Menangani Ledakan Customer pada Libur Natal dan Tahun Baru

Biasanya, saya membahas mengenai bagaimana memasarkan produk secara online. Mulai dari teknis, konsep, prinsip, hingga studi kasus dari beberapa bisnis terkait. Namun, tidak untuk kali ini.  Bagaimana kalau...

122 0
122 0
Me-manage ledakan customer di libur natal dan tahun baru

Biasanya, saya membahas mengenai bagaimana memasarkan produk secara online. Mulai dari teknis, konsep, prinsip, hingga studi kasus dari beberapa bisnis terkait. Namun, tidak untuk kali ini. 

Bagaimana kalau jumlah customer meningkat secara mendadak” hanya dalam 5 hari? Tidak percaya? 

Saya kutip dari situs globalnews.ca, jumlah pengeluaran individu dalam momen Natal dan tahun baru sebesar 1% dari total penghasilannya dalam setahun. Artinya, bila total penghasilan sejumlah 100 juta per tahun, maka jumlah pengeluaran sebesar 1 juta (hanya dalam waktu 5 hari). 

Bahkan, situs pwc.com mencatat bahwa pengeluaran bisa mencapai $1.507 di libur Natal dan tahun baru.

Jumlah pengeluaran di masa libur natal dan tahun baru (pwc.com/ca/en/industries/retail-consumer/2017-holiday-outlook-canadian-insights.html)

Diketahui, uang sebanyak itu mayoritas dialokasikan untuk membeli produk di:

Lokasi pembelian produk di libur natal dan tahun baru (pwc.com/ca/en/industries/retail-consumer/2017-holiday-outlook-canadian-insights.html)

Fenomena ini dilatarbelakangi oleh tiga karakteristik customer di era informasi, yaitu:

  • dorongan rasa ingin tahu (curiousity) yang tidak terbendung
  • tuntutan (demanding) sosial yang terasa nyata akibat fenomena gaya hidup di media sosial
  • sikap individu yang lebih tidak sabar (impatient) saat menginginkan sesuatu

Dari sekian potensi tersebut, sudahkah Anda mempersiapkan diri? Berikut ulasan mengatasi” fenomena belanja di libur akhir tahun.

(BACA JUGA: Berminat Bisnis e-Commerce? Pahami dan Terapkan Taktik Marketplace Besar Ini)

 

Informasi yang cepat dan relevan akan membuat customer singgah

Beri calon customer wadah informasi yang cepat dan relevan untuk diakses. 

Saya kutip dari data Google dan Ipsos Connect, 67% pengguna smartphone tidak mempedulikan siapa penyedia informasi. Yang mereka inginkan, informasi yang disediakan relevan dengan kebutuhannya. 

Artinya? 

Loyalitas customer sangat mungkin dibangun dengan meningkatkan kualitas informasi. Adapun jenis informasi yang mereka butuhkan di antaranya:

  • Lokasi membeli. Customer ingin memastikan lokasi produk idaman supaya tidak banyak membuang waktu.
  • Tur virtual. Meski sudah tahu (lokasi belanja), customer cenderung ingin melihat secara langsung” isi toko melalui video YouTube.
  • Alternatif merek. Apabila produk yang akan ia beli masih belum meyakinkan, mereka tidak segan mencari produk dari brand lain. Tujuannya? Produk terbaiklah yang akan ia peroleh. 

Khusus bagi bisnis ecommerce, aspek terpenting selain informasi tadi yaitu kepastian waktu pengiriman barang. 

Supaya barang diterima tepat waktu, customer tidak segan beralih ke toko offline. Oleh sebab itu, pastikan Anda membuat skema pengiriman produk yang terjamin” sehingga diterima customer pada momen pas. 

(BACA JUGA: Belajar dari Shopee: Customer Loyalty Sangat Penting)

 

Mainkan taktik psikologi dengan prinsip time limit (keterbatasan waktu)

Permainan time limit akan mendorong customer melakukan buying decision. Apabila tidak mengenakan taktik time limit, proses ini akan terilustrasi seperti di bawah ini:

Lokasi pembelian produk di libur natal dan tahun baru (pwc.com/ca/en/industries/retail-consumer/2017-holiday-outlook-canadian-insights.html)

Di momen ini (libur akhir tahun), waktu yang tersedia bagi customer hanya 5 hari. Artinya, proses panjang pada buying decision ini perlu dipersingkat. Oleh sebab itu, maksimalkan 5 hari tersebut untuk menarik” minat belanja customer secara cepat dan efektif. Caranya?

Sediakan beberapa informasi ini di toko Anda:

  • Ketersediaan produk selama libur akhir tahun (jangan lupa menyematkan label limited“)
  • Di lokasi mana produk-produk tersebut tersedia. Apabila online, beri URL-nya. Apabila toko offline, lengkapi alamat toko.
  • Jam operasional toko. Jangan menambah jam operasional, hal ini akan merusak citra prinsip time limit“. Cukup informasikan pada jam berapa toko beroperasional. Bila produk bisa dikirim, perjelas skema pengiriman ke alamat customer.

Dari dua taktik yang sudah saya jelaskan tadi, mana yang ingin Anda coba terlebih dulu? Mau bisnis meraup omset 200 juta/bulan di akhir tahun? Konsultasikan bisnis Anda melalui halaman ini

 

 

Source: 1234

Featured image: Pexels.com

In this article

Join the Conversation