Ulasan Tentang Google Fred: Pemasaran Online dengan Teknik Digital Marketing Blogs

Berbicara tentang algoritma Google, muncul nama-nama seperti: Panda, Penguin dan Hummingbird. Namun, kali ini agak berbeda versi. Google meluncurkan salah satu algoritma baru (yang disebut oleh beberapa digital...

61 0
61 0

Berbicara tentang algoritma Google, muncul nama-nama seperti: Panda, Penguin dan Hummingbird. Namun, kali ini agak berbeda versi. Google meluncurkan salah satu algoritma baru (yang disebut oleh beberapa digital marketer) sebagai Google Fred. 

Meski soal nama algoritma baru ini masih jadi bahan becandaan sekaligus perdebatan”, ada baiknya Anda tidak terlalu ikut campur pada hal tersebut. Lebih baik fokus pada substansinya saja. 

 

Kenapa Google Fred Dilahirkan?

Google memiliki visi untuk menyediakan informasi berkualitas pada situsnya. Sayangnya, hal tersebut tidak berjalan mulus. Sebagian besar situs cenderung memproduksi content marketing” ala kadarnya. Alhasil, itu berdampak pula pada hasil pencarian Google. 

Akibat dari kelahiran Google Fred, sebanyak 90% situs di dunia maya mengalami kemacetan” trafik secara tiba-tiba. Kondisi ini ditengarai karena situs-situs tersebut memenuhi syarat untuk ditendang” oleh Google Fred. 

Situs-situs yang….

  • terlalu banyak menampilkan iklan (banner atau link affiliate)
  • substansi kontennya tidak bernilai
  • memiliki lalu lintas backlink rendah

….pasti akan dihukum” oleh Google Fred. 

Setidaknya, hal seperti itu dipertegas oleh Barry Schwartz dari searchengineland.com & Sreelal G. Pillai dari techwyse.com:

Google Fred dan alasan kenapa “harus lahir” (quicksprout.com)

 

Artinya: apabila situs cenderung memproduksi content ala kadarnya disertai ads/affiliate link yang terlalu banyak, maka akan terkena pinalti. 

Di samping itu, konten dengan value rendah (pembahasan di dalamnya sangat dangkal) juga akan bernasib sama. Situs (yang nlai informasinya rendah) hanya akan mengecewakan audience. Google sebagai jembatan antara penyedia informasi dan audience pun ikut terkena imbasnya. 

Membangun backlink pun juga dianggap penting bagi Google Fred. 

Ini adalah cara bagi Google untuk memverifikasi tingkat kemampuan” situs tersebut pada topik yang dipublishnya. Google tahu bahwa tidak semua pembuat konten” ahli di bidangnya. Oleh sebab itu, backlik menjadi sangat penting.

Situs-situs seperti: Social Media Examiner, Backlinko, The Content Marketing Institute, Buffer, hingga Quick Sprout; pun butuh perjuangan supaya dipercaya oleh Google. Begitu pun dengan situs-situs dari niche lain, sebut saja Mashable atau Gadget Review. 

Situs harus membranding dirinya sendiri (menjadi seperti demikian) hingga mesin pencari dan audience di niche mengakui kemampuannya tersebut. 

 

Lalu, solusi seperti apa yang diperlukan?

Hal sederhanya yang perlu dibenahi yaitu pengurangan iklan atau affiliate.

Pembenahan seperti demikian sudah terlebih dulu dilakukan oleh Mashable dan Gadget Review. Kedua situs dengan basis audience cukup besar (skala global) tersebut pun telah merombak posisi dan frekuensi iklannya. 

Pengurangan iklan di Mashable (quicksprout.com)

 

Perubahan seperti demikian tidak hanya menggembirakan bagi mesin pencari, para audience pun menjadi lebih nyaman saat menyimak berbagai konten berkualitas di dalamnya. 

Sejalan dengan Mashable, Gadget Review pun mengikuti langkah tersebut. 

Iklan pada Gadget Review (quicksprout.com)

BACA JUGA: Digital Marketing Campaign: Keuntungan Mengadakan Loyalty Reward

Kedua situs tersebut berbasis konten. Oleh sebab itu, mereka sungkan untuk mengganggu kenikmatan” user menyimak kontennya. Iklan seoalah-olah hanya dijadikan pelengkap” saja. Meski, hal tersebut merupakan tujuannya. 

Bahkan, Anda dianjurkan untuk  menghapus iklan/affiliate saja. Apabila elemen tersebut:

  • tidak menghasilkan pemasukan yang tinggi
  • mengurangi porsi (space) konten
  • cenderung dianggap spam oleh audience

Apabila seperti demikian, lebih baik hindari bahkan remove saja. Kepuasan audience adalah kuncinya. Saat ia puas, maka ia akan kembali. Tanpa ada iklan atau affiliate, audience pasti mau mengeluarkan uang. Asalkan, Anda tetap memproduksi konten berkualitas dan tidak menggangunya saat menikmati konten tersebut. 

 

 

Source: Quicksprout.com

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation