Memperoleh 200k Pengunjung Blog Menggunakan Google AMP

Tidak banyak yang tahu, Google AMP (Accelerated Mobile Pages) memiliki manfaat cukup besar bagi situs berbasis blog. Terutama dari sisi kecepatan mobile akses. Google mengungkapkan bahwa sebagian besar...

356 0
356 0
Menggunakan Google AMP

Tidak banyak yang tahu, Google AMP (Accelerated Mobile Pages) memiliki manfaat cukup besar bagi situs berbasis blog. Terutama dari sisi kecepatan mobile akses. Google mengungkapkan bahwa sebagian besar situs di smartphone berkecepatan rendah. 

Google pun melakukan riset sederhana untuk mengetahui secara pasti persentase tersebut. Alhasil, ia menemukan bahwa sebanyak 10% situs berkecepatan 7 second. Selebihnya, cukup lamban sehingga pengunjung meninggalkan halaman situs bersangkutan.

7 detik merupakan waktu yang penting untuk memperoleh atensi pengunjung (designbeep.com)

 

Semakin lama loading sebuah situs, semakin tinggi tingkat bounce rate-nya. Bounce rate atau daya pental merupakan persentase keengganan pengunjung saat berkunjung ke situs. 

Skenarionya, si pengunjung datang ke situs. Tak lama kemudian, ia pergi dari halaman situs Anda. Ada banyak faktor kenapa pengunjung bertingkat seperti demikian. Salah satunya disebabkan loading situs yang lama. 

Semakin lama loading situs, semakin tinggi persentase bounce rate-nya (instapage.com/blog)

 

Kenapa harus menggunakan Google AMP?

Selain yang sudah dijelaskan sebelumnya, fenomena Google AMP ini ternyata sudah diterima dengan baik oleh situs Wired Magazine (40 juta visitor per September 2017) & Gizmodo (99 juta visitor per September 2017). 

Pada situs ampproject.org, AMP mengakibatkan kedua situs tersebut mengalami peningkatan signifikan, yaitu 3x lipat dibanding sebelumnya. 

Peningkatan kecepatan akibat Google AMP (ampproject.org)

 

Kejadian tersebut sudah pasti akan didapatkan situs-situs yang menggunakan Google AMP. Fitur terbaru dari Google ini memang didesain sedemikian rupa untuk meningkatkan kecepatan sebuah situs. 

Cara kerjanya, AMP akan menghapus banyak desain yang tidak perlu, memperlangsing” CSS, mengompres gambar, dan menggunakan lazy loading untuk memastikan bahwa konten adalah hal pertama yang dilihat pengunjung.

Tampilan sebuah situs dengan Google AMP yaitu:

Tampilan situs yang menggunakan Google AMP (neilpatel.com)

 

Salah satu keuntungan paling sering dikatakan berkat Google AMP yaitu situs mengalami peningkatan CTR hingga 90%. Artinya, pengunjung lebih nyaman melakukan klik” pada situs ketika berformat AMP.

 

Bagaimana cara implementasi Google AMP pada situs?

Bagi pengguna WordPress, cukup mudah menginstal Google AMP ke dalam situs. Silakan instal Glue for Yoast SEO and AMP ke dalam situs Anda. 

Cara pengaturannya pun sederhana. Masukkan kode Google Analytic, lalu lakukan pengaturan pada bagian JSON. 

Pengaturan Google AMP di wordpress (neilpatel.com/blog)

 

Khusus situs non-Wordpress, maka kunjungi situs ampproject.org/docs/tutorials/create. Di sana tertera panduan dan bahan-bahan yang diperlukan soal Google AMP. Setidaknya, Anda akan melihat panduan seperti ini:

Step by step menginstal Google AMP pada situs non WordPress (ampproject.org/docs/tutorials/create)

 

Salah satu panduannya yaitu membuat kerangka HTML baru pada situs. Kerangka tersebut terdiri dari beberapa code AMP. Tampilan akan seperti demikian:

Kerangka AMP (ampproject.org)

 

Pembenahan kerangka HTML terfokus pada penyederhanaan tampilan mobile. Ketika seseorang membuka situs bersangkutan memakai smartphone, maka secara otomatis pengaturan tersebut akan aktif”. Selanjutnya, kecepatan hingga tampilan situs pun dimanipulasi sedemikian rupa sehingga nyaman untuk dibaca. 

Google AMP diperuntukkan bagi situs berbasis Blog. Yang artinya, situs selain itu akan mengalami gangguan” apabila menerapkan Google AMP ke dalam template-nya. Google sendiri melahirkan fitur ini untuk meningkatkan kenyamanan visitor untuk membaca sebuah informasi. 

Pengaturan Google AMP akan mempersingkat waktu loading sebuah situs saat dibuka oleh visitor (pasca ia menemukannya informasi tersebut di mesin pencari Google).

BACA JUGA: Ulasan Tentang Google Fred: Pemasaran Online dengan Teknik Digital Marketing Blogs

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5

Image: Pexels.com.

In this article

Join the Conversation