Karena Kemajuan Zaman, Ia Bangkrut. Namun, Internet Marketing Mengubah Hidupnya

Perubahan jaman akan lebih baik ditanggapi dengan perubahan yang konstruktif. Bentuk nyata hal tersebut yaitu melalui inovasi. Apabila Anda perhatikan, era saat ini melahirkan para pebisnis dengan produk...

43 0
43 0
Internet Marketing Florist

Perubahan jaman akan lebih baik ditanggapi dengan perubahan yang konstruktif. Bentuk nyata hal tersebut yaitu melalui inovasi. Apabila Anda perhatikan, era saat ini melahirkan para pebisnis dengan produk dan/atau layanan inovatif. Sebut seperti: GoJek, Bukalapak, AturDuit, hingga Traveloka. 

Seluruh bisnis itu lahir dari kreativitas yang dikonversi menjadi produk berinovasi. Di sisi lain, perubahan yang sedemikian pesatnya menimbulkan culture shock. Dimana para pebisnis lama cenderung kontra dengan bisnis-bisnis seperti itu. 

Bukan cuma Indonesia, beberapa negara maju” pun sempat tak nyaman dengan kehadiran bisnis seperti ini. Misalnya: Jerman, Bergia, Perancis. Selain itu, negara-negara Asia Tenggara pun ikut mengusir” produk inovasi dengan berbagai dalih. 

Hal tersebut dirasa cukup oleh mereka”. Sayangnya, kelahiran inovasi tidak bisa dibendung. Mereka akan tetap mencari jalan untuk muncul”. Karena…

Proses melahirkan produk atau layanan berinovasi (innovativethoughts.net/2012/10/29/innovative-journey-how-are-you-doing)

 

Berpikir dan bertindak inovatif tidak perlu sebesar” yang dilakukan startup unicorn Indonesia. Misalnya, Hero Wijayadi. Ia hanya seorang pebisnis florist lokal asal Semarang. Ia bukan seorang pengrajin bunga”, tetapi sukses di bidang tersebut. Caranya? 

 

Pantang menyerah bukan sekedar penyemangat, tetapi aktivitas nyata yang diperjuangkan

Seperti cerita-cerota sukses yang pernah Anda dengar, Hero sapaan akrabnya pun merasakan pahitnya hidup serba kekurangan”. Hidup apesnya” dimulai dari bangkrutnya usaha kedua orang tua warga Jalan Mawar, Kabupaten Semarang ini. Sejak saat itu, ia mulai menapaki instings bisnis” di dalam dirinya. 

Bukan perkara mudah memulai bisnis bagi Hero. Bisnis Travel milik kedua orang tuanya yang bangkrut 2006 benar-benar mengubah jalan hidup pria lulusan Monash University, Australia. Apalagi, ia bertanggung jawab atas hidup istri dan anaknya. 

Konsep berpikir mereka yang pantang menyerah (inspire99.com/never-give-up)

 

Modal pantang menyerah” inilah yang mendorong Hero untuk mengonversi bisnis luring ke daring tahun 2008.

 

Berpikir terbuka dan mau menerima potensi” masa depan adalah jawabannya

Apa yang dilakukan Hero?

Hero yang notabene bukan seorang florist” atau penjual bunga mencoba untuk masuk ke bisnis ini. Cara main” Hero pun cukup cerdik. Ia menghubungi salah satu pengusaha florist lokal asal Semarang. Ia berniat menjualkan bunga pengusaha tersebut. 

Supaya cepat panen”, Hero mempraktikkan pengetahuan soal internet marketing. Beberapa iklan premium pun ia gunakan. Seperti:

  • Facebook, 
  • Instagram, dan 
  • beberapa produk Google (Google Adwords, Google My Business, Maps, Google Drive, Gmail, dan Android Apps)

Lantas, jerih payah Hero pun mulai terlihat. Di tahun 2016, usaha Florist Hero mampu melayani pemesanan di 30 kota di Seluruh Indonesia, seperti: Aceh, Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan.

 

Tidak harus menjadi pembuat” untuk menjadi raja pasar”

Yang unik dari seluruh upaya Hero untuk berinovasi, yaitu ini:

Bisnis inovatif dari Hero (finance.detik.com)

 

Ya, Hero tidak memiliki rumah produksi” Florist. Ia lebih tertarik untuk memberdayakan produsen lokal. Bisnis Florist milik Hero bisa dilihat melalui situs memeflorist.com. Dari situs tersebut, Hero mampu mendistribusikan florist dari berbagai perusahaan ternama yaitu:

Klien MemeFlorist (memeflorist.com)

 

Berkat konsep bisnis dan eksekusi yang sedemikian inovatif, Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana berkunjung ke Semarang untuk bertemu dengan Hero. Ia sengaja menyempatkan diri ke salah satu kota besar di Jawa Tengah tersebut untuk mempelajari dampak bisnis digital pada peningkatan usaha kecil. 

Dan memang benar, apa yang dilakukan oleh Hero mengubah peta bisnis Florist yang semula berskala lokal menjadi nasional.

BACA JUGA: Internet Marketing Study Case: Cara Citilink Bertahan di Era Generasi Milenial

 

 

Source: 1, 2, 3

In this article

Join the Conversation