Setelah Tahu Email Marketing Dibuka dan Diklik, Apa Langkah Selanjutnya?

Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai optimalisasi email untuk meningkatkan leads. Apakah cukup sampai di situ? Tidak. Masih ada langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan. Leads sudah...

183 0
183 0
Email Marketing Strategy

Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai optimalisasi email untuk meningkatkan leads. Apakah cukup sampai di situ? Tidak. Masih ada langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan. Leads sudah didapatkan, email marketing telah dikirim, kemudian yang Anda butuhkan yaitu sebuah “eksekusi” untuk menindaklanjuti semuanya. Apa itu?

Manajemen. Semua upaya yang telah dilakukan dan hasil yang didapat perlu dikelola dengan baik. Tujuannya? Agar semua menjadi rapi dan lebih mudah dikembangkan. Sebuah analogi menggambarkan bahwa mengirim sebuah email ibarat “bertamu” ke rumah orang. Jadi, apa yang pertama perlu kita lakukan?

(BACA JUGA: Trik Email Marketing yang Pasti Dibuka dan Diklik Customer)

Meminta izin

Anda perlu ingat bahwa tidak semua orang merasa senang ketika mendapat email dari sebuah perusahaan. Beberapa di antaranya malah justru terganggu. Maka tahap pertama yang perlu Anda lakukan yaitu meminta izin. Coba bayangkan, jika Anda mendapat sebuah penawaran dari perusahaan, bagaimana reaksi Anda?

  • Apa untungnya jika saya memberikan email?
  • Apakah saya akan mendapat diskon?
  • Apakah saya hanya akan di-spam?
  • Seberapa sering Anda akan mengirimkan email ke saya?

Banyak faktor yang mempengaruhi apakah seorang pelanggan bersedia menerima penawaran. Untuk itu, Anda perlu cara yang sedikit kreatif. Bagaimana caranya? Ada yang hanya menawarkan update pemberitahuan produk baru, ada pula yang menawarkan produk gratis seperti ini:

Penawaran produk gratis untuk mendapatkan izin akses email (https://blog.kissmetrics.com/beginners-guide-email-marketing/)

Dan ada yang menggunakan trik jitu nan menarik dan “tidak biasa” untuk memperoleh izin mengakses email seperti ini:

Trik menarik untuk mendapatkan izin akses email (https://blog.kissmetrics.com/beginners-guide-email-marketing/)

Penawaran tepat dan gunakan autoresponder

Ketika izin telah didapatkan, langkah selanjutnya bisa menjadi “kunci” keberhasilan atau kegagalan Anda. Yang pertama selalu berkesan, ungkapan ini ada benarnya. Jika penawaran pertama yang Anda lakukan tidak tepat, maka izin yang telah didapatkan bisa jadi akan ditarik kembali. Nah, untuk melakukan penawaran yang tepat ini Anda perlu memeriksa riwayat pembelian mereka. Kemudian tawarkan produk sesuai minat pembeli.

Yang terpenting setelah itu, jangan sampai kehilangan kepercayaan pelanggan. Memang, Anda tidak hanya mengirim email marketing pada satu atau dua orang. Tetapi, semua pelanggan ingin mendapatkan pelayanan yang sama. Tidak peduli sesibuk apa pun Anda, pelanggan selalu ingin jadi prioritas.

Autoresponder bisa jadi solusinya. Buat para pelanggan merasa selalu dilayani kapan pun mereka mau. Ingat, pelanggan selalu menginginkan respons yang cepat. Tidak mungkin menyuruh mereka menunggu sampai Anda tidak sibuk.

(BACA JUGA: Email Marketing Booster: Mengubah Subscriber Menjadi Buyer)

Analisis dan segmentasi

Terakhir namun tidak kalah pentingnya, melakukan analisis terhadap data yang telah diperoleh. Semua aspek harus “ter-cover”. Mulai dengan seberapa tertarik audiens dengan penawaran Anda, ataukah tidak tertarik? Bagian mana yang membuat mereka tidak tertarik? Apakah email autoresponder? Atau bagian penawaran produk? Atau bahkan sama sekali tidak tertarik? Anda perlu memetakan semuanya untuk mengetahui apa yang salah dan perlu diperbaiki.

Contoh sederhana berikut ini mungkin bisa menjadi referensi Anda. Ini adalah statistik dari hasil analisis yang dilakukan oleh AWeber:

Statistik analisis email marketing AWeber (https://blog.kissmetrics.com/beginners-guide-email-marketing/)

Setelah analisis dilakukan, terakhir Anda perlu adanya segmentasi pasar. Singkatnya, segmentasi adalah langkah “pengelompokan” audiens ke dalam kelompok-kelompok yang lebih spesifik. Gunanya? Agar strategi penawaran Anda lebih “tertarget” dan efisien. Karena semua orang tidak mungkin memiliki kebutuhan yang sama. Contoh segmentasi pasar, misalnya seperti ini:

  • Daftar Pelanggan (diambil berdasarkan daftar prospek)
  • Pembaruan Produk (diambil berdasarkan daftar pelanggan)
  • Daftar Email Harian (diambil dari daftar email mingguan atau bulanan)

(BACA JUGA: Smart Email Marketing: Cara Memperbanyak Email List 4x Lebih Cepat)

Intinya, segmentasi memudahkan Anda untuk melakukan “kerja cerdas”. Tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak dibutuhkan. Strategi yang tepat, untuk orang yang tepat, dan di waktu yang tepat. Semakin efisien, semakin baik.

Anda punya pertanyaan? Silakan tulis di kolom komentar atau diskusikan bersama kami.

Source: https://blog.kissmetrics.com/beginners-guide-email-marketing

Featured image: https://www.pexels.com

 

In this article

Join the Conversation