Sudah Coba Facebook Ads tapi Omzet Tidak Naik? Anda Wajib Baca Ini!

Jumlah user yang besar terkadang membutakan Anda. Apalagi kalau sudah ditampilkan angkanya, 2 miliar pengguna setiap bulan, Anda pasti akan “klepek-klepek”. Apakah potensi selalu berbuah keuntungan? Tentu tidak,...

261 0
261 0
Mengapa Facebook Ads Anda Gagal

Jumlah user yang besar terkadang membutakan Anda. Apalagi kalau sudah ditampilkan angkanya, 2 miliar pengguna setiap bulan, Anda pasti akan klepek-klepek”.

Apakah potensi selalu berbuah keuntungan? Tentu tidak, kan. Sayangnya, banyak pengusaha yang merasa putus asa ketika gagal itu” datang. Pasalnya kegagalan tidak akan berarti bila Anda terus berjalan.

Bill gates journey (lifesetgo.com/how-to-cope-with-exam-failure)

 

Yap, setiap kegagalan tidak perlu diratapi. Namun, sangat wajib Anda amati dan analisis. Dari sisi mana kegagalan Facebook Ads Anda?

Rhein Mahatma memberi sedikit bocoran kenapa Facebook Ads Anda selalu gagal:

 

Targeting itu bersifat processing. Karena segala hal tidak bisa instan, biasakan untuk mengamati

Aspek pertama yang sering dipikirkan (secara berlebihan) yaitu targeting. Teorinya, targeting yang tepat bisa membawa Anda mencapai goal. 

Sayangnya, dibalik pertanyaan tersebut muncul pikiran-pikiran bercabang” dari kebanyakan pebisnis:

“Berapa ukuran audience ideal yang ditargetkan?” atau Haruskah saya mentarget interest yang spesifik atau malah general?”

Pernyataan yang berlanjut ke pertanyaan tersebut ada baiknya dihentikan saat ini juga. Yang perlu Anda catat, tidak ada rule yang benar-benar pasti dalam Facebook Ads. Untuk mengetahui jawabannya, lakukan spending budget terlebih dulu.

Setelah menjalankan iklan, Anda akan akan menemukan feel” bagaimana targeting yang baik. Meski begitu, ada sedikit aturan tak resmi” terkait dengan hal ini. Sekali lagi, ini bukan merupakan aturan fix. Misalnya:

  • Untuk memperoleh konversi penjualan yang tinggi, targeting yang spesifik lebih cocok dibanding targeting general.
  • Jikalau awareness (misalnya jumlah likes) yang diharapkan, maka targeting general membantu Anda mendapatkan biaya cost per likes lebih rendah.

 

Ada yang salah dengan konten visual dan copywriting. Perbaiki dua lemen itu!

Copywriting dan image merupakan dua elemen yang akan dinikmati oleh pengunjung. Apabila hal tersebut kurang lezat”, maka mereka pun ogah-ogahan berkunjung (kembali) ke tempat Anda. 

BACA JUGA: Storytelling Marketing Online: Memasarkan Produk Melalui Cerita

 

Apabila merasa targeting sudah benar, tetapi konversi rendah, cek lagi copywriting dan image iklan Anda. Idealnya, sebuah konten iklan berisi:

  • Deskripsi benefit bagi calon customer termuat di dalamnya
  • Bukan sekedar fitur yang wah” dan mengejutkan!
  • Harus ada aspek perubahan hidup customer (life-changing aspect) apabila sudah menggunakan produk. 

Sayangnya, advertiser pemula seringkali tidak memahami hal ini. Alhasil, spending budget yang Anda habiskan hanya sekedar membakar uang”.

 

Perbaiki produk atau service

Apakah produk Anda sudah layak” untuk dipasarkan? Customer sangat sensitif” soal kualitas. Mereka pun tidak segan membayar mahal untuk menikmati” sebuah produk yang berkualitas premium”.

Customer experience cycle (i-scoop.eu/customer-experience)

 

BACA JUGA: Membangun Kesetiaan Customer dengan Prinsip Customer Life Cycle

Imbasnya akan berpengaruh pada merk produk secara keseluruhan. Bila produk Anda cukup berkualitas dan memuaskan pelanggan, maka ia tidak segan merekomendasikannya kepada rekan, teman, keluarga, atau bahkan kolega. 

Hal inilah yang kadang terlupa. Menjual satu produk tidak hanya menentukan satu produk saja, melainkan produk-produk Anda selanjutnya. Satu kali saja fail”, maka efek seri akan Anda alami secara bertahap.

Bila kualitas produk dirasa tidak ideal” bagi target Anda, maka sebaiknya:

Cara melakukan improvement product quality (kalyan-city.blogspot.com/2015/09/managerial-steps-to-improve-product.html)

 

Merasa berat? Atau merepotkan? Anda bisa mengambil langkah sederhana untuk membenahi produk dengan cepat, yaitu:

  • Hubungi para pembeli Anda, mintalah mereka mengisi survei atau kolom testimoni 
  • Cermati setiap kata dan kalimat yang ditulis oleh mereka
  • Lakukan perubahan pada elemen yang paling banyak berkesan negatif”
  • Jangan lupa, buatlah SOP yang jelas disetiap tahapan produksi produk

 

 

 

Source: 1, 2, 3

Image: Pexels.com.

In this article

Join the Conversation