Pengaturan Social Media Calendar sehingga Bisnis Online Menjadi Hotnews di Media Sosial

Alokasi bujet untuk digital advertising seringkali “menembus batas”. Fenomena ini dari tahun ke tahun semakin menjadi-jadi. Dibanding iklan televisi, pertumbuhan budget online advertising hampir setara. Nominal alokasi bujet...

36 0
36 0
Social Media Calendar

Alokasi bujet untuk digital advertising seringkali menembus batas”. Fenomena ini dari tahun ke tahun semakin menjadi-jadi. Dibanding iklan televisi, pertumbuhan budget online advertising hampir setara.

Nominal alokasi bujet iklan televisi Vs daring (id.pinterest.com/pin/81909286942551158)

Bermodalkan bujet sebegitu banyak, belum tentu online marketing Anda berhasil lho. Kadang kala, target impression dari iklan tidak tercapai. Kondisi ini rata-rata dikarenakan minimnya pengetahuan pebisnis soal tata kelola online marketing.

 

Buat goal bulanan di setiap channel

Ini merupakan langkah awal Anda untuk memulai online campaign. Buat tabel seperti ini:

Kerangka tabel untuk menyukseskan social media marketing (socialmediaexaminer.com)

Seperti yang Anda lihat, tabel tersebut memiliki beberapa kategori goal yaitu:

  • Content
  • Followers
  • Traffic
  • Subscribers
  • Sales

Kelima goal ini akan menjadi acuan utama proses eksekusi campaign Anda. Apabila tahap ini sudah selesai, lanjut ke bagian kedua.

 

Produksi jenis konten yang beragam

Rancangan goal sudah dibuat, lanjut ke tahap produksi content marketing. Meski konten hanya diperuntukkan di channel media sosial, Anda tetap perlu memproduksi konten yang variatif. Misalnya ini:

  • Blog posts
  • Quotes and motivation
  • Product promotions
  • Holidays
  • User-generated content
  • Events and announcements

(BACA JUGA: Kenapa Tidak Coba Pemasaran User-Generated Content? Lebih Efektif Dibanding Cold Calling atau Native Ads)

Enam jenis konten tersebut patut diproduksi supaya audience tidak bosan dengan akun bisnis Anda. Namun, tidak semua konten tersebut cocok bagi bisnis Anda. Coba perhatikan kembali segmentasi bisnis Anda. Lalu, pilih jenis konten yang favorit menurut mereka.

Langkah berikutnya, silakan membuat spreadsheet seperti di bawah ini:

Contoh spreadsheet pada proses produksi content marketing (socialmediaexaminer.com)

Supaya mempermudah, bedakan antara satu kolom dengan kolom lainnya menggunakan warna. 

 

Buat kronologi eksekusi di Google Calendar

Selesai membuat tabel di atas, saatnya Anda mengisi schedule post berdasarkan hari. Untuk melakukan ini, buat kronologi post seperti ini:

Schedule post media sosial di Google Calendar (socialmediaexaminer.com)

Apabila sudah, langkah berikutnya yaitu menambahkan konten ke dalam Google Calendar tersebut. Tujuannya, Anda tahu konten seperti apa yang perlu di-publish di hari tersebut. 

Memasukkan tipe konten ke Google Calendar (socialmediaexaminer.com)

Apabila semua sudah siap, selanjutnya proses produksi konten. Anda bisa memakai beragam tools untuk membuat konten lebih atraktif dan sesuai dengan target bisnis Anda. Salah satunya dengan promorepublic.com atau relaythat.com

(BACA JUGA: Kumpulan Tools untuk Produksi Content Marketing Text)

Selain kedua tools di atas, gunakan tools semacam Canva untuk memproduksi konten pemasaran yang efektif. Ingat, setiap segmen memiliki jenis content marketing yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perhatikan kembali selera” konten pemasaran buatan Anda. 

Selesai memproduksi, silakan distribusikan konten berdasarkan strategi tertentu. Beberapa di antaranya seperti yang sudah saya tuliskan di sini. Cermati dan praktikkan secara konsisten. 

 

Lakukan monitoring terhadap semua content marketing

Selepas didistribusikan, tugas Anda belum usai. Ada satu hal lagi yang perlu dilakukan, yaitu monitoring. Tujuan aktivitas ini supaya Anda tahu performa content marketing. Efektivitas online marketing tergantung dengan monitoring konten. Selain itu, Anda pun bisa meningkatkan efektivitas produksi konten. Lihat tabel berikut:

Monitoring performa konten (socialmediaexaminer.com)

Label di bagian atas bisa dikondisikan berdasarkan channel media sosial yang Anda gunakan, tidak harus Pinterest saja. Proses monitoring ini bisa pula menggunakan ragam tools yang tersedia, tidak manual seperti demikian. 

(BACA JUGA: 5 Social Media Monitoring Tools Terbaik untuk Memantau Brand Anda)

Namun, akan lebih baik bila monitoring dilakukan secara kombinasi. Apabila tertarik beriklan di media sosial tetapi masih bingung mengenai alur dan cara menganalisisnya, hubungi kami di halaman ini.

 

 

Source:

https://www.pexels.com/

https://www.socialmediaexaminer.com/how-to-create-social-media-calendar-template-marketers/

In this article

Join the Conversation