AdaButi dan Suburnya Bisnis Fashion Indonesia

Berminat membuka bisnis fesyen? Bingung memasarkannya? Tenang, peluang keuntungan di bisnis ini masih terbuka lebar. Meski tidak menempati peringkat pertama, bisnis mode atau fesyen mampu berperan terhadap pemasukan...

48 0
48 0
AdaButi Studycase

Berminat membuka bisnis fesyen? Bingung memasarkannya? Tenang, peluang keuntungan di bisnis ini masih terbuka lebar. Meski tidak menempati peringkat pertama, bisnis mode atau fesyen mampu berperan terhadap pemasukan negara dan pengurangan angka pengangguran Indonesia.

Persentase peran bisnis fesyen (bisnis.tempo.co)

 

Sayangnya, peluang tersebut akan terbuang percuma bila si pelaku bisnis tidak memiliki sentuhan magic” dari sisi pemasaran. Dikutip dari situs finance.detik.com, soal pemasaran memang perlu adanya support langsung dari pihak ketiga (salah satunya pemerintah). 

Khususnya, dukungan yang diberikan berupa database (data). Gunanya, seluruh informasi dan respon pasar terhadap produk tertentu akan mudah untuk dianalisa secara cermat. 

Pernyataan pemerintah soal minimnya kemampuan pelaku bisnis soal database dan analisa market (finance.detik.com)

 

Sebenarnya, alternatif solusi terkait dengan hal tersebut yaitu digital marketing. Upaya marketing daring dirasa paling cocok dan efisien bagi bisnis fesyen.

 

Sudah waktunya hijrah dari pemasaran kuno” ke teknik daring

Bukan sekedar ikut tren. Mengubah skema pemasaran luring ke daring merupakan suatu kewajiban. Dilihat berbagai aspek, teknik online marketing cukup menguntungkan sekali. Entah itu dari sisi bujet, result, hingga pengolahan data pemasaran. 

Akan saya bedah satu per satu mengenai hal ini. 

Pertama, dari sisi bujet. Untuk menggapai 2.000 audience, alokasi bujet pemasaran offline membutuhkan $1.000 atau setara 13 juta (Rp 13.000 per USD). Sedangkan, alokasi dana melalui pemasaran daring hanya butuh $125 atau Rp 1,6 juta. Dari sini saja, ada gap cukup besar. Untuk detailnya, silakan cermati ilustrasi berikut ini:

Ilustrasi alokasi pemasaran daring Vs luring (raxfactor.com/2017/02/12/how-to-improve-sales)

 

Kedua, pengolahan data. Soal hal ini, Anda akan disajikan beragam tools untuk menganalisis proses pemasaran. Namun, itu hanya tersedia bagi pemasaran daring. Kalau memilih pemasaran luring, Anda tidak akan memperoleh data sekompleks digital marketing. 

Ilustrasi beragam informasi yang bisa diperoleh dari pemasaran daring (aisaconsulting.com/digital.html)

 

Bisa Anda saksikan sendiri, informasi yang diperoleh dari digital marketing sangat detail, kompleks, dan jelimet. Untungnya, seluruh data tersebut mampu ter-capture dengan baik melalui tools digital marketing analytic.

Ketiga, result. Hasil akhir akan membuat keyakinan perihal online marketing ini menguat. Setidaknya, para pelaku bisnis menyatakan bahwa persentase efektivitas marketing online mencapai angka 75%.

Grafik efektivitas pemasaran digital (bootcampdigital.com/online-marketing-is-effective-for-75-of-small-medium-businesses)

 

Sampai saat ini, tercatat sebanyak 63% bisnis di dunia menggunakan media sosial marketing.

 

Social Media sebagai Lumbung Leads Bisnis

Media merupakan lumbung leads paling potensial saat ini. Bagaimana tidak, jumlah penggunanya sudah menembus angka 2 miliar user. Dipastikan angka ini akan terus meningkat seiring dengan distribusi jaringan internet yang merata ke seluruh pelosok dunia. 

Persentase pengguna media sosial per Januari 2017 (wearesocial.com/special-reports/digital-in-2017-global-overview)

 

AdaButi sendiri tak mau absen untuk urusan optimalisasi media sosial. Coba search di kolom Instagram dan ketik @adabutistore”, maka Anda bisa lihat ini:

Akun instagram AdaButi (instagram.com/adabutistore)

 

Kenapa bisnis fesyen sangat perlu media sosial? Bisnis akan memperoleh 14 manfaat sekaligus. Mulai dari menemukan calon customer baru hingga insight mengenai product development

Keuntungan menggunakan media sosial (unteaglestrategies.com/2016/04/24/social-media-its-benefits)

 

Media tidak hanya ajang pamer kecantikan dan keindahan” saja. Bila dipergunakan dengan baik, media sosial akan mempu mendatangkan nutrisi” bagi kelangsungan bisnis. Apalagi untuk bisnis fesyen. Perkembangan tren sangat dibutuhkan supaya produk selalu kekinian. So, sudahkah Anda memperlakukan bisnis fesyen seperti demikian?

 

 

Source: 1234

In this article

Join the Conversation