Bisnis Online Pasti Perlu Kemampuan Analytics, Kenapa?

Pemanfaatan data menjadi salah satu aspek yang sangat vital dalam dunia bisnis modern. Hal ini wajar mengingat semakin ketat dan mengglobalnya persaingan yang terjadi. Analytics mungkin adalah salah...

34 0
34 0
Bisnis Online Pasti Perlu Analytics

Pemanfaatan data menjadi salah satu aspek yang sangat vital dalam dunia bisnis modern. Hal ini wajar mengingat semakin ketat dan mengglobalnya persaingan yang terjadi. Analytics mungkin adalah salah satu terobosan terbesar yang terjadi di dunia bisnis saat ini. Penggunaan analytics sebagai tool untuk mengolah data seakan menjadi kemampuan wajib bagi para pelaku bisnis. Bahkan, perannya bisa menjadi malapetaka sekaligus hidayah” bagi bisnis online.

Benefit kemampuan analytic menurut Jason T Widjaya (https://www.quora.com/Why-analytics-is-important-for-your-business)

Proses analisis sangat tergantung dengan data. Penggunaan data untuk membuat produk yang dapat diterima oleh konsumen bisa jadi sebuah kartu as baru bagi para pelaku bisnis. Semakin banyak perangkat yang terhubung membuat kita kian mudah untuk mengumpulkan data. Tool yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data pun kian beragam. Lalu bagaimana peran vital analytics dalam sebuah perusahaan?

 

Memahami perilaku pengguna dan konsumen

Pada dasarnya, Analytics digunakan untuk memahami perilaku konsumen atau pengguna ketika sedang menggunakan sebuah produk. Dengan menggunakan Analytics, memungkinkan kita mengetahui fitur mana yang paling banyak diminati oleh para pengguna maupun sebaliknya. Dengan demikian kita dapat lebih mudah untuk menciptakan sebuah fitur tepat guna.

Memahami customer behaviour (https://www.slideshare.net/cheqala5626/chp-7-online-customer-behavior)

Selama lebih dari tiga puluh tahun, Analytics telah dimanfaatkan untuk menyusun strategi bisnis, pembuatan produk tepat guna, serta pengambilan berbagai keputusan dalam perusahaan. 

Berdasarkan data yang diperoleh, kita dapat membuat produk yang lebih sesuai dengan keinginan para konsumen. Cara ini bisa dibilang lebih efektif dan efisien dibandingkan menciptakan inovasi baru yang belum tentu benar-benar dibutuhkan oleh para pengguna.

 

Mengukur perkembangan produk

Melalui metode pengumpulan data seperti HXC serta berbagai riset lainnya, perusahaan akan mencoba mengetahui lebih banyak mengenai apa saja yang diharapkan oleh para pengguna terkait produk yang mereka buat. Data yang terkumpul tersebut kemudian digunakan untuk menambah, mengurangi, bahkan membuang fitur yang tidak dibutuhkan oleh pengguna. Buang jika tidak dibutuhkan, adopsi jika dirasa perlu.

(BACA JUGA: HXC Research: Taktik Bisnis Online Supaya Seluruh Layanan sebagai Habit Baru Customer)

Product development process (http://cetas-healthcare.com/new-product-development/)

Hasilnya, perusahaan dapat memantau perkembangan produk mereka, mengukur tingkat efektivitas sebuah fitur melalui feedback dari para pengguna, serta menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh para pengguna tanpa adanya spekulasi yang tidak perlu dan pemborosan sumber daya.

 

Membuktikan ide produk benar-benar bekerja

Pengujian terhadap sebuah produk atau fitur baru dapat dilakukan menggunakan berbagai cara, A/B Testing misalnya. Dengan menggunakan metode ini kita dapat membandingkan beberapa hasil dan mengetahui ide mana yang benar-benar bekerja. Metode ini biasanya dilakukan dengan cara meminta pengguna untuk menjalankan dua alternatif secara sukarela. Hasil pengujian kemudian dijadikan acuan untuk memutuskan alternatif terbaik yang perlu dikembangkan. 

(BACA JUGA: A/B Testing akan Menghasilkan Formula Penting bagi Kesuksesan Pebisnis Online)

Analisa A/B test (https://kb.mailchimp.com/campaigns/ab/about-ab-testing-campaigns)

Metode A/B Testing tidak harus dilakukan pada semua ide yang ada. Namun jika memang diperlukan, metode ini dapat menjadi solusi yang cukup jitu untuk mengambil keputusan yang bersifat penting, melibatkan risiko tinggi maupun biaya operasional yang besar. 

 

Mendukung pengambilan keputusan

Data memang bukan segalanya. Namun tidak dapat dimungkiri bahwa data dapat membantu kita dalam mengambil sebuah keputusan. Misalnya saja pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi, biasanya akan didasarkan pada pendapat para anggota. 

Hal yang sama juga berlaku dalam pengembangan sebuah produk. Sebuah fitur atau ide yang dinilai tepat guna belum tentu sesuai dengan data yang tercatat di atas kertas.

Pada era bisnis modern seperti saat ini, kita tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi. Terlebih karena banyaknya kompetitor yang kita hadapi serta kondisi pasar yang cenderung fluktuatif. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pengolahan data. Dengan menggunakan Analytics, memungkinkan sebuah perusahaan mampu mengambil sebuah keputusan dengan benar-benar tepat dan efektif bagi perkembangan produknya.

 

 

Source: 12

Featured image: Pexels.com

 

In this article

Join the Conversation