Merk Bisnis Anda di Google “Dicuri” oleh Kompetitor? Tuntaskan Permasalahan Itu dengan Cara Berikut Ini

Pernah mengalami “pencurian” kata kunci di mesin pencari (khususnya di Google)? Fenomena ini sudah sangat sering terjadi. Dan, bukan merupakan “kejahatan” kalau berdasarkan aturan dari pihak Google.  Beberapa...

316 0
316 0
Atasi Pencurian Identitas Brand

Pernah mengalami pencurian” kata kunci di mesin pencari (khususnya di Google)? Fenomena ini sudah sangat sering terjadi. Dan, bukan merupakan kejahatan” kalau berdasarkan aturan dari pihak Google. 

Beberapa tahun lalu, sempat muncul kasus pencurian kata kunci oleh kompetitor bisnis. Kasus ini dialami oleh beberapa startup tanah air. Salah satu contohnya seperti ini:

Iklan Bhinneka versi yang tertera di dalam mesin pencari (Google.com)

Namun, hasil pencarian tersebut pun menampilkan situs lain yang menggunakan merk Bhinneka sebagai kata kunci. Lihat ini:

Target kata kunci dari kompetitor untuk situs Bhinneka (Google.com)

Apa yang terjadi di atas memang tidak terlau urgent. Mengingat, situs yang menarget kata kunci Bhinneka tadi juga merupakan situs afiliasi Bhinneka sendiri. Namun, bagaimana kalau yang menarget adalah kompetitor Anda? Merk bisnis yang sudah susah payah dibangun diambil” begitu saja oleh kompetitor dengan beberapa rupiah saja. Solusinya?

 

Sampaikan kasus” ini kepada pihak Google sebagai provider campaign

Jangan terburu-buru marah dan melabrak” si pemilik bisnis bila hal ini terjadi. Cobalah melakukan permintaan mediasi kepada pihak Google. Pada kasus ini ketahui terlebih dulu elemen atau bagian mana merk Anda yang dicuri oleh customer. Jikalau terkait dengan kata kunci, maka potensi pencurian ada pada:

  • Merk bisnis (domain)
  • Caption atau tagline bisnis

Dua hal ini idealnya berbeda dari satu bisnis ke bisnis lain. Jikalau ada kesamaan, maka susunan kata di dalam frasa itu pun harus berbeda. Misalnya ini: 

Kasus belowcepek Vs Zalora (blog.sribu.com)

Apa yang dilakukan oleh Zalora ini memang tidak bisa dianggap salah” karena pihak Google sendiri tidak memiliki aturan soal hal ini. Namun, di dalam digital advertising hal ini terbilang cukup tidak beretika. 

Apabila hal ini terjadi, silakan mengirim email pengaduan ke pihak Google melalui halaman ini: https://support.google.com/adwordspolicy/answer/6118?hl=en-GB

 

Kirim email personal kepada pihak pencuri” 

Cara kedua merupakan langkah berikutnya setelah Anda mengirim email ke pihak Google. Namun, substansi email jangan berisi kemarahan atau kata-kata yang bermuatan amarah lainnya. Ada baiknya gunakan template email bisnis (semiformal). Misalnya saja seperti ini (versi English):

Sampel email keluhan bila ada “pencurian” kata kunci (neilpatel.com/blog)

Di dalam beberapa kasus, sang pentarget merk bisnis akan merespons positif dan segera men-take down iklan tersebut. Apabila kondisi tidak berubah, maka ambil langkah berikutnya.

 

Buat surat terbuka (dalam bentuk artikel atau postingan media sosial) 

Surat suara terbuka akan memberi efek jera bagi si pelaku. Selain itu, merk bisnis mereka pun akan tercemar” akibat perilaku yang tidak terpuji tersebut. Hal ini seperti yang dilakukan oleh BelowCepek:

(BACA JUGA: Lawan Kompetitor Bisnis dengan Value Proposition)

Etika bisnis digital yang “dilangkahi” oleh Zalora (blog.sribu.com)

Di dalam kasus ini, pihak BelowCepek hanya men-screenshot hasil temuan mereka dan me-mention Zalora secara langsung. Namun, urusan tidak selesai begitu saja. Media sekelas dailysocial.id pun berhasil menemukan kejadian ini. Yang terjadi selanjutnya?

Artikel dailysocial mengenai perilaku tidak etis Zalora terhadap kompetitor bisnisnya (en.dailysocial.net)

Ketika penulis berusaha menelusuri artikel tersebut, sempat ada upaya menyembunyikan” informasi ini. Namun, jejak mengenai kasus ini masih bisa ditelusuri hingga saat ini. Meski kasus ini terjadi di tahun 2013, pada tahun 2015 kasus ini kembali diangkat lagi oleh blog.sribu.com dengan judul artikel:

“3 Kejadian Non-Etis yang Pernah Start-up Kami Hadapi”

Dan hari ini, Anda bisa mengetahui aksi tidak terpuji seperti demikian melalui situs bisnisbisnis.id. So, jangan pernah lelah” untuk melindungi merk bisnis Anda. Apabila terjadi masalah, sudah tahu bagaimana menanganinya bukan? 

 

 

 

Source: 12345

In this article

Join the Conversation