Langkah Mudah Membuat Toko Online dengan 1 Juta Buyer/Bulan

Kondisi bisnis offline kian lama semakin “tragis”. Perubahan dari zaman luring ke daring berdampak besar bagi bisnis-bisnis mapan. Bagi pelaku bisnis yang tak mau merugi terus-menerus, mengubah skema...

56 0
56 0
Cara Mudah Membuat Toko Online

Kondisi bisnis offline kian lama semakin tragis”. Perubahan dari zaman luring ke daring berdampak besar bagi bisnis-bisnis mapan.

Bagi pelaku bisnis yang tak mau merugi terus-menerus, mengubah skema bisnis dari luring ke daring harus segera direalisasikan. Bilamana enggan beradaptasi dengan kondisi ini, bukan tidak mungkin bisnis Anda akan menjadi seperti:

  • Manajemen Ramayana menutup 8 gerainya karena merugi
  • PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup dua gerainya di kawasan Pasaraya Blok M dan Manggarai karena jumlah pengunjung semakin menurun

Kedua bisnis tersebut, bisa dikatakan, menjadi penguasa market fesyen di tanah air. Khususnya, di kalangan menengah ke bawah. Namun, apa yang terjadi? Market mereka mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh trend daring.

Tindakan responsif pun segera diambil oleh PT Matahari Department Store Tbk. Mereka membangun situs toko online bernama MatahariMall.com dan disusul oleh MatahariStore.com. Meski berbeda prinsip, keduanya menjadi salah satu strategi agar bisnis PT Matahari Department Store tetap hidup.

Cara Membuat Toko Online
Tampilan halaman depan MatahariMall.com (venturebeat.com/2015/09/10/ecommerce-giant-to-be-matahari-mall-has-500m-in-funding-and-it-just-launched-in-indonesia)

 

BACA JUGA: Cara Berbisnis: Panduan Menemukan Target Market yang Pasti Mau Membeli Produk Anda

So, bagaimana kondisi bisnis Anda? Apakah sudah siap untuk beralih ke dunia during? Bila masih merasa kagok” dengan bisnis daring, saya beri sedikit panduan untuk mengubah bisnis luring ke daring.

 

Mindset bisnis luring dan daring sangat berbeda. Mulailah membenahinya dari sekarang

Perubahan dimulai dari mindset. Ada perbedaan yang mencolok antara bisnis luring dan daring. Di bisnis daring, Anda tidak perlu menyiapkan produk dan membangun toko online. Pastikan terlebih dulu:

  • Siapa target market yang akan menjadi customer?
  • Apa problem paling sering mereka temui dan belum terselesaikan hingga hari ini?

Apabila kedua hal tersebut sudah ditemukan, barulah Anda cari produk yang sesuai dengan kedua hal di atas. Yang pasti, produk pilihan Anda berpotensi menjadi alternatif solusi bagi target market.

Usahakan jangan melompat” ke pasar tanpa adanya riset. Modal nekad mungkin bisa membantu untuk memulai bisnis. Namun, nekad” tidak akan mampu membantu bisnis bertahan dari berbagai problem.

So, biasakan melakukan riset sederhana. Observasi langsung dan wawancara akan menjadi dua teknik paling dibutuhkan di tahap ini.

 

Ketahui channel market Anda. Di situ toko online akan dibangun. Masih bingung? Lakukan riset lagi

Apabila sebelumnya riset dilakukan untuk menemukan target yang pas dan masalah-masalah mereka. Kali ini, riset bertujuan untuk tahu di mana tempat mereka biasa berkumpul”.

Saya beri gambaran, toko online bisa dibangun dengan 3 cara, yaitu:

  • Toko online di platform marketplace atau social media seperti Facebook dan Instagram. Buat akun dan atur sedemikian rupa sehingga tampak seperti toko”.
  • Bangun toko online menggunakan berbagai vendor situs ecommerce, seperti Webpraktis, Shopify, dan semacamnya.
  • Toko online manual dibuat dari nol. Desain menyesuaikan selera dan perawatan dilakukan personal. Cara ini dipakai oleh toko online di Indonesia yang memiliki kekuatan finansial” cukup besar.

Dari ketiga opsi tersebut, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya, yaitu:

Opsi pertama. Lebih hemat dan tidak membutuhkan skill web development”. Namun, sangat tergantung dengan kebijakan si empunya platform.

Opsi kedua. Perawatan situs dilakukan oleh vendor. Anda cukup membayar biaya perawatan perbulan atau pertahun, semua akan selesai. Kelemahannya, Anda perlu mengeluarkan dana. Fitur sangat terbatas dibanding opsi ketiga. Apabila kelak ingin membangun toko online yang berdikari”, maka prosesnya akan panjang.

Opsi ketiga. Semua proses dilakukan secara manual. Mulai dari desain web, development, perawatan situs, hingga mengurus hosting dan domainnya. Cara ini hanya untuk mereka yang memiliki modal besar. Apabila Anda sanggup menangani hal tersebut, maka ini biaya akan jauh lebih hemat dibanding opsi kedua.

Sesuai kondisi Anda saat ini, opsi mana yang akan dipilih?

 

 

Source: 1, 2, 3

 

Image: https://pixabay.com/

In this article

Join the Conversation