Efektivitas Media Sosial bagi Brand Bisnis (Panduan Analisis)

Setiap bisnis pasti berharap bisa melebarkan sayapnya. Keinginan tersebut bisa terealisasi dengan mudah melalui media sosial, yang notabene tren penggunaannya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Saya kutip...

360 0
360 0
Efektivitas Social Media bagi Brand

Setiap bisnis pasti berharap bisa melebarkan sayapnya. Keinginan tersebut bisa terealisasi dengan mudah melalui media sosial, yang notabene tren penggunaannya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Saya kutip dari situs statista.com, berikut penetrasi pengguna media sosial di Indonesia:

Pengguna media sosial di Indonesia hingga 2022 (statista.com)

Potensi yang amat besar tersebut sangat sayang apabila diabaikan begitu saja. Namun, terlalu fokus tanpa mengetahui bagaimana cara mengoptimalisasinya pun juga riskan. Berikut ini saya beri ilustrasi bagaimana melihat efektivitas digital campaign Anda terhadap perkembangan akun media sosial bisnis.

(BACA JUGA: Efektivitas Social Media Campaign: Persentase dan Data Statistik)

 

Cermati waktu yang tepat untuk berinteraksi dengan audience

Waktu yang tepat akan menciptakan kesan tersendiri bagi audiens. Lebih lebih, setiap campaign Anda pun akan memperoleh tanggapan optimal dari audiens. Umumnya, momen tepat untuk mendistribusikan konten marketing yaitu di harihari besar. Misalnya, Lebaran, Natal, tahun baru, dan atau hari-hari besar lainnya. Bisa pula, Anda buat konten khusus yang dipublikasikan di setiap akhir pekan. Konten ringan dan menyegarkan di hari libur berpotensi mendapat atensi lebih besar dari audiens. 

(BACA JUGA: Menangani Ledakan Customer pada Libur Natal dan Tahun Baru)

Nah, cara termudah dalam mengetahui di hari apa para customer ter-engage oleh konten Anda, silakan cermati ini:

Bila menggunakan Facebook, silakan praktikkan analisis waktu dengan cara seperti ini: 

Analisis waktu di Facebook (id.techinasia.com)

Sedangkan ini, Anda terapkan di media sosial Instagram. Pastikan jangan salah mengikuti panduannya:

Analisis waktu di Facebook (id.techinasia.com)

Terakhir, lakukan hal sama pada akun Twitter Anda. Caranya mirip dengan dua platfrom media sosial sebelulmya:

Analisis waktu di Twitter (id.techinasia.com)

 

Kenali dengan baik demografi audiens

Pengenalan terhadap demografi audiens akan membantu Anda dalam proses produksi konten. Informasi demografi akan memberi insight bagi tim untuk mendesain atau menulis konten yang “audiens banget”.

Di tengah persaingan content marketing seperti saat ini, atensi audiens menjadi rebutan banyak brand bisnis. Itu mengapa, mayoritas brand bisnis cenderung memproduksi konten yang wah” atau nyentrik” banget supaya atensi audiens tertuju pada mereka. 

Apabila Anda menggunakan Facebook, silakan ikuti panduan ini:

Analisis demografi Facebook (id.techinasia.com)

Sedangkan untuk platform Instagram, Anda bisa ikuti step by step seperti di bawah ini:

Analisis demografi Instagram (id.techinasia.com)

Di samping itu, Twitter pun memiliki layanan yang sama soal analisis demografi. Coba kunjungi halaman analytics.twitter.com. Berikutnya, klik Brand Hub dan Audience Insights:

Analisis demografi Twitter (id.techinasia.com)

 

Ketahui seperti apa reaksi audiens

Selain dua hal tadi, masih ada perilaku audiens yang perlu Anda cermati lagi yaitu reaksi. Setiap konten sudah diunggah, apa reaksi audiens terhadap konten tersebut. Tentu sangat beragam, tetapi secara umum reaksi cenderung untuk:

  • Like post 
  • Comment
  • Share atau reaksi lain yang bermakna sama

Setiap perilaku menjadi penanda kualitas konten dan konsep campaign. Semakin banyak tanggan, (umumnya) dianggap sebagai sebuah keberhasilan campaign. Untuk mengetahui soal makna dari setiap reaksi audiens, Anda bisa membaca artikel saya sebelumnya soal metrik keberhasilan media sosial ini.

(BACA JUGA: Social Media Analytics: 4 Metrik Penentu Keberhasilan Instagram Marketing)

Facebook menjadi media sosial paling bagus dari sisi pertumbuhan. Tak ayal, Anda mesti menggunakannya untuk menjangkau” segmentasi bisnis dari rentang usia 20 hingga 30.an. Sedangkan twitter dan Instagram memiliki karakternya masing-masing. Secara general, rentang usia penggunanya sama seperti Facebook.

Berikut ini adalah cara bagaimana mengukur atau melihat reaksi audiens selama campaign berlangsung:

Analisis reaksi dari 3 media sosial terpopuler di Indonesia (id.techinasia.com)

 

 

References: 12

Featured image: Pexels.com

 

In this article

Join the Conversation