Apakah Bisnis Anda Siap Menerapkan Video Marketing Strategy?

Setiap content marketing memiliki tempatnya masing-masing. Pun penerapannya perlu memperhatikan berbagai hal terkait model dan target bisnis bersangkutan. Tidak bisa dipilih hanya karena “senang” saja.  Entah itu konten...

157 0
157 0
Video Marketing Strategy

Setiap content marketing memiliki tempatnya masing-masing. Pun penerapannya perlu memperhatikan berbagai hal terkait model dan target bisnis bersangkutan. Tidak bisa dipilih hanya karena senang” saja. 

Entah itu konten teks, image, video, bahkan podcast. Pemilihan di antara mereka memerlukan perhitungan tertentu. Kali ini, konten video yang akan ditonjolkan.

Every-eye.com berani menulis bahwa video menjadi konten yang wajib ada di sebuah situs bisnis.

Video konten lebih unggul dibanding mengintegrasikan situs dengan media sosial atau bahkan blog (every-eye.com)

 

BACA JUGA: Content Type & Channel: Pengetahuan Membuat Content Marketing yang Diabaikan

Dilihat dari pola konsumsinya, pengguna internet terbiasa berinteraksi dengan konten video. Setidaknya:

  • konsumsi video streaming lebih dari 6 jam/hari
  • 69% dari seluruh trafik internet dikuasi oleh video streaming platform

Belum lagi dilihat efektivitasnya terhadap bisnis. Video marketing mendorong strategi digital advertising ke arah keberhasilan, dimana:

Analisis kemampuan video sebagai bagian dari content marketing (vidyard.com)

 

Meski begitu, penggunaan video marketing perlu memperhatikan kesiapan penggunanya (bisnis Anda). Apabila tidak, maka kumpulan persentase di atas hanya menjadi angin lalu. Perhatikan beberapa pertanda ini sebagai petunjuk bahwa bisnis Anda siap:

 

Perkirakan Dampak yang Terjadi pada Revenue

Dampak seperti apa yang ingin diperoleh?

Perhitungan dampak diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif video menjadi content marketing. Umumnya, tahap ini sering disebut sebagai pengaturan GOAL atau tujuan. Namun, spesifikasinya sedikit berbeda. Analisis akan lebih terfokus pada video tersebut. 

Flow step by step digital marketing (perceptive-analytics.com)

 

Perhitungan tidak langsung menyasar pada impact video terhadap penjualan bahkan penghasilan perusahaan. Namun, dimulai dari daya jangkau video tersebut. Apabila seluruh metrik menunjukkan skor positif, maka analisis lanjutan bisa dilaksanakan. 

Bagaimanapun hasilnya, metrik dasar video marketing tetap diperlukan. Dampak video pada sales atau revenue sifatnya tidak langsung dan berjenjang. Sehingga, fokus analisis secara cermat perlu dilakukan di bagian video marketing sendiri.

 

Penggabungan Data Video Marketing dengan Digital Marketing secara Umum

Penggabungan atau integrasi antara video marketing metrik dengan digital marketing secara umum perlu disiapkan. 

Untuk mempermudah hal ini, Anda bisa menggunakan video marketing automation. Sebanyak 61% pebisnis memutuskan hal demikian. 

Penggunaan video marketing automation akan mempermudah perusahaan untuk mengukur efektivitas video dan sekaligus mengintegrasikannya dengan metrik digital marketing strategy. Secara general, digital marketing strategy memiliki metrik seperti demikian:

Flow step by step digital marketing (perceptive-analytics.com)

 

Di bagian mana video marketing akan berperan? 

Di situlah pentingnya proses integrasi ini. Konsep sederhananya, video menjadi bagian content marketing. Setelah melihat flow tersebut, maka pertanyaan baru pun muncul. 

Video akan dimasukkan ke tahap yang mana? 

Beda tahapan, beda pula metriknya. Tanpa penggunaan video marketing automation, proses berjalan kompleks dan cenderung membingungkan. Oleh sebab itu, sebelum memproduksi video marketing, ketahui terlebih dulu tools video marketing automation.

 

Riset Apa yang Ingin Dilihat Customer

Beralih ke substansi content video. 

Video seperti apa yang akan diproduksi? Untuk mempermudah, Anda bisa menggunakan template seperti demikian:

Video struktur Youtube (youtube.com/watch?v=orIdibJTt2w)

 

BACA JUGA: Cara Menggunakan Video Marketing Strategy di Video Advertising

Namun, itu cuma struktur atau kerangkanya saja. Perihal substansi, Anda tetap perlu melakukan riset melalui observasi dan wawancara. Riset langsung akan lebih baik. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, riset by desktop tentu sudah sangat cukup. 

Khusus riset by desktop, Anda perlu membandingkan karakter audience yang telah ditemukan dengan konten video dari kompetitor. Hal ini dijadikan sebagai pembanding dan verifikasi hasil riset supaya tidak terlalu melenceng” jauh (apabila terjadi salah analisis).

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5, 6

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation