Merawat Customer Relationship Supaya Konten Menjadi Referensi Utama bagi Audience

Kebutuhan akan content marketing tidak bisa ditolerir. Bisnis online wajib memproduksi content marketing dan mendistribusikannya kepada target customer.  Sayangnya, tidak semua content marketing “diterima” dengan baik oleh customer....

164 0
164 0
Customer Relationship

Kebutuhan akan content marketing tidak bisa ditolerir. Bisnis online wajib memproduksi content marketing dan mendistribusikannya kepada target customer. 

Sayangnya, tidak semua content marketing diterima” dengan baik oleh customer. Meski begitu, upaya produksi konten marketing harus tetap berjalan secara konsisten. Adapun fungsi dari konten ini yaitu:

  • meningkatkan leads
  • memperbanyak traffic visitor ke dalam situs, 
  • membantu visibilitas situs di mesin pencari (SEO friendly).

Dan, semua upaya seperti demikian dipergunakan untuk mempercepat proses decision making customer untuk membeli produk atau service sebuah bisnis. 

Pengolahan content marketing perlu mempertimbangkan customer relationship. Alasannya, bagian ini akan membantu pebisnis untuk menghasilkan produk yang lebih efektif” dan sesuai dengan:

  • apa yang dibutuhkan customer
  • masalahnya
  • kebutuhan-kebutuhan customer

Apabila hal ini terus berjalan secara konsisten, maka bukan tidak mungkin jumlah kunjungan dan transaksi yang masuk akan meningkat pesat. Beberapa cara untuk menghasilkan konten pemasaran seperti demikian di antaranya:

 

Konten pemasaran perlu waktu untuk menjadi bagian di kehidupan customer yang hidup baru” 

Supaya menjadi bagian keluarganya”, konten harus mampu membuat customer jatuh cinta” kepadanya. 

Apabila dianalogikan, pertemuan antara konten & audience sama seperti dua sejoli. Mulanya, kedua sosok” tersebut akan saling berkenalan terlebih dulu. Pada momen seperti ini, konten sudah harus tampil semenarik mungkin. Dari sisi substansi, eksekusi, dan delivery-nya. Kemudian, beri kesempatan bagi audience untuk mengamai penampilan fisik” konten. 

Di sini, pihak pembuat konten hanya perlu mengamati dan mencatat semua aktivitas audience selama bersentuhan dengan konten. 

Yang perlu diingat oleh kreator konten bahwa tidak ada konten yang sempurna”. Pembenahan harus terus dilakukan. Terutama dari sisi kualitas. Konten berkualitas terus diproduksi dan didistribusikan kepada audience. 

 

Karena customers lifecycle terus berjalan, pebisnis tidak boleh lengah”

Perjalanan memahami kebutuhan, keinginan, dan harapan audience tidak akan pernah berhenti. 

Apabila saat ini sudah mampu memetakan pola pikir” audience, usahakan jangan berhenti untuk mengamati. Pengamatan terhadap perilaku audience bukan hanya untuk menghasilkan konten yang berkualitas, tetapi diperlukan pula untuk:

  • merancang fitur baru pada produk atau layanan
  • improvement fitur yang saat ini sudah ada
  • menemukan cara terbaik untuk men-deliver informasi kepada audience

Bila diibaratkan, customers’ lifecycle layaknya kompetisi sepak bola. Meski sudah menang di musim ini, di musim depan belum tentu Anda menjadi juaranya. Seiring bertambahnya waktu, kompetitor terus saja berbenah untuk menggeser” Anda dari peringkat pertama.

 

Menjadi expert perlu konsistensi kualitas agar konten selalu sempurna”

Konsistensi kualitas produk perlu dipertahankan secara konsisten sampai audience menjadikan konten Anda sebagai sumber informasi referensi utama.

Salah satu faktor untuk menjadi seperti demikian yaitu melalui customer relationship.

Interaksi dengan audience akan berlangsung secara terus-menerus. Riset perilaku dan isi kepala” audience pun akan berjalan sedemikian rupa sehingga setiap konten pasti relevan bagi mereka.

Bukan cuma relevan, konten pun dikondisikan supaya sempurna di hadapan audience. Mulai dari:

  • substansi,
  • struktur,
  • rupa delivery,
  • frekuensi update, dan
  • intensitas distribusi kepada audience. 

Kelima aspek tersebut sudah sepatutnya saling terintegrasi dan menyesuaikan dengan kondisi audience. Di saat audience membutuhkan referensi, konten Anda wajib siap sedia di hadapannya. Skema seperti ini perlu dipertahankan hingga masa yang belum ditentukan. 

Pada akhirnya, setiap konten pemasaran (meski awalnya bertujuan sebagai elemen pemasaran) akan menjadi bagian dari kehidupan audience. Apabila kondisi sudah seperti demikian, maka efektivitas konten pun akan meningkat. 

Angka-angka leads, traffic visitor, visibilitas situs, hingga kuantitas transaksi pun akan mengalami pertumbuhan signifikan. Secara tidak langsung, konten memang harus mampu merawat customer relationship supaya target bisnis bisa tercapai dalam kurun waktu sesingkat mungkin.

 

 

Source:

http://blog.scoop.it/2017/10/09/customer-relationship-and-content-marketing-how-to-make-it-work/

In this article

Join the Conversation