Tahapan Metric Active Users pada Startup SaaS

Digital marketing dan data adalah tak terpisahkan. Kehilangan satu di antaranya, bisnis menjadi terganggu.  Meski begitu, data apa yang akan dijadikan sebagai metrik kesuksesan digital marketing masih abu-abu....

689 0
689 0
Tahapan Metrik Active Users StartUp SaaS

Digital marketing dan data adalah tak terpisahkan. Kehilangan satu di antaranya, bisnis menjadi terganggu. 

Meski begitu, data apa yang akan dijadikan sebagai metrik kesuksesan digital marketing masih abu-abu. Sebagian digital marketer menggunakan:

  • jumlah kunjungan per hari,
  • total pengguna yang mendaftar,
  • hingga berapa customer yang melakukan pembelian.

Kadangkala, hal tersebut cukup meyakinkan dijadikan indikator. Padahal tidak. Indikator digital marketing harus didasarkan pada jenis bisnis yang sedang dijalani. Di dalam hal ini, konteks pembicaraan soal bisnis SaaS atau software as a service. Apabila masih bimbang soal pengertian istilah tersebut, coba cermati screenshot saya ini:

Pengertian startup SaaS

 

Mengingat karakter bisnis seperti demikian, maka diperlukan metrik tertentu untuk mengetahui respons calon customer terhadap pelayanan. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa referensi metrik digital marketing bisnis SaaS, di antaranya:

 

Lama Waktu Berkunjung

Banyaknya jumlah pengunjung tidak akan berarti apa-apa. Ya, bisa diakui kalau teknik digital marketing sukses mendatangkan” pengunjung. Namun, aktivitas apa yang dilakukan pengunjung selama berada di dalam situs?

Kalau dia berkunjung lalu pergi, apakah layak untuk dihitung?

Oleh sebab itu, indikator pertama yang wajib menjadi metrik yaitu rentang waktu pengunjung selama dia berada di dalam situs. Atau sederhananya, berapa lama ia berada di situs Anda?

Semakin lama bukan berarti semakin bagus. Perhitungan ini harus dilengkapi dengan metrik-metrik selanjutnya. Apakah ia lama untuk memahami konten situs atau, lama karena lupa menutup laptop sehingga screen tetap pada situs Anda?

BACA JUGA: Perhatikan Metrik Ini Saat Mengukur Performa Digital Advertising Campaign Anda

 

Masuk ke dalam Situs (Login) atau Register

Seorang pengunjung dikatakan aktif, apabila ia mendaftarkan diri di situs atau login. Skenarionya:

Pengunjung masuk ke situs => memahami konten di landing page => mendaftarkan diri

atau

Pengunjung masuk ke situs => login atau masuk ke dalam situs => menikmati layanan dari situs.

Dari sini akan terlihat, pengunjung yang berpotensi dijadikan sebagai user atau visitor saja. Dari jumlah audience yang terjangkau, akan terfilter sedemikian rupa sehingga beberapa di antaranya masuk ke dalam situs. Lalu, sebagian lagi melakukan pendaftaran. 

Metrik seperti demikian akan membantu pihak SaaS untuk mengoreksi kembali konten di landing page, apabila perbandingan antara jumlah visitor yang masuk dan mendaftar terlalu jauh.

 

Menggunakan Fitur

Belum berhenti. Anda cermati lagi apa aktivitas pengunjung pasca ia melakukan pendaftaran atau login. 

Apakah ia menggunakan fitur utama situs atau program?

Apabila tidak, jangan-jangan ia hanya numpang mampir” saja. Persentase login dalam sehari belum patut dijadikan dasar kesuksesan online marketing strategy. Berkunjung, masuk, lalu menggunakan fitur utama adalah ujung dari seluruh upaya pemasaran online. 

BACA JUGA: Menyibak Digital Marketing Strategy untuk Bisnis Online Ala Xiaomi

 

Perhitungan Customer Engagement Index 

Inti dari seluruh metrik tadi yaitu kepuasan customer. Saat customer merasa puas dengan pelayanan, maka ia akan balik” setiap hari ke situs Anda. 

Ini adalah metrik paling menggembirakan, apabila skornya tinggi. 

Skor tinggi pada metrik ini akan menjdi kabar bahagian yang menandakan bahwa produk atau layanan memang disenangi oleh customer. Lebih-lebih, produk mampu menyelesaikan masalah customer sehingga persentase kunjungan customer (yang login) terus meningkat di setiap hari.

Tentu, peningkatan jumlah pengunjung di tahap ini tidaklah mudah. Kombinasi antara teknik content marketing serta evaluasi & pengembangan produk harus berjalan seiringan. Semakin serasi ketiga hal tersebut, maka semakin cepat customer terpuaskan”.

Pada praktiknya, kebanyakan digital qmarketer hanya menggunakan indikator sampai menggunakan fitur”. Keputusan tersebut cukup riskan bagi kondisi bisnis di waktu mendatang. 

 

 

 

Source: https://blog.kissmetrics.com/map-behavioral-metrics/

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation