Mencermati Last Touch Attribution bagi Kelangsungan Bisnis Online Jangka Panjang

Last touch attribution baru saya dengar pagi ini. Sebelum menulis sebuah artikel, saya biasakan untuk mencari insight mengenai bisnis daring. Dan, saya tersandung oleh artikel dengan topik ini. ...

218 0
218 0
Last Touch Attribution

Last touch attribution baru saya dengar pagi ini. Sebelum menulis sebuah artikel, saya biasakan untuk mencari insight mengenai bisnis daring. Dan, saya tersandung oleh artikel dengan topik ini. 

Apabila dirunut dari awal, istilah last touch attribution erat kaitannya dengan layanan Google Analytics. Segala fitur di dalam layanan ini memang sangat kompleks. Saking kompleksnya, banyak pelaku bisnis daring tak segan” untuk menggunakan beragam fitur di dalamnya. 

Di sisi lain, bagi mereka yang sudah awam dengan tools ini, istilah last touch attribution menjadi penyegar” atas segala situasi tak menyenangkan di kolom dashboard Google Analytic. Bukan soal tampilannya, melainkan hasil analisa yang tak sesuai ekspektasi. Ratusan leads masuk, tetapi tidak ada conversion yang terjadi. 

(BACA JUGA: 3 Tools Internet Marketing untuk Memahami Calon Customer)

 

Apa itu Last Touch Attribution?

Supaya lebih jelas, silakan perhatikan ini:

Pengertian last touch attribution (Google.com)

Yang intinya, last touch attribution merupakan atribusi terakhir dalam pemasaran digital sebelum mencapai target result. Misalnya: bila target Anda yaitu customer menekan tombol klik, maka last touch attribution merupakan atribusi yang terletak di belakang (persis). Ilustrasinya seperti demikian:

Ilustrasi last touch attribution (salesforce.com/blog/2017/03/track-salesforce-campaign-shadow-wolf.html)

Konsep last touch attribution fokus pada pos” mana yang akan menjadi pendaratan” customer sebelum ia melakukan apa yang Anda harapkan. Optimasi atribusi ini akan berimbas pada efektivitas digital advertising bisnis. 

(BACA JUGA: Perhatikan Metrik Ini Saat Mengukur Performa Digital Advertising Campaign Anda)

Analoginya seperti demikian:

Anda melakukan campaign digital secara masif, entah itu melalui iklan premium di mesin pencari atau media sosial atau campaign natural melalui artikel dan branding image medsos. Seluruh biaya dan tenaga sudah dialokasikan secara seksama. Namun, kenyataan berkata lain. Customer Anda kebanyakan masuk ke situs bisnis dengan cara direct (tidak melalui campaign Anda). Artinya, campaign yang Anda lakukan ada yang salah. Conversion malah terjadi tanpa perlu campaign.

Ilustrasi last touch attribution (salesforce.com/blog/2017/03/track-salesforce-campaign-shadow-wolf.html)

Logikanya, setiap campaign harus melalui beberapa tahap. Seperti demikian misalnya:

 

Alur conversion funnel yang ideal (saat taktik last touch attribution tak perlu dipakai)

Seperti ilustrasi sebelumnya, bisnis online memiliki prinsip dasar dalam menarik customer menjadi pelanggan. Ada tahap demi tahap yang perlu dicermati dan dilalui. Mulai dari…

  • pemahaman customer terhadap masalah mereka, 
  • ketertarikanya untuk menemukan solusi atas masalah,
  • membanding alternatif solusi yang sudah tersedia,
  • pemilihan aksi” customer sebelum ia memperoleh provit dari alternatif solusi yang dipilih

Perjalanannya cukup panjang bukan? Konversi dari calon customer menjadi customer memang sedikit membutuhkan upaya dan waktu. Oleh sebab itu, setiap tahap di dalam digital campaign amat perlu diperhatikan secara seksama. Supaya lebih ngeh”, saya beri ilustrasi mengenai tahap pemasaran digital:

Tahap pemasaran digital secara sederhana (blog.hubspot.com/sales/what-is-the-buyers-journey)

Dimana letak urgensi dari last touch attribution

Contoh skema digital advertising dan letak optimasi last touch attribution (neilpatel.com)

Seperti definisi di atas, last touch attribution merupakan atribusi terkahir dari sebuah tahap bisnis online. Setiap bisnis memiliki tahap yang berbeda-beda, tergantung skema seperti apa yang dibangun.

Posisi dari last touch attribution selalu berada di posisi seperti contoh, yaitu di barisan paling akhir sebelum final touchpoint. Soal konten sangat bersifat fleksibel. Pada contoh di atas, last touch attribution berupa webinar”. 

Bagaimana cara mengoptimasi last touch attribution

Pembahasan lengkap soal ini akan saya bahas di artikel selanjutnya. Apabila Anda tidak sabar untuk belajar dan ingin memperoleh optimasi last touch attribution secara instan dan efektif, silakan hubungi kami melalui halaman ini.

 

 

Source:

https://www.pexels.com/

https://neilpatel.com/blog/last-touch-attribution-lies/

In this article

Join the Conversation