Ucapkan Selamat Tinggal pada Metode A/B Test

Sebenarnya, ada banyak metode pengujian terkait sebuah ide atau produk. Tapi, selama bertahun-tahun, metode A/B Testing adalah yang paling sering digunakan oleh berbagai perusahaan. Alasannya sederhana, metode ini...

466 0
466 0
A/B Testing

Sebenarnya, ada banyak metode pengujian terkait sebuah ide atau produk. Tapi, selama bertahun-tahun, metode A/B Testing adalah yang paling sering digunakan oleh berbagai perusahaan. Alasannya sederhana, metode ini cukup mudah dijalankan dan hasilnya mutlak. Bagi Anda yang belum tahu, A/B Testing adalah metode pengujian dengan membandingkan 2 variabel (entah itu produk, ide, desain, dan lainnya) untuk memperoleh hasil terbaik yang akan dikembangkan.

Kejayaan metode A/B Testing bermula sejak akhir 90-an dan awal 2000-an. Saat itu Webmaster mengalami kebingungan terkait desain website mereka. Mulai dari UI hingga UX. Warna apa yang lebih baik atau font apa yang seharusnya digunakan. Di sinilah konsep A/B Testing tercipta. Dalam sekejap, semua permasalahan teratasi. Sejak saat itu, A/B Testing menjadi patokan selama bertahun-tahun.

Pada awal kemunculannya, A/B testing dijalankan dengan konsep seperti ini:

  • Memulai proses A/B Testing dengan mengajukan hipotesis
  • Menjalankan pengujian hipotesis untuk mengumpulkan bukti statistik untuk menerima atau menolak hipotesis tentang pengunjung situs Anda
  • Data terakhir menunjukkan apakah hipotesis Anda benar, salah, atau tidak meyakinkan

(BACA JUGA: A/B Testing akan Menghasilkan Formula Penting bagi Kesuksesan Pebisnis Online)

Jika Anda tidak memiliki hipotesis tertentu, Anda dapat menggunakan metode pertanyaan seperti ini:

Keterkaitan A/B Testing dengan peluang perkembangan bisnis (https://id.techinasia.com/melakukan-ab-testing-pada-website)

Sebagai contoh, A/B Testing digunakan untuk membandingkan dua tampilan website secara real-time kepada pengguna. Kemudian statistik akan membuktikan versi mana yang lebih disukai pengguna. Hasil yang lebih baik, itulah yang akan diterapkan ke depan. Coba lihat ini:

Konsep sederhana A/B Testing (https://www.invespcro.com/blog/ab-testing-statistics-made-simple/)

Pengujian A/B Testing tidak terbatas dalam hal uji tampilan saja. Anda dapat menggunakan metode ini untuk menguji email marketing, pop-up website, form pendaftaran, fitur baru, dan banyak lagi yang lainnya.

(BACA JUGA: Setelah Tahu Email Marketing Dibuka dan Diklik, Apa Langkah Selanjutnya?)

 

Runtuhnya kejayaan A/B Testing

Meskipun A/B Testing sudah melekat dalam dunia bisnis online, bukan berarti metode ini abadi. Dunia modern tidak akan diam pada satu titik saja. Selalu ada yang berubah. Munculnya inovasi-inovasi baru mulai “menenggelamkan” kepopuleran A/B Testing.

Kelemahan dari metode ini terdapat pada prosesnya yang cenderung lama, sedangkan di era modern semua serba instan. Hal ini yang menyebabkan metode A/B Testing mulai banyak ditinggalkan. Para pebisnis online mulai banyak beralih ke “Digital Marketing Manager” atau “Spesialist Conversion Rate Optimization (CRO)”.

(BACA JUGA: 8 CRO Paling Dibutuhkan eCommerce di Tahun 2018)

Hal ini masuk akal, karena di era persaingan bisnis modern Anda tidak diberi kesempatan untuk membuang-buang waktu. Segala hal harus lebih efektif dan efisien. Saya pernah mengungkapkan bahwa persaingan di dunia bisnis modern ibarat pacuan kuda. Siapa yang paling cepat, dialah yang akan menang. Dan, A/B testing telah tertinggal jauh di belakang.

 

Dari A/B menuju AI

Sementara A/B Testing telah menyandang predikat “terlalu kuno”, dunia bisnis online membutuhkan sebuah solusi baru. Solusi yang lebih efektif, efisien, dan “cerdas”. Lalu muncullah AI (Artificial Intelligence). Sebuah algoritma kecerdasan buatan yang dapat diterapkan di berbagai platform dan berbagai tujuan berbeda.

Berikut ini adalah statistik proyeksi pendapatan dari pasar kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia sejak 2016 hingga 2025:

Proyeksi pendapatan AI (https://www.statista.com/statistics/607716/worldwide-artificial-intelligence-market-revenues/)

Statistik tersebut menunjukkan bahwa AI memiliki masa depan yang cerah dalam dunia bisnis digital. Dunia bisnis digital akan mulai membangun evolusi menggunakan AI. Yang perlu diingat, kemajuan ini akan berbanding lurus dengan persaingan yang akan dihadapi para pebisnis ke depan. Anda perlu mempersiapkan diri. Sebuah babak baru persaingan bisnis digital telah dimulai. Ucapkan selamat tinggal pada A/B Testing, dan selamat datang AI.

 

 

 

Source: 1 2 3 4

Featured image: https://www.pexels.com

 

In this article

Join the Conversation