Smart Email Marketing: Cara Memperbanyak Email List 4x Lebih Cepat

Jumlah email list akan berpengaruh pada efektivitas email marketing strategy. Semakin banyak jumlah email list “koleksi” Anda, semakin tinggi peluang CTR pada email marketing. Perihal efektivitas, email marketing lebih...

66 0
66 0
Smart Email Marketing

Jumlah email list akan berpengaruh pada efektivitas email marketing strategy. Semakin banyak jumlah email list “koleksi” Anda, semakin tinggi peluang CTR pada email marketing.

Perihal efektivitas, email marketing lebih unggul 20% dibanding social media marketing.

Smart email marketing
Perbandingan efektivitas email marketing Vs social media marketing (rswcreative.com/7-marketing-stats-youll-need-2015)

 

Keunggulan tersebut tidak terlepas dari frekuensi penggunaan email bagi para pebisnis. Meski pengguna social media meningkat pesat, hal tersebut pun nyatanya berimbas positif bagi email. Setidaknya…

  • Email memiliki 2.9 miliar pengguna, 188 miliar message. Total, frekuensi penggunaan email sebesar 64% dalam sehari. 
  • Sedangkan kondisi media sosial, frekuensi penggunaan perhari hanya 0.08% (Facebook) & 0.47% (Twitter).
Perbandingan frekuensi penggunaan email dan media sosial (glocksoft.com/email-marketing-software/12-statistics-email-will-amaze)

 

BACA JUGA: Kenapa Engagement Email ‘Selamat Datang’ Perlu Ditingkatkan?

Artinya, meski namanya tidak seramai” media sosial, keberadaan email masih sangat penting bagi masyarakat secara umum. Oleh sebab itu, ada baiknya mulai hari ini Anda tingkatkan target email list. 

Caranya?

 

Apa yang ingin dicapai? Pemilihan strategi menyesuaikan tujuannya

Tujuan akan berpengaruh pada bagaimana memanfaatkan sejumlah email list. Koleksi email yang banyak akan percuma tanpa disertai dengan tujuan yang jelas. 

Pemetaan tujuan dibutuhkan untuk memilah strategi mana yang perlu dieksekusi.

Ketidakjelasan tujuan cenderung membuang-buang tenaga dan waktu. Penerapan email marketing sangat mempertimbangkan hal ini. Setidaknya, setiap aktivitas harus melalui proses perencanaan yang matang. 

Misalnya: di pekan ini, email marketing bertujuan untuk brand awareness. Maka, content di dalam email pun bersifat informational”. Sama sekali tidak ada mengungkap perihal spesifikasi produk atau service. Intinya, si audience diberitahu spesifikasi produk yang berkualitas secara umum”. Tanpa me-mention” produk atau service Anda.

Audience cenderung menghindari bonus” yang menyulitkan 

Permudah audience untuk mengakses segala bonus dan benefit menjadi subscriber Anda. Selain akan menciptakan pengalaman positif bagi customer, bukan tidak mungkin benefit tersebut akan dibagikannya ke akun media sosial.

Cara seperti demikian dipakai untuk meng-engage audience. Setiap aktivitas mereka perlu memperoleh reward”.  

Selain akan menciptakan pengalaman positif bagi customer, bukan tidak mungkin benefit tersebut akan dibagikannya ke akun media sosial. Cara seperti demikian dipakai untuk meng-engage audience. Setiap aktivitas mereka perlu memperoleh reward”. 

Psikologi reward (slideshare.net/piotrbiegun/psychology-behind-mobile-apps-mobile-trends-conference-krakw-2015)


Reward di sini tidak harus bonus uang atau kode voucher, bisa berupa:

  • Resource list
  • Workbook
  • E-course
  • Video course
  • EBook/guide/report

Kebutuhan audience bukan hanya uang dan voucher”. Terkadang, mereka butuh insight soal kehidupan rillnya. Deep information” akan bermakna bagi mereka.


Meski space” yang tersedia sangat terbatas, konten di dalamnya tetap harus diperhatikan

Moderasi konten di dalam email marketing pun perlu diperhitungkan. 

Kalimat panjang lebar dengan deskripsi yang lengkap tdaklah cocok bagi email marketing. Oleh sebab itu, pemilihan konten harus berjalan sedemikian rupa. 

Sebagai permulaan, tentukan terlebih dulu tujuan email marketing. Selanjutnya, proses pengumpulan resource terkait tujuan tersebut pun digalakkan”. Apabila dirasa lengkap, struktur konten pun akan dibuat. 

Supaya tidak mengambang, maksud dari strukture tersebut seperti demikian:

Contoh struktur email (blog.scoop.it/2015/11/05/email-marketing-best-practices-how-process-street-boosted-click-through-rates-by-800)

 

Bentuk jadi dari email marketing seperti demikian. Apabila hal tersebut masih kurang lengkap, Anda bisa memasukkan beberapa elemen di bawah ini sebagai referensi:

Struktur email marketing dari A hingga Z (slideshare.net/Classy_org/nonprofit-academy-email-marketing-101)


Mesin penjawab rasa manusia” akan membuat audience terkesan 

Saat si audience melakukan subscribe, maka mesin” lah yang akan menjawabnya. 

Kondisi ini harus diperhalus. Anda perlu mengubah pemilihan kata dan bahasa di dalam email penjawab serasa manusia. Idealnya, si audience merasa bahwa email tersebut dikirim oleh staff bisnis Anda langsung. 

Salah satu contohnya seperti ini:

Contoh email auto respon “rasa manusia” (atlassian.com/blog/statuspage/customer-service-email).

 

Simpulan dari contoh tersebut:

  • Ucapkan terima kasih atas partisipasi customer
  • Perkenalkan diri (khususnya siapa sosok” pengirim email tersebut
  • Pertegas bahwa email dikirim by human not robot
  • Beri tahu apa yang perlu dilakukan customer pasca ia menjadi subscribe




Source: https://bloggingwizard.com/list-building-ultimate-guide/

In this article

Join the Conversation