Cara Memproduksi Content Marketing yang Selalu Dikomentari Pembaca

Membuat konten yang bagus bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Tidak hanya harus gampang dicerna oleh pembaca, tapi juga harus mampu menarik perhatian mereka dan membawa mereka hanyut menikmati...

75 0
75 0
Content Marketing Tips

Membuat konten yang bagus bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Tidak hanya harus gampang dicerna oleh pembaca, tapi juga harus mampu menarik perhatian mereka dan membawa mereka hanyut menikmati alur yang kita sajikan. Namun, karena terlalu fokus membuat konten yang “mengalir”, terkadang kita lupa bahwa ternyata kita terlalu memanjakan pembaca. Alhasil, mereka datang, membaca, paham, kemudian pergi tanpa ada reaksi apa-apa.

Coba sedikit ubah keyakinan Anda bahwa pembaca “harus selalu dimanjakan”. Ada kalanya pembaca perlu “ditantang” untuk melakukan sesuatu. Menstimulasi sebuah reaksi dari pembaca atas konten yang Anda buat. Bukan bermaksud apa-apa, hanya saja terkadang orang suka mendapat tantangan. Beberapa tips berikut dapat Anda lakukan untuk memproduksi konten yang menghasilkan reaksi pembaca.

 

Pertama, biarkan pambaca tetap “hanyut”

Ilustrasi “hanyut” dalam bacaan (https://www.pexels.com/)

Meskipun nantinya Anda akan “menantang” pembaca, namun hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tetap membuat mereka “hanyut” dalam cerita. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pembaca tetap bersama Anda sampai pada titik di mana sebuah tantangan akan diberikan.

Jika Anda tidak bisa menarik perhatian pembaca sejak awal, “boro-boro” memberikan tantangan, baru beberapa saat saja pembaca sudah “kabur” meninggalkan situs. Oleh karena itu, penting untuk membuat pembaca tetap menikmati konten yang disajikan. Jangan sampai pembaca bosan sebelum sampai pada tujuan utama Anda.

Menurut Csikszentmihalyi (psikolog terkemuka Hongaria yang menemukan konsep mental state flow–Ed.), agar suatu aktivitas menjadi menyenangkan (termasuk membaca):

  • Sesuatu harus memiliki peraturan atau memerlukan keterampilan yang harus dipelajari
  • Sesuatu harus memberikan tujuan dan umpan balik yang jelas
  • Dan, kita harus bisa mengendalikan hasilnya

Singkatnya, aktivitas arus harus menantang, namun tidak menjadi tantangan tersendiri. Untuk menghanyutkan mereka, tantangannya harus sesuai dengan keterampilan pembaca. Jika aktivitasnya tidak cukup menantang, mereka bosan. Jika aktivitasnya terlalu menantang, mereka frustrasi. Hasilnya sama, ketidaktertarikan.

BACA JUGA: Content Type & Channel: Pengetahuan Membuat Content Marketing yang Diabaikan

 

Perhatikan “bobot” konten

Ilustrasi beratnya materi bacaan (https://www.pexels.com/)

Pada dasarnya, berhasil tidaknya Anda mencuri perhatian pembaca tergantung pada “bobot” konten yang Anda sajikan. Seperti bobot tantangan pada poin sebelumnya. Jika Anda memberikan pembaca materi yang terlalu sepele, maka pembaca akan cepat bosan. Sebaliknya, jika konten yang Anda sajikan terlalu “berat” maka akan membebani pikiran pembaca dan bisa jadi mereka akan berhenti dan pergi. Di situasi seperti ini, kemampuan storytelling Anda sangat dibutuhkan untuk “mengemas” materi menjadi lebih ringan.

Selain itu, tata bahasa yang buruk dapat dikategorikan dalam masalah UX. Efek yang ditimbulkan hampir sama dengan dua masalah sebelumnya. Untuk membuat sebuah tulisan yang menarik, Anda perlu “membuang” hal-hal yang tidak penting. Tidak perlu “bertele-tele” karena pembaca tidak membutuhkannya.

BACA JUGA: Ucapkan Selamat Tinggal pada Metode A/B Test

 

Temukan tantangan yang “tepat”

Ilustrasi ketepatan sasaran (https://www.pexels.com/)

Untuk membuat konten Anda menarik bagi pembaca, Anda harus memastikan bahwa tantangan yang Anda berikan sesuai dengan tingkat keterampilan mereka. Dalam hal ini, Anda perlu belajar menjadi ahli content marketing. Perlu pemahaman mendalam agar apa yang Anda katakan mampu memicu minat pembaca.

Saya beritahu sebuah trik rahasia. Jika Anda ingin menulis konten yang menarik dan menantang, menulislah seperti ketika Anda masih belajar. Kedengarannya agak “aneh”. Tapi coba pikirkan ini, ketika Anda masih belajar, Anda lebih peka terhadap hal-hal menarik yang kemungkinan juga dirasakan oleh orang-orang di luar sana.

Bukan berarti Anda harus kembali menjadi orang awam. Tapi, cobalah untuk memposisikan diri Anda seperti para pembaca. Temukan tantangan tepat yang akan menangkap imajinasi para pembaca.

Tantangan utama

Kembali ke awal, bahwa inti dan tujuan dari semuanya adalah untuk membujuk, menginformasikan, menyebarkan kesadaran, dan untuk menjual sesuatu. Tapi, ini juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi Anda. Bagaimana cara memberikan tantangan kepada pembaca, yang akan mereka “jawab” dengan senang hati. Menyisakan sebuah pertanyaan di benak mereka, menuntun intuisi pembaca, untuk kemudian menggunakan kolom komentar untuk menanggapi konten Anda.

 

 

 

 

 

 

 

Source: https://www.copyblogger.com/engaging-challenges

Featured image: https://www.pexels.com

 

In this article

Join the Conversation