Scale Up Bisnis Memang Penting, tapi Jangan Lupakan 3 Faktor Ini!

Proses scale up bisnis amat mudah untuk dibayangkan. Berandai-andai itu boleh, tetapi jangan sampai hal itu “membatasi diri” untuk melangkah.  Di dalam proses bisnis, scale up merupakan upaya...

541 0
541 0
3 Faktor Saat Scale Up Bisnis

Proses scale up bisnis amat mudah untuk dibayangkan. Berandai-andai itu boleh, tetapi jangan sampai hal itu membatasi diri” untuk melangkah. 

Di dalam proses bisnis, scale up merupakan upaya mempertegas kedudukan sebuah bisnis pada marketnya. Tahap ini menandakan bahwa bisnis sudah siap mengarungi samudra” bisnis yang lebih luas lagi. Ekspektasinya, pendapatan semakin besar dan daya jangkau terhadap pasar menjadi lebih luas.

Supaya hal tersebut terealisasi, maka diperlukan:

 

Perbaiki reputasi bisnis di mata para pelanggan

Bangun reputasi yang positif terlebih dulu. Jangan langsung jualan!

Reputasi yang baik akan memudahkan Anda untuk memperluas bisnis dengan cepat. Di dalam bisnis, kepercayaan adalah kunci kesuksesan. Saat para calon customer mempercayai Anda (bisnis Anda), maka proses scale up sudah siap untuk dilangsungkan. 

Proses membangun reputasi diawali dengan…

Ekpektasi dari setiap proses bisnis harus jelas. Jangan hanya memakai istilah yang terbaik”. Para pekerja dan/atau diri Anda sendiri butuh indikator kesuksesan. Misalnya, proses produksi dikatakan efektif bila 2000 produk berhasil diselesaikan dalam waktu 5 hari, tetapi biaya produksi hemat hingga 20%.

Jadilah sumber informasi yang terpercaya. Baca dan bagikan bahan bacaan Anda kepada calon customer. Akan lebih baik membagikannya setelah disesuaikan” dengan kebutuhan calon customer. Di bagian ini, content marketing memiliki andil utama. Proses rancangan konten pemasaran yang tepat akan meningkatkan positif value bisnis di hadapan customer. 

 

Butuh team yang kompak dan produktif supaya laju lebih stabil

Berjalan sendiri terkadang amat melelahkan. Oleh sebab itu, Anda butuh sebuah tim yang solid. Setiap manusia memiliki titk weekness, begitu pun Anda. Selain itu, Anda dan orang-orang lainnya pun memiliki keahlian masing-masing. 

Saat sebuah tim sudah terbentuk, maka Anda bisa memanfaatkan keahlian yang dimiliki tim untuk mengembangkan bisnis. Scale tidak hanya butuh tim produksi yang mumpuni. Bisnis perlu seorang pemasaran yang ulung sehingga kualitas produk mampu terdistribusi dengan baik ke calon customer. 

So, temukan individu yang sesuai dengan bisnis. Lalu, berdayakan kemampuan mereka untuk pertumbuhan bisnis.  

 

Jangan menolak kemajuan teknologi! Teknologi berpotensi menghemat biaya produksi bisnis

Teknologi terkadang menyebalkan. Telat sedikit, kompetitor akan menggeser kedudukan Anda. Hal tersebut dialami oleh:

  • Nokia,
  • Kodak,
  • Sony Ericsson, hingga
  • MySpace

Jangan sampai bisnis baru Anda menjadi sejarah seperti mereka. Keberadaan bisnis perlu dipertahankan dengan satu cara, adaptasi. Apabila hal tersebut dilupakan, maka kondisi bisnis akan terjepit. Menolak teknologi bukanlah cara yang efektif. Alokasi bujet untuk bertahan dari kemajuan” akan lebih besar dibanding Anda bersahabat dengan teknologi”. 

Maka, ada baiknya manfaatkan teknologi untuk membantu pertumbuhan bisnis. Misalnya:

Gunakan media sosial untuk berinteraksi dengan customer. Terkadang, mendengarkan dan mengerti masalah customer merupakan kunci kesuksesan produk. Produk dengan proses telaah dari masalah dan harapan customer akan berpotensi diterima customer.

Gunakan email untuk menjalin persahabatan. Hindari beriklan! Email marketing merupakan channel pemasaran, tetapi bukan berarti Anda menghubungi hanya untuk berjualan”. Cobalah untuk bersahabat dengan customer. Pahami rutinitas mereka. Bahkan, petakan cara berpikir mereka. Ini akan lebih berharga dibanding hanya mengirim iklan” saja. 

Masih ingat tulisan saya soal buyer journey? Tahap itu memerlukan pola komunikasi yang intens antara customer dan Anda. Dan, email akan membantu bisnis menjalin keakraban dengan customer-nya. 

Beri jalan bagi customer untuk mengeluh. Jangan sembunyikan keburukan bisnis”. Buka dan tunjukkan kepada siapa saja (calon customer dan customer). Manfaatkan Google Business. Layanan dari Google ini memungkinkan setiap customer mengirim feedback soal produk atau layanan Anda secara daring. 

 

 

 

Source: 1, 2, 3, 4

Image: Pexels.com

In this article

Join the Conversation