Brand Value: Cara Marketing Online agar Harga Jual Tetap Tinggi

Beberapa menit sebelum menulis, saya tertarik dengan postingan Facebook Presiden Joko Widodo. Bukan soal politik, melainkan ini: Unggahan Joko Widodo soal brand value (Facebook.com) Bagaimanapun juga, bisnis di...

174 0
174 0
Brand Value

Beberapa menit sebelum menulis, saya tertarik dengan postingan Facebook Presiden Joko Widodo. Bukan soal politik, melainkan ini:

Unggahan Joko Widodo soal brand value (Facebook.com)

Bagaimanapun juga, bisnis di era digital sangat butuh cakupan resonansi merk yang luas. Semakin meluas, semakin bagus bagi kelangsungannya di masa depan. Selain yang disebutkan pak Jokowi di atas, ada beberapa bisnis lain yang tumbuh berkat brand value:

Salah satu merk dengan resonansi yang optimal yaitu Apple. Kondisi ini tampaknya sudah pasti akan terjadi (sejak awal Apple lahir), mengingat fokus Steve Jobs kala itu adalah

Kutipan ucapan Steve Job soal pemasaran dan value di dalamnya (https://www.forbes.com/sites/steveolenski/2015/09/15/brand-value-what-it-means-finally-and-how-to-control-it/#36f427c413b2)

Pemasaran bukan cuma urusan menjual dan meraup untung dari customer. Melainkan, bagaimana memuaskan customer melalui pelayanan atau produk Anda. Apabila mereka terpuaskan dengan adanya Anda”, maka mereka tak segan melakukan repeat order. Proses membangun brand value dimulai dari internal bisnis Anda, di antaranya:

Proses pembangunan brand value yang berdasarkan kondisi internal bisnis (unltd.org.uk/portfolio/4-6-developing-your-marketing-strategy-and-marketing-plan)

Apabila Anda ingin membangun brand value bisnis dengan daya jangkau resonansi yang cukup luas, coba ikuti beberapa cara ini:

 

Jangan lagi menggunakan pricing strategy! Awali bisnis dengan unique value proposition yang kuat

Pricing strategy adalah taktik yang paling sering dipakai oleh pebisnis. Entah itu luring atau daring. Sayangnya, teknik ini akan menemui titik buntu” ketika para kompetitor hobi membanting harga” pasaran. 

Ini yang saya dapat dari situs Freelance (luar negeri atau Indonesia). Fenomena ini sering disebut sebagai price war (perang harga). Di semua segmen bisnis, kondisi ini pasti akan terjadi. Oleh sebab itu, beralihkan dari taktik ini dan pakai UVP untuk menarik minat customer

Definisi UVP (https://unbounce.com/conversion-glossary/definition/unique-value-proposition/)

UVP atau unique value proposition merupakan cara menjual produk berdasarkan kebutuhan customer. Menurut Michael Skok dari forbes.com, UVP sangat bisa dibangun bila seorang pebisnis mau mencari tahu masalah calon customer-nya (segmen bisnis). Namun bagi conversionxl.com, hal tersebut masih kurang spesifik. Menurutnya, setiap pelaku bisnis harus mampu:

Definisi UVP menurut conversionxl.com (conversionxl.com)

UVP adalah pondasi utama bagi Apple saat membangun merk bisnis. Mereka tidak bermain harga”, melainkan memberi solusi dan sekaligus harapan bagi customer.

 

Seluruh perkembangan produk berdasar user experience, bukan hipotesis atau bahkan asumsi

User experience atau pengalaman pengguna (customer) akan jadi pedoman kuat dalam proses pengembangan produk. 

(BACA JUGA: Customer Experience: Cara Men-Shortcut Kepuasan Pelanggan Supaya Lebih Cepat)

Istilah user experience sendiri masih” terlalu awam di bidang digital advertising. Yang ada, ia lebih sering masuk kategori web development atau web design. Padahal, ia pun bisa dimasukkan ke dalam teknik pemasaran daring.

Konsep user experience yang bisa dimanfaatkan di dalam pemasaran daring (slideshare.net/NigelHudson1/user-experience-for-enterprise-57666565)

Upaya optimasi pengalaman pengguna (customer) akan ikut andil dalam merk bisnis. Dan, taktik ini pula yang dipakai oleh Apple. Dimana…

Apple doesn’t view PCs as competition. Where others focus on a single killer feature through a variety of content marketing, Apple focuses on the entire product, and it shows.

Bagaimana cara memperoleh user experience result?

Ada beragam cara untuk mendapatkannya. Salah satunya dengan clarity metric. Saya sudah menjelaskan ini di artikel sebelumnya, silakan dipelajari lebih lanjut. Setelah data dan fakta UX ini diperoleh, terapkan itu ke dalam proses pengembangan produk. 

 

Source:

Featured image: Pexels.com

123

In this article

Join the Conversation