Kombinasi Native Ads & Content Marketing Supaya Trafik Terdongkrak Cepat

Wawasan soal native ads memang belum begitu meluas. Apabila Anda belum terlalu tahu, hal tersebut dapat dimaklumi. Saking awamnya istilah tersebut, copyblogger menyurvei 348 orang soal istilah ini....

402 0
402 0

Wawasan soal native ads memang belum begitu meluas. Apabila Anda belum terlalu tahu, hal tersebut dapat dimaklumi. Saking awamnya istilah tersebut, copyblogger menyurvei 348 orang soal istilah ini. Dan hasilnya, hanya 3% yang paham soal native ads. 

Oleh sebab itu, bukan suatu kejutan makna dari native ads ini sering disalahartikan. Supaya semua jelas, saya beri contoh native ads yang ada di media online Liputan6:

Contoh native ads dari rumah.com di situs Liputan6 (liputan6.com)

 

Soal efektivitas, native ads lebih unggul dibanding tradisional advertisements (misalnya. banner ads). Di samping itu, audience pun lebih suka melakukan aktivitas” di dalam native ads. Diperkirakan, native ads akan mengalami pertumbuhan hingga $ 53 miliar pada tahun 2020 di AS. 

BACA JUGA: Panduan Mendapatkan Lebih Banyak Leads Melalui Social Media Optimization Technique

 

Problematika Content Marketing

 

Keterkaitan antara native ads dan content marketing muncul karena…

  • proses membangun basis audience melalui content marketing cukup lama,
  • alokasi bujet untuk memproduksi, mendistribusikan, hingga memonitornya cukup lumayan,
  • persaingan pemasaran digital campaign melalui content marketing pun semakin ketat.

Meski begitu, bukan berarti content marketing tidak efektif. Tingkat efektivitas digital campaign tipe ini ini cukup tinggi. Hal ini berdasarkan statistik, dimana alokasi bujet terus ditingkatkan:

 

Kenaikan alokasi bujet content marketing untuk bisnis B2B (moz.com/blog)

 

Artinya, produksi content marketing akan meningkat secara signifikan. Sehingga, butuh waktu dan upaya lebih keras untuk menarik perhatian audience.

So, native ads adalah jawaban untuk mengurai permasalahan tersebut. Kombinasi antara native ads dan content marketing akan membuat:

  • daya jangkau content marketing lebih luas dengan memanfaatkan exposure and brand equity dari publisher lain. 
  • potensi keterlibatan audience pada content marketing lebih tinggi. 
  • lalu lintas pengunjung situs menjadi lebih tinggi

Meski hasilnya menggiurkan”, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengombinasikan kedua hal ini, terutama dari sisi kualitas konten. Oleh sebab itu, Anda perlu:

 

Menyejajarkan Kualitas Konten dengan Milik Publisher

Resiko mengombinasikan dua strategi digital campaign sekaligus cukup tinggi. 

Sebelumnya, saya sudah menulis betapa menguntungkannya mengawainkan kedua hal ini. Sayangnya, hal tersebut tidak semerta-merta membuat Anda harus tutup mata. Resiko tetap ada. 

Yang perlu Anda perhatikan, CTR dari sebuah advertising jatuh hingga mencapai 0.17%. Begitu ungkap marketingland.com. CTR atau rasio jumlah visitor yang melihat lalu meng-klik iklan merupakan indikator kesuksesan sebuah ads, khusus pada digital advertising. Kondisi rasio yang cukup rendah menunjukkan bahwa audience tahu bahwa itu” adalah iklan atau iklan tersebut tidak menarik baginya. 

Anda perlu mewaspadai hal tersebut. Di era seperti saat ini, dimana informasi bisa diperoleh dengan sangat mudahnya, audience semakin selektif dalam beraktivitas” di dunia maya. 

Sekarang lihat kondisi pada native ads. Skor CTR pada jenis ads ini sebesar 1.5%. Persenstase ini membuktikan bahwa efektivitas native ads memang lebih baik dari tradisonal ads. Namun, hasilnya perlu diperkuat. Setidaknya, kualitas content marketing tidak boleh terasa terlalu iklan” bagi audience.

Salah satu cara membuat content seperti demikian yaitu:

 

Meriset Target Audience secara Seksama

Pastikan relevansi content marketing dengan publisher sudah setara.

Anda dituntut berusaha keras menciptakan konten yang memiliki gaya, nada, tema, dan karakter lainnya sesuai dengan audience publisher. Pastikan hal tersebut dieksekusi secara halus. 

Supaya hal tersebut menghasilkan alur cerita” yang selaras dengan kondisi audience di publisher tersebut, maka pastikan mengetahui:

  • Siapakah target audience publisher?
  • Tema dan materi apa yang  publisher bahas?
  • Apa jenis konten yang ditonton oleh audiens?
  • Gaya editorial seperti apa yang digunakan?

Untuk memastikan kualitas content marketing berjalan sesuai ekspektasi, setidaknya Anda butuh sebuah tim kreatif untuk merancang dan memproduksinya. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, perbanyak materi terkait publisher tersebut untuk mengetahui keakuratan konten dan bagaimana cara membuatnya.

 

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation