Rekomendasi Bisnis Digital 2018: Knowledge Commerce yang Akan Menggeser Bisnis “Pendidikan” Konvensional

Bisnis “pengetahuan” memang “empuk”. Anda tidak lagi perlu mengurus berbagai izin hanya untuk membuka gedung pendidikan, bahkan universitas. Potensi akan kesuburan bisnis ini semakin membaik. Dari waktu ke...

1060 0
1060 0
Rekomendasi Bisnis Digital 2018

Bisnis pengetahuan” memang empuk”. Anda tidak lagi perlu mengurus berbagai izin hanya untuk membuka gedung pendidikan, bahkan universitas. Potensi akan kesuburan bisnis ini semakin membaik. Dari waktu ke waktu, peluangnya berbuah positif. 

Berdasarkan pemaparan dari researchandmarkets.com, industri Knowledge Commerce diperkirakan akan mencapai $325 miliar pada tahun 2025. Bahkan, laporan dari Research and Markets memprediksi bahwa pasar ini akan tumbuh 7% di dekade berikutnya.  

 

Budaya digital mengubah habitat pola belajar manusia

Di Indonesia, tempat untuk mengunduh” ilmu masih terpusat di universitas, sekolah formal, hingga lembaga pendidikan swasta (misalnya, tempat les). Kondisi ini sepertinya terlihat stagnan. Namun, beberapa tahun ke depan semua itu akan berubah drastis. Di Indonesia mulai bermunculan situs knowledge commerce yaitu:

  • RuangGuru
  • HarukaEdu
  • Squline
  • PesonaEdu
  • Zenius
  • WardayaCollege
  • Kelase
  • GoeSmart, dan masih banyak yang lain

Potensi sekumpulan situs tersebut menjadi universitas daring amat besar. Apalagi, penetrasi pengguna internet di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini yang membuat semakin banyak jumlah situs berbagai pengetahuan”. Budaya digital memiliki pengaruh besar terhadap fenomena ini.

(BACA JUGA: Prinsip Business Objectives: Cara Berbisnis yang Sukses di Era Online Digital)

Demografi pengguna internet di Indonsia (khsnndzf.wordpress.com)

Para pengguna internet pun semakin addicted dengan ponsel cerdas. Bilamana para pelaku bisnis knowledge” mampu mengadaptasi platformnya sedemikian rupa, maka sekolah” seakan berada di saku setiap orang. Jelas, ini adalah peluang sangat besar. 

 

Perilaku customer sangat bisa dikondisikan (sesuai kebutuhan industri)

Subtopik di atas agak sedikit kasar”, tetapi kenyataannya memang seperti demikian. Saya, Anda, dan sebagian besar pengonsumsi koneksi internet sangat mengandalkan blog review, Instagram, dan Twitter sebagai validasi informasi. Akibatnya, fenomena influencer di beragam channel tersebut pun menggejala.

(BACA JUGA: Panduan Menyukseskan Social Influencer Marketing Campaign)

Data soal efektivitas bisnis influencer (socialmediaexaminer.com/new-research-reveals-paid-social-media-effectiveness)

Kasarnya, apa pun yang dikatakan oleh para influencer pasti akan dipercaya oleh follower. Kondisi ini menjadikan peluang bisnis digital semakin terbuka, termasuk knowledge commerce“. Pengolahan sikap dan topik pembahasan dari influencer yang tepat akan berimbas positif pada bisnis Anda. Asalkan, Anda sudah mencermati terlebih dulu soal relevansi dan influencer target. 

(BACA JUGA: Bagaimana Meningkatkan Keuntungan Bermodal Review Customer?)

 

Produk apa saja yang bisa menghasilkan uang melalui knowledge commerce?

Supaya tidak terlalu mengambang soal konsep bisnis ini, saya akan berikan beberapa produk atau layanan yang berpotensi menjadi sumber mata pencahariannya, di antaranya:

  • Online Course. Layanan ini menggunakan media text, audio, video, atau checklists untuk berbagi pengetahuan kepada customer Anda. 
  • Ebooks. Buku elektronik merupakan bentuk digital dari buku konvensional. Ebooks dan whitepaper akan menjadi produk paling sering diburu oleh customer. Akan lebih menguntungkan lagi bila Anda memakainya untuk meningkatkan lead generation
  • Classrooms. Ini yang sedang marak saat ini, kelas online. Anda menyediakan sebuah halaman khusus dimana sang mentor bisa berinteraksi dengan student pada waktu yang sama, layaknya pengajaran di ruang kelas. Secara bersama-sama, seluruh student yang terdaftar akan menerima informasi yang sama dari satu mentor. Formatnya pun lebih fleksibel. Customer bisa menyesuaikan kapan waktu luang untuk mengikuti kelas dan kesediaan mentor. 
  • Memberships. Sumber pemasukan bisa pula melalui membership. Skemanya, para customer perlu berlangganan selama beberapa bulan. Keuntungannya, mereka bisa mengakses beragam informasi, referensi, hingga dokumen soal bahan ajar situs. Apabila mereka berhenti berlangganan, maka hak akses tersebut dicabut dari customer bersangkutan.
  • Webinar. Cara terakhir untuk menghasilkan penghasilan dari bisnis knowledge commerce yaitu webinar. Untuk menyukseskan hal ini, Anda perlu mengadakan sesi Q&A. Nantinya, seluruh jawaban akan dibagikan kepada customer Anda melalui email atau dashboard akun mereka.

So, segerakan membangun knowledge commerce Anda. Pastikan bisnis model dari bisnis ini sudah jelas dan bersifat operasional (bukan sekedar asumsi atau teoretis).

(BACA JUGA: Pengetahuan Membuat Content Marketing yang Diabaikan)

 

 

References: 123

Featured image: Pexels.com

In this article

Join the Conversation