[Case Study] Meski Dicerca Customer, Strategi Online Marketing Redmi 5A Merupakan Taktik Terbaik

Apakah karyawan Anda tertarik dengan produk Xiaomi terbaru ini? Redmi 5A merupakan ambisi “gila” pabrikan Xiaomi. Kenapa saya bilang gila? Karena mereka menjual produk dengan harga produksi.  Pendapat...

651 0
651 0
Strategi Online Marketing

Apakah karyawan Anda tertarik dengan produk Xiaomi terbaru ini? Redmi 5A merupakan ambisi gila” pabrikan Xiaomi. Kenapa saya bilang gila? Karena mereka menjual produk dengan harga produksi. 

Pendapat CEO Xiaomi terkait harga produk terbaru yang murah meriah (inet.detik.com)

Bagi customer, cara seperti membuat mereka tersenyum”. Namun, bagaimana dan kenapa Xiaomi pun ikut tersenyum? Keuntungan seperti apa yang mereka dapatkan?

 

Pertumbuhan pengguna yang cepat dan luas adalah targetnya

Bisa dibilang, Redmi 5A dijadikan ‘tumbal’ oleh Xiaomi. Sejak awal kemunculannya, Xiaomi menjadi kuda hitam” di bisnis ponsel pintar. Mereka memiliki upaya khusus” supaya diterima dan mengalahkan para kompetitor. Beberapa upaya mereka yaitu:

  • Tak menggunakan iklan
  • Dijual secara online
  • Jumlah produksi terbatas
  • Memiliki banyak mitra
  • Memiliki 2 varian saja

Taktik ini berimbas pada harga jual produk Xiaomi. Dibanding para kompetitor, produk Xiaomi jauh lebih murah. Padahal spesifikasinya sama. Inilah mengapa, merk Xiaomi sangat cepat dikenal di Indonesia.

Prinsip pemasaran daring Xiaomi tidak jauh dari konsep growth hacking menurut Alexander Kesler (kontributor searchenginejournal.com), yaitu be accessible.

(BACA JUGA: Growth Hack: Shortcut bagi Pebisnis Online Meraih Profit dalam Setahun)

Sudah diketahui banyak kalangan, Xiaomi merupakan pabrikan yang tidak mau keluar banyak duit untuk pemasaran. Oleh sebab itu, mereka menggandeng ecommerce dan pihak lain sebagai pemasar produknya”. Pada Redmi 5A, Xiaomi bekerja sama dengan Lazada, Erafone, dan Indosat Ooredoo. Cara ini cukup ampuh untuk memangkas biaya pemasaran. Di sisi lain, para customer pun lebih mudah menemukan produk bersangkutan.

Campaign flash sale produk Redmi 5A (lazada.co.id)

Sistem penjualan melalui ecommerce dan Erafone menjadikan setiap produk Xiaomi terdistribusi dengan baik kepada customer. Sayangnya, proses distribusi tersebut sedang dibuat macet” oleh pihak Xiaomi dan pihak kedua. Alasannya?

 

Social selling menjadi senjata utama Xiaomi

Tidak seperti para produsen lain yang menjual smartphone melalui counter hape, Xiaomi memilih menjual produknya (Redmi 5A) melalui ecommerce. Jelas, cara ini lebih luas untuk menjangkau para calon customer-nya. 

Ilustrasi keuntungan menjual produk di ecommerce (amazingecommerce.wordpress.com)

Pada kasus Redmi 5A, daya jangkau yang diinginkan oleh Xiaomi bukan penyebaran produk Redmi 5A yang luas, melainkan terdistribusinya merk Xiaomi” di telinga para customer. Caranya? Melalui flash sale dan harga jual rendah. 

Media yang membahas Xiaomi Redmi 5A (Google.com)

Sebagian besar media lantas membahas soal Xiaomi. Selain itu, para customer yang berhasil mendapatkan produk Redmi 5A pun tak segan bercerita ke kawan, keluarga, bahkan rekan kerja. Fenomena ini secara otomatis melambungkan nama Xiaomi di dunia maya (media sosial dan mesin pencari).

(BACA JUGA: Menyibak Digital Marketing Strategy untuk Bisnis Online Ala Xiaomi)

Fenomena social selling yang terjadi pada Redmi 5A (marketingthink.com/category/social-selling)

Selain itu, adanya flash sale dan harga rendah menjadikan banyak calon customer tertarik dengan brand Xiaomi. Upaya yang dilakukan Xiaomi sendiri bukan tanpa alasan. Di pasar ponsel pintar Indonesia, mereka kalah jauh dengan Samsung dan Smartfren.

Persentase market share vendor smartphone di Indonesia (statista.com/statistics/516302/indonesia-smartphone-shipments-vendor-market-share)

Di tahun 2017, Xiaomi mulai memiliki kekuatan. Setidaknya, mereka memegang 6% market share pasar ponsel pintar di Indonesia. Sayangnya, di tahun 2017 ke bawah, mereka tidak terdengar sama sekali. Kalah jauh dibanding Smartfren yang notabene bukan produsen smartphone. 

Banting harga dan jual di harga produksi bisa jadi tak menguntungkan bagi merk smartphone lain. Namun, tidak demikian dengan konsep berpikir Xiaomi. Strategi ini meringankan beban mereka dari sisi pemasaran produk. Cukup menjual produk seharga biaya produksi, mereka bisa mempraktikkan digital marketing efektif dan meluas.

(BACA JUGA: Brand Value: Cara Marketing Online agar Harga Jual Tetap Tinggi)

 

 

Source: 1234

In this article

Join the Conversation