesepakatan agar mereka mau membagikan konten tersebut kepada para audiens. Jika kesepakatan dicapai, ini berita bagus.

WordPress juga berupaya untuk menjalin kerja sama dengan beberapa portal berita terkenal untuk mempromosikan konten mereka. Ini juga merupakan cara yang cukup efektif untuk mendapat audiens baru serta promosi silang dengan para publisher.

Setelah semua upaya dilakukan, tinggal nikmati hasilnya.

 

 

 

Source: https://kinsta.com/blog/content-marketing-case-study

Featured image: Pexels

In this article

Join the Conversation