AdWords Hack: Cara Menghemat Bujet dan Memperoleh Leads Sebanyak Mungkin

Jika Anda memiliki bisnis digital yang berbasis langganan pengguna, Anda perlu sedikit khawatir. Kenapa? Karena menurut penelitian Google, 80% pengguna aplikasi modern cenderung melakukan churn (uninstall aplikasi atau...

515 0
515 0
Google Remarketing

Jika Anda memiliki bisnis digital yang berbasis langganan pengguna, Anda perlu sedikit khawatir. Kenapa? Karena menurut penelitian Google, 80% pengguna aplikasi modern cenderung melakukan churn (uninstall aplikasi atau pindah ke aplikasi lain) setelah 3 bulan men-download sebuah aplikasi.

Anda perlu segera menemukan solusi untuk masalah ini. Jika tidak, pola perilaku pengguna tersebut akan mengancam kelangsungan masa depan bisnis Anda. Satu cara yang terbukti cukup efektif adalah remarketing (pemasaran ulang).

 

Kenapa harus melakukan pemasaran ulang?

Fakta pertama yang perlu Anda tahu, jumlah pengguna aplikasi yang melakukan pendaftaran akun secara “tidak sengaja” sangatlah tinggi. Berapa pastinya? Coba lihat statistik ini:

Statistik pengguna melakukan pendaftaran akun (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

Anda tidak salah baca. Statistik tersebut berarti bahwa sekitar 70% orang yang menggunakan sebuah aplikasi hanya “coba-coba”. Bandingkan dengan 20% yang benar-benar ingin menggunakan aplikasi tersebut, atau 10% prospek lainnya. Mengerikan bukan?

Statistik lain mengungkapkan bahwa tingkat penyimpanan aplikasi mobile menurun dari 36% di bulan pertama menjadi sekitar 20% di bulan ketiga.

Penurunan penyimpanan aplikasi selama 3 bulan (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

Bagaimana dengan iklan? Apakah dapat mengatasi masalah itu? Sebelum Anda membuang-buang dana untuk membayar pengiklan, coba lihat statistik berikut ini:

Peningkatan penggunaan aplikasi AdBlock (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

Jumlah user yang menggunakan aplikasi AdBlocker meningkat dari 54 juta menjadi 300 juta pengguna hanya dalam waktu 3 tahun! Ini adalah beberapa alasan pengguna mem-block iklan:


![Alasan pengguna mem-block iklan (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)](https://d2mxuefqeaa7sj.cloudfront.net/s_7CBB0953822A369F4C31B213BE1FDDEEBB8602A4B607758413568BCE0321EA90_1520098442137_motivation-behind-adblock-usage.jpg)
Berbanding terbalik, konsep remarketing (pemasaran ulang) justru meningkatkan rasio konversi. Statistiknya ada di bawah ini, dan inilah alasan kenapa Anda perlu melakukan remarketing dan retargeting.

(BACA JUGA: Panduan Menerapkan Campaign Google Remarketing)

Remarketing meningkatkan rasio konversi (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

 

Cara kerja AdWords Remarketing

Iklan retargeting ini bekerja dengan cara yang sederhana. Pertama, sistem akan melacak setiap orang yang pertama kali mengunjungi situs Anda dan mengunduh aplikasi. Setelah itu, sistem akan mengirim sebuah iklan kepada pengguna tersebut. Anda dapat mengatur apa saja yang ingin dikirimkan kepada pengguna. Anda dapat menyesuaikan iklan tersebut berdasarkan aktivitas pengguna di situs Anda, atau menyesuaikan dengan jenis aplikasi yang diunduh.

Untuk meningkatkan hasil iklan yang Anda lakukan, beberapa pilihan berikut ini akan sangat membantu:

YouTube dan mobile retargeting

Iklan retargeting memiliki sebuah kelemahan. Jika Anda ingin membuat segmentasi pasar, Anda membutuhkan begitu banyak audiens. Padahal, Anda baru saja mulai menggunakan iklan. Ini cukup sulit. Anda perlu membuat para pengguna baru terus berinteraksi dengan produk Anda. Caranya dengan memanfaatkan AdWords, buka Audience Manager, cari opsi YouTube dan tentukan kriteria target baru:

Fitur AdWords untuk mengelola YouTube (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

Anda dapat menambahkan orang ke daftar ini berdasarkan setiap aktivitas atau interaksi yang mereka lakukan di YouTube. Anda juga dapat terhubung ke fitur SDK analytics sehingga Anda dapat mengoptimalkan jangkauan audiens lewat dua jalur: video seluler dan interaksi seluler.

SDK analytics (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

 

Customer match retargeting

Tujuan utama kita adalah membuat pelanggan terus “setia”. Bukan hanya untuk satu atau dua hari, tapi selama mungkin. Customer match retargeting digunakan untuk “menjaga” pelanggan yang benar-benar “dekat” dengan produk atau aplikasi Anda. Jika seseorang telah memberikan alamat, email, atau nomor telepon, itu artinya Anda perlu terus berinteraksi dengannya. Jangan sampai mereka beralih kepada kompetitor.

Terdapat beberapa platform sosial media yang menawarkan semacam fitur “email match”, seperti Twitter, Facebook, atau LinkedIn. Tetapi, saya sarankan Anda menggunakan fitur “email match” milik Google. Kenapa? Coba lihat statistik ini:

Tingkat “email match” beberapa platform (https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting/)

Dengan cara ini Anda dapat tetap berinteraksi dengan para pengguna sekaligus melakukan segmentasi berdasarkan ketertarikan mereka. Intinya, mendapatkan audiens lebih mudah daripada mempertahankannya. Beberapa cara di atas dapat Anda terapkan dan buktikan sendiri hasilnya.

 

 

 

 

Source: https://blog.kissmetrics.com/adwords-retargeting

Featured image: https://www.pexels.com

 

In this article

Join the Conversation