Bisnis Online Perlu Menyambut Era Voice Search dengan Cara Ini

Pencarian menggunakan suara mulai menunjukkan signifikansinya. Jumlah penggunanya pun mengalami peningkatan sepanjang tahun ini. Setidaknya, sebanyak 55% penggunanya yaitu anak remaja dan 41% sisanya merupakan individu dewasa.​​ ​​Pertumbuhan...

300 0
300 0
Voice Search

Pencarian menggunakan suara mulai menunjukkan signifikansinya. Jumlah penggunanya pun mengalami peningkatan sepanjang tahun ini. Setidaknya, sebanyak 55% penggunanya yaitu anak remaja dan 41% sisanya merupakan individu dewasa.

Pertumbuhan pengguna yang sedemikian rupa sudah seharusnya direspons oleh digital marketer dengan sebaik mungkin. Apalagi, stonetemple.com menemukan bahwa 50% dari 914 narasumber merasa nyaman dengan keberadaan voice search. Bahkan, sebanyak 25% di antaranya mengganggap voice search layaknya asisten pribadi mereka.

Jumlah pengguna yang semakin banyak membuat voice search berpengaruh terhadap SEO dan digital marketing

Pengaruh voice search akan berimbas pada SEO dan digital marketing. Hal ini sudah pasti akan terjadi. Faktanya, tipe konten seperti ini pun melahirkan varian content marketing baru. Yang semula, konten pemasaran hanya berupa tulisan, foto atau image, video. Kali ini, muncullah konten podcast.

Perbedaan karakter konten pun sangat terlihat jelas di voice search. Para pengunjung cenderung mengucapkan kata-kata utama terkait hal yang ingin diketahui. Di sisi lain, mesin pencari pun dituntut meresponnya dengan ucapan efektif” supaya komunikasi berjalan cepat dan efektif.

Dampak dari karakter seperti demikian pun berimbas pada keyword research. Jenis-jenis keyword tidak lagi sekompleks konten teks. Setidaknya, keyword harus lebih efektif dan menunjukkan apa yang dicari oleh audience. Skenario pertanyaan dan jawaban perlu dibuat saat bisnis ingin masuk ke dalam prinsip voice search.

Dari sisi teknis, voice search mendorong para marketer mencipatakan dua strategi untuk memenuhi kebutuhankonten seperti demikian, yaitu menyiapkan text-based searche yang dicari oleh audience dan satu aktivitas lagi berupaya merespons setiap voice yang diucapkan oleh audience (voice-activated).

Di balik peluang pasti ada kesempatan untuk mendulang keuntungan

Tren dari voice search ini mengakibatkan terjadinya perubahan dari sisi model bisnis pada mesin pencari. Dilihat dari persentasenya, sebanyak 50% pengguna voice search menggunakan fitur ini untuk melakukan research products. Selain itu, penggunaan voice search lebih banyak dipakai di perangkat mobile.

Pencarian dengan cara seperti demikian tetap didukung oleh Google. Setidaknya, ia akan tetap menampilkan hasil pencarian berdasarkan kepuasan dari customer”. Semakin banyak koleksi rasa puas di dalam bisnis (situs bisnis Anda), maka Google akan cenderung menampilkannya di dalam hasil pencarian.

Selain itu, Anda pun perlu memperhitungkan keyword pilihan (yang terkait dengan bisnis Anda). Mengingat, voice search membuat aktivitas pencarian layaknya percakapan antara dua individu. Jenis dan pilihan kata pun perlu dipertimbangkan masak-masak.

Potensi voice search di masa depan semakin cerah

Keberadaan voice search dipastikan akan tetap populer hingga 2020. Menurut campaignlive.co.uk, kondisi ini menempatkan voice search sebagai salah satu konten masa depan pada teknologi personal assistant.

Amazon’s Echo dan Google’s Home menghitung bahwa sekitar 21.4 miliar smart speaker akan muncul di tahun 2020 (hanya untuk US). Artinya apa? Para pengguna smart speaker sangat tergantung dengan voice search. Oleh sebab itu, jenis konten pencarian seperti akan menjadi hal biasa dan dibutuhkan” oleh pengguna smart speaker.

Tidak hanya untuk konsumsi bisnis bertipe B2C, pelaku bisnis B2B pun tertarik memanfaatkan search untuk menarik minat pasar. Optimalisasi konten voice search akan dibutuhkan oleh setiap pelaku bisnis untuk memantapkan” pondasi bisnisnya di mesin pencari. Semakin cepat mereka beradaptasi dengan kondisi saat ini, semakin kuat keberadaan mereka di market digital online.

​BACA JUGA: Apakah Bisnis Anda Siap Menerapkan Video Marketing Strategy?

Source: 1, 2, 3, 4, 5, 6

Image: Pixabay.com

In this article

Join the Conversation