Content Type & Channel: Pengetahuan Membuat Content Marketing yang Diabaikan

Di tahun 2015, bisnis berkonsep B2B seringkali membuat content marketing yang “sia-sia”. Bagaimana tidak, mereka membuat 13 jenis content marketing. Tujuannya memang demi meningkatkan efektfivitas, tetapi kenyatannya malah...

90 0
90 0

Di tahun 2015, bisnis berkonsep B2B seringkali membuat content marketing yang sia-sia”. Bagaimana tidak, mereka membuat 13 jenis content marketing. Tujuannya memang demi meningkatkan efektfivitas, tetapi kenyatannya malah berkebalikan. 

Di tahun 2017, jenis content marketing tidak perlu beragam seperti di atas. Cukup satu jenis saja yang paling disukai segmen audience, maka itu sudah sangat cukup. 

Lalu, content marketing seperti apa yang cocok dibuat? Dan, itu sesuai dengan segmen bisnis. Berhubung artikel ini fokus pada tipe dan channel-nya, saya tidak akan membahas bagaimana cara memilih jenis konten yang tepat bagi audience

Secara general, content marketing terbagi dalam beberapa tipe dan channel, yaitu:

 

Content Marketing Type

Dari sekian banyak artikel yang sudah di-publish di blog ini, saya amat jarang mengungkapkan topik ini. Padahal, ini sangat penting juga. Content marketing memiliki beberapa tipe, seperti:

Articles or blogs. Tipe konten satu ini amat banyak tersebar di internet. Di mesin pencari, hampir sebagian besar adalah konten seperti demikian. Cara pembuatan tipe konten ini cukup mudah. Anda buat blog melalui platform blogging atau CMS. Selanjutnya, silakan memproduksi artikel sebanyak-banyaknya. Unggah di blog dan distribusikan konten tersebut melalui email, sosial media, dll.

E-newsletter. Tipe ini tidak banyak dikenal oleh pebisnis online. Padahal, cukup potensial apabila mau fokus di content marketing ini. Salah satu online business yang sukses berkat e-newsletter yaitu Social Media Examiner. Mereka mampu mengirim content tipe ini melalui email ke lebih dari 400,000 pelaku bisnis dan marketer. 

Videos. Anak milenial tidak asing dengan content tipe ini. Setiap hari, selalu ada video baru terunggah di Youtube atau bahkan Facebook. Jangan lupakan Instagram. Video di dalam platformnya pun cukup membludak. 

Podcasts. Produksi konten jenis ini cukup rendah. Apalagi di Indonesia. Minimnya peminat podcast membuatnya tidak terlalu populer. Apabila Anda ingin mencobanya, itu tak masalah. Setiap hari, John Lee Dumas (seorang entrepreneur bisnis online) konsisten menciptanya. Alhasil, ia memperoleh perhatian ratusan ribu audience.

 

Content Channel

Content channel berhubungan erat dengan ke mana Anda akan mendistribusikan seluruh content marketing type tadi?”.

Content marketing channel (neilpatel.com/blog)

 

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan hal ini yaitu:

  • Apakah channel tersebut mampu menjangkau segmen audience?
  • Apakah channel tersebut memberi Anda kontrol untuk membangun basis audience yang kuat?

Di dalam hal ini, pemilihan channel akan berakibat pada pertumbuhan bisnis secara langsung. Karena channel merupakan lokasi distribusi content marketing, maka efektivitasya pun akan terpengaruh  pula. 

Anda bisa meniru pola content marketing dari moz.com. Situs ini memiliki jumlah pembaca jutaan dari sehari. Anda bisa melihatnya di sini. Moz yang semula hanya sebuah blog biasa dan mampu berubah menjadi perusahaan digital online dengan omset miliaran dolar.

Dari sisi content marketing, Moz adalah blog dengan variasi konten terbaik. Mereka mampu melengkapi situsnya dengan beragam jenis content marketing. Mulai dari artikel, video, foto, hingga podcast. Yang pasti, Moz mendistribsukan seluruh kontennya sesuai segmentasi bisnis. Bukan sekedar ikut-ikutan trend saja. 

Salah satunya content berupa video. Anda bisa menyaksikannya di https://www.youtube.com/user/MozHQ

Mengingat topik dari content Moz adalah guide atau panduan, ia pun mendesain content video dengan format yang sama. Alhasil, mereka pun memperoleh respons positif dari audience-nya. Hasilnya, setiap video selalu ditonton oleh ribuan viewer.

BACA JUGA: Tata Cara Mendesain Produk yang Disukai Customer

 

Source: 1, 2

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation