Cara Mencegah Tipuan Google Analytics untuk Memperoleh Data Valid bagi Bisnis

Analisis berpotensi pula sebagai “jurang kegagalan” bisnis online. Hampir sebagian besar aktivitas bisnis online sangat tergantung dengan tools. Salah satu tools paling sering dipakai yaitu Google Analytics. Data...

444 0
444 0
Mencegah Dark Traffic dari Google Analytics

Analisis berpotensi pula sebagai jurang kegagalan” bisnis online. Hampir sebagian besar aktivitas bisnis online sangat tergantung dengan tools. Salah satu tools paling sering dipakai yaitu Google Analytics.

Data bisa menjadi penipu” terbaik bagi pertumbuhan bisnis online. Apakah Anda sudah tahu itu?

Di artikel ini, saya akan bagikan beragam potensi statistik penipu” yang bikin bisnis online berjalan tanpa arah. Kenapa saya bilang tanpa arah? Setiap bisnis pasti memiliki goal atau minimal ke arah mana bisnis mereka berjalan. Statistik menjadi penuntun mereka. Sayangnya, beberapa data statistik malah cenderung menampilkan angka tanpa indikator yang tepat. Salah satunya…

 

Dark traffic seringkali memberi kebahagiaan semu

Dark traffic merupakan sumber trafik yang tidak terdeteksi oleh Google Analytics Anda. Jumlah angkanya masuk perhitungan, tetapi dari mana trafik tersebut datang masih abu-abu”. Oleh sebab itu, traffic ini disebut sebagai dark traffic.

(BACA JUGA: Pedoman SEO 2017: Google Bukan Satu-Satunya Sumber Trafik Potensial

Kasus ini dialami oleh TalkWalker, mereka menemukan 21% dari trafik yang datang ke situsnya merupakan dark traffic.

Fenomena dark trafik yang dialami oleh TalkWalker (talkwalker.com)

Apa yang dialami oleh TalkWalker pun terjadi pada Groupon. Namun, dari mana mereka berasal itu tidak teridentifikasi dengan baik. Groupon hanya bisa mengetahui bahwa 60% dari direct traffic situs mereka merupakan organic search

Bagaimana menyelesaikan permasalahan ini?

Anda gunakan layanan Google UTM Builder. Apa itu? Ini merupakan layanan dari Google untuk mendefinisikan dari mana sumber trafik datang. Silakan berkunjung ke Google UTM (ga-dev-tools.appspot.com/campaign-url-builder).

(BACA JUGA: Digital Marketing: Paid Search vs Organic Search)

 

Trafik dari social referral sangat penting untuk dimonitor

Sosial media merupakan sumber trafik paling potensial di era saat ini. Umumnya, trafik dari media sosial hanya terdeteksi sebagai referral source oleh Google Analytics. Tentu, informasi tersebut masih sangat kurang jelas bagi Anda. 

Berasal dari social media yang mana? Itulah pertanyaan besar yang perlu Anda jawab. Kasus ini sudah muncul sejak 2014. Bahkan, di tahun 2018 pun masih terulang. Sama seperti subbab di atas, Anda kondisikan supaya URL tersebut sudah didesain sedemikian supaya bisa diidentifikasi oleh Google. Caranya masih tetap sama, memakai Google UTM. Namun, bagi pengguna Facebook ada alternatif lain, yaitu Facebook URL builder. Contohnya:

Google utm builder (neilpatel.com)

Upaya ini terbilang efektif untuk mengetahui sumber trafik situs bisnis. Untuk memudahkan, silakan menuliskan campaign apa dan tanggal berapa Anda membuatnya. 

 

Jangan sombong bila melihat jumlah visitor yang membludak

Kesombongan akan membutakan Anda. Salah satunya soal statistik ini. Umumnya, pemilik situs merasa bangga dengan jumlah viewers. Namun, lupa dengan data bounce rate situs. Misalnya seperti ini:

Data visitor dan bounce rate yang setara (megalytic.com)

Kondisi demikian tidak menggambarkan pertumbuhan yang sehat. Sebaliknya, ini tanda bahwa ada yang salah dengan situs bisnis. Jumlah visitor menandakan bahwa campaign digital sukses menarik minat para pengunjung untuk datang. Namun, dalam sekejap mereka pun pergi dari situs.

Apa yang salah dari situs Anda?

Cobalah melakukan analisis secara cermat tehadap bisnis. Semakin cermat proses analisis, semakin tepat penyelesaian yang perlu dilakukan. Jangan sampai Anda bangga dengan jumlah pengunjung banyak dan bounce rate yang sama banyaknya.

(BACA JUGA: Memperoleh 200k Pengunjung Blog Menggunakan Google AMP)

Proses analisis memang sangat dibutuhkan oleh bisnis online. Pemilihan tools akan menjadi salah satu upaya terbaik. Namun, hal itu akan berubah jadi musibah tanpa ada kecermatan” dalam melihat data. Selidiki kembali setiap sumber trafik pengunjung situs, jangan bangga hanya dengan melihat angka-angka besar saja.

 

 

References: 123

Featured image: Pexels.com

In this article

Join the Conversation