Content Marketing Strategy: Meningkatkan Visibility Konten Infografik di SERPs

Konten visual lebih mampu berbicara dibanding “teks”. Yap, Anda tentu sudah sering membaca hal demikian. Namun, hindari membutakan diri sendiri hanya karena “data dan fakta” itu saja. Anda...

199 0
199 0
Content Marketing Strategy: Meningkatkan Visibility di SERP

Konten visual lebih mampu berbicara dibanding teks”. Yap, Anda tentu sudah sering membaca hal demikian. Namun, hindari membutakan diri sendiri hanya karena data dan fakta” itu saja. Anda perlu membuka mata!

BACA JUGA: Panduan Visual Strategy Demi Meningkatkan Keuntungan Bisnis Online

Apa pun kontennya, hal tersebut wajib bisa meningkatkan visibilitas situs di mesin pencari. Salah satunya di SERPs. 

Kalau-kalau, Anda melihat hal seperti demikian:

Persentase efektivitas konten visual dibanding teks (blog.hubspot.com)

 

Jangan menutup mata soal SEO. Semua konten haruslah SEO friendly. Bermodal hal demikian, situs akan berada di puncak mesin pencari. Dan, Anda pasti tahu. Posisi menentukan prestasi!

Sebenarnya, apapun content marketing bagi digital advertising Anda. Semua itu harus bersahabat” dengan mesin pencari. Di kesempatan ini, saya akan bagikan tips bagaimana mengubah konten infografik supaya mudah terdeteksi” oleh mesin pencari. Bermula dari….

 

Format yang Tepat

Pastikan bahwa infografik ciptaan Anda berformat JPEG, PNG, GIF. Atau, boleh pula jenis format lain asalkan mesin pencari” mampu melihatnya. 

Tidak seperti teks, dimana mesin pencari menelusuri” setiap kata yang tertulis. Lalu, menganalisis sedemikian rupa sehingga situs tersebut terdeteksi sebagai trusted site”. 

Format akan menjadi entry point bagi mesin pencari. Jenis format yang mampu dibaca” oleh mesin pencari ada tiga. Saya tidak perlu mengulangnya. Di awal bab ini saya sudah jelaskan. Jikalau Anda seorang desainer handal dengan desain luar biasa, lalu menyimpan infografik dengan format” aneh. Maka, Anda sedang menggali kuburan sendiri. 

 

Dibuat Berdasarkan Deep Keyword

Beralih ke substansi infografik. 

Landasan membuat infografik wajib akurat. Makna akurat ini yaitu konten tersebut memang dibutuhkan oleh audience Anda. Sekali lagi, jangan semerta-merta konten visual itu pasti dibaca audience, Anda melupakan faktor substansi. 

Cara paling mudah menemukan landasan” pembuatan infografik yaitu berdasarkan keyword. Gunakan tools Google Keyword Planner untuk mempermudah. Kunjungi https://adwords.google.com/home/tools/keyword-planner. Lalu, masukkan topik general terkait infografik yang ingin dibuat. Lalu, temukan keyword yang dibutuhkan audience (berdasarkan asumsi) dan memiliki skor persaingan minim. Misalnya ini:

Keyword sebagai landasan pembuatan infografik (quicksprout.com)

 

Penamaan yang Tepat

Hampir mirip dengan format tadi.

Format dan penamaan file menjadi satu-kesatuan. Jangan abai terhadap hal ini. Ketika Anda sembarangan memberi nama, maka mesin pencari takkan tahu apa isi infografik”. 

Yap. Judul atau penamaan infografik harus menggambarkan isinya. Namun, bukan berarti harus dikelaskan panjang kali lebar. Cukup pilih tiga kata (maksimal) yang mewakili isi infografik. Misalnya dari keyword tadi, Anda bisa buat infografik dengan judul:

productivity-hacks-infographic.png

Meski dianjurkan memberi nama yang benar”, bukan berarti Anda harus menulis keyword tersebut di hampir sebagian besar konten (teks penjelasnya). Cukup tulis di bagian judul postingan dan file ini.  

 

Perhatikan Alt Text

Selain format dan nama, mesin pencari selalu mengintai setiap konten melalui alt text”. 

“Alt text” merupakan elemen penjelas soal substansi infografik. Di bagian ini, Anda diperbolehkan untuk mendeskrpsikan isi di dalam infografik. Kondisi ini tidak lain karena tuntutan” dari mesin pencari. 

Deskripsikan infografis secara jelas dan menggambarkan apa substansi dari konten tersebut. Jangan terlalu panjang juga menulis kata di bagian ini. Cukup 5 hingga 10 kata saja. Semakin banyak jumlah kata untuk mendeskripsikan hal tersebut, semakin bingung” mesin pencari untuk mencermatinya. 

So, permudah mesin pencari untuk mengenal” konten.

BACA JUGA: Content Type & Channel: Pengetahuan Membuat Content Marketing yang Diabaikan

 

Source: 1, 2

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation