Email Marketing Booster: Mengubah Subscriber Menjadi Buyer

Jangan senang ketika jumlah subscriber email banyak! Bisa jadi, mereka “cuma” tertarik melirik, tidak untuk membayar. Bagian ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya soal email marketing “welcome email ”. Kalau...

60 0
60 0
Email Marketing Booster

Jangan senang ketika jumlah subscriber email banyak! Bisa jadi, mereka cuma” tertarik melirik, tidak untuk membayar.

Bagian ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya soal email marketing welcome email ”. Kalau sebelumnya membahas soal latar belakang”. Di sini, fokus soal bagaimana mengubahnya menjadi pembeli. 

Dan, berikut ini caranya:

 

Atur Ekspektasi Subscriber

Di awal menjadi subscriber, audience bisa jadi hanya sekedar” tertarik dengan: permainan kata & kalimat, diskon, atau bahkan ingin mendaftarkan emailnya saja.

Ini adalah alasan kenapa jumlah subscriber tidak bisa menjadi jaminan.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk membangun ekspektasi audience terhadap produk atau service Anda. Dan, hal ini berkaitan dengan konten dari email Anda (selanjutnya) kepada subscriber.

Tahukah Anda bahwa…48% subscriber melakukan unsubscribe email? 

Salah satu alasan kenapa subscriber melakukan tersebut yaitu ia terlalu sering menerima email sejak pertama kali menjadi subscriber. Ya, terlalu perhatian” kepada subscriber akan merugikan Anda.

Persentase tingkat frekuensi email kepada subscriber (campaignmonitor.com/blog)

 

Saat terlalu sering mengirim pesan, si subscriber akan menganggap email Anda sebagai spam. Apalagi, bila konten email berupa iklan” dan promo yang tidak menarik baginya.

Email layaknya messenger (chat) bagi subscriber. Ketika Anda terlalu sering menerima messenger atau chat dengan konten: promo, iklan, penawaran, dan sejenisnya; apa yang Anda pikirkan? Lama-lama Anda pun yakin” untuk mem-blocknya.

Supaya tidak terjadi hal seperti demikian, maka kurangi frekuensi email. Dan, sadari bahwa mereka lebih menginginkan email informatif dibanding promo produk.

48% subscriber mengingin konten informatif (technologyadvice.com/blog)

 

Untuk mengakali hal yang dibenci subscriber” sekaligus membangun ekspektasi soal produk Anda, maka:

  • Kurangi frekuensi pengiriman email. Dari sehari sekali menjadi: seminggu sekali atau empat kali dalam sebulan. 
  • Sajikan konten yang diinginkan subscriber. Misalnya: file download, checklist, konten pilihan dari berbagai sumber yang terbaik, tugas yang menantangnya, kumpulan tools, dll.
  • Perhatikan kapan waktu mengirim konten (pagi, siang, hari kerja, atau hari libur)
  • Pilih format seperti apa yang ia senangi (plain text, plain HTML, responsive)
  • Ukur seberapa panjang pesan dalam email (100 kata atau kurang, 800 kata, 1.200 lebih kata)

 

Perjelas Keuntungan Menjadi Subscriber

Selesai dengan format” konten yang membangun ekspektasi. Saatnya memperjelas keuntungan menjadi subscriber. 

Setidaknya, keuntungan menjadi subscriber dijelaskan secara gamblang, seperti ini:

Deskripsi benefit menjadi subscriber (thecompanystore.com)

 

Deksipsi soal benefit tidak perlu panjang kali lebar. Cukup pergunakan kalimat efektif dan jelas dan tidak perlu berparagraf panjang atau tersusun dari banyak kalimat. Paling tidak, deskripsi tersebut terdiri dari 3 hingga kalimat dan berformat bullet & numbering. Itu sudah sangat cukup.

Supaya benefit” tidak menguap di awal, Anda perlu 4 jenis benefit:

The obvious benefits. Jenis pertama yaitu keuntungan yang dijelaskan saat si audience menjadi subscriber. Benefit bisa berupa potongan diskon, voucher, hingga file yang bisa diunduh secara cuma-cuma. Fungsi dari benefit ini untuk memberi reward” karena telah menjadi subscriber.

The hidden benefits. Sering pula disebut sebagai subscribers-only”. Ya, benefit ini hanya diberikan bagi subscriber saja dan bersifat sembunyi-sembunyi”. Anda tidak perlu menjelaskan bahwa si subscriber bakal menerima benefit ini”. Beberapa orang menyebut hal ini sebagai bonus eksklusif”, dimana hanya subscriber yang memperoleh benefit demikian. Jenis benefit seperti ini bisa dibalut” dengan hari spesial bagi subscriber (ulang tahun, misalnya).

BACA JUGA: Khusus e-Commerce: Tips Membuat Customer Membeli Produk untuk Kedua Kalinya

 

 

Source: 1, 2, 3, 4

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation