Cara Menjadikan YouTube sebagai Video Marketing Brand

Setiap jam, ada 1 juta konten video disaksikan oleh audience. Bila dilakukan perhitungan per session-nya, setiap audience menghabiskan waktu 40 menit per hari untuk menyaksikan video-video Youtube. Angka...

174 0
174 0
Cara Menjadikan YouTube sebagai Video Marketing

Setiap jam, ada 1 juta konten video disaksikan oleh audience.

Bila dilakukan perhitungan per session-nya, setiap audience menghabiskan waktu 40 menit per hari untuk menyaksikan video-video Youtube. Angka ini jauh di atas media sosial lainnya. 

Alokasi waktu audience menyaksikan video streaming (socialmediatoday.com)

 

Soal engagement, Youtube sangat potensial sekali. Setidaknya, di setiap bulan ia dikunjungi oleh 1 miliar lebih audience yang tersebar di 50-an negara. Di samping itu, masih banyak statistik lain soal Youtube yang menandakan bahwa ia adalah platform potensial:

Youtube statistik (socialdraft.com)

 

Meski tumbuh menjadi platform potensial, tidak semua pelaku bisnis mau mengepakkan sayap ke Youtube. Diketahui, sebesar 9% US small businesses yang memiliki Youtube channel. Kondisi ini memang amat disayangkan mengingat jumlah user-nya berada di peringkat dua (di bawah Facebook). 

Di sisi lain, ini menjadi pertanda positif dimana masih sedikit pebisnis yang masuk” ke Youtube. Simak bagaimana cara menjadikan Youtube sebagai media video marketing brand ini.

 

Audience Menunggu Sesuatu yang Berbeda

Setiap konten harus dibuat dari sudut pandang berbeda. Atau bisa dikatakan, sisi unik konten. 

Mengingat jumlah konten yang membludak seperti saat ini, konten berkarakter menjadi senjata utama yang wajib terus diasah. Topik bisa jadi mainstream. Namun, sisi penyajiannya harus tetap berbeda dan khas. Sisi unik” sengaja ditampilkan supaya audience bisa menandai” bahwa itu adalah konten Anda. 

Karakter menjadi yang utama di setiap content marketing. 

Selama konten tidak memiliki nilai tambah” dibanding dengan konten lain, maka potensi channel ditinggalkan oleh audience sangat besar. Bagi audience, mereka butuh alasan kenapa harus menonton kembali konten Anda. Dan, konten berkarakter”-lah alasan paling kuat kenapa mereka harus kembali ke channel Anda.

 

Cerita Keseharian Masih Menarik untuk Dipertontonkan

Cerita keseharian selalu menarik bagi audience. Hampir sebagian besar Youtuber Indonesia membuat konten jenis ini. Konten ini sering disebut Vlog. 

BACA JUGA: Di Balik Video Advertising dan Kisah Sukses 10 Youtuber Indonesia

 

Yap, kegiatan rutinitas memiliki aura” sendiri di mata audience sehingga mereka tidak segan menontonnya setiap hari.

Salah satu alasan kenapa video log atau vlog sangat booming beberapa hari ini yaitu berkaitan dengan dorongan kepo” manusia. Pengguna media sosial pasti kepo. Begitu demikian saat mereka berada di Youtube. Kepo mereka diunjukkan oleh konsistensinya melihat video vlog setiap hari. 

Orang bilang vlog itu berisi informasi yang tak penting. Namun, tak penting itulah yang membuatnya menjadi penting. Keseharian orang biasa” yang monoton akan berwarna ketika melihat rutinitas pada Youtuber yang beragam dan terlihat keren”. 

 

Audience Membutuhkan Deskripsi Lengkapmu di Kolom About”

Deskripsi mengenai jati diri bisnis perlu pula ditulis. Meski ini platform berbagi video, konten teks masih tetap dibutuhkan. 

Jelaskan profil di dalam kolom About”. Mulai dari nama, tahun berdiri, dan berbagai hal yang terkait dengan Youtube Channel Anda. 

Selain itu, jangan lupa melengkapi kolom About” dengan informasi perihal kapan waktu unggah video baru atau agenda lain terlain video Anda. Informasi ini memang tidak diperlukan di awal kemunculan Anda. Setelah berhasil membangun basis audience, informasi ini sangat dibutuhkan oleh mereka. 

BACA JUGA: Optimasi Link Bio Instagram agar Terjadi Peningkatan Klik dari Audience

 

Terus Unggah Hingga Audience Sadar bahwa Anda Ada

 

Konsisten harus tetap dibiasakan. Saat pertama kali mengunggah video, tidak akan ada pemirsa yang melihatnya. Hal tersebut alami”. Hampir sebagian besar Youtuber melalui tahap itu. 

Tidak ada yang menonton bukan berarti video Anda tidak berkualitas dan atau yang lainnya. Butuh waktu untuk membangun basis audience. Yang terpenting, tingkatkan karakter di setiap video sehingga audience sadar bahwa seperti ini toh” video Anda. 

Usahakan untuk tak mengurangi kualitas konten. Pastikan bahwa setiap video memiliki value konten yang semakin meningkat.

 

 

 

Source: 1, 2, 3, 4

Image: Pixabay.com

In this article

Join the Conversation