Storytelling Marketing Online: Memasarkan Produk Melalui Cerita

Sebuah cerita memiliki sejuta makna. Cerita memiliki tempat tersendiri di dalam content marketing. Ya, berhenti membayangkan konten yang bersifat hard selling. Bertemu sekali, substansinya hanya menawarkan produk.  Storytelling...

63 0
63 0
Storytelling Marketing Online

Sebuah cerita memiliki sejuta makna. Cerita memiliki tempat tersendiri di dalam content marketing. Ya, berhenti membayangkan konten yang bersifat hard selling. Bertemu sekali, substansinya hanya menawarkan produk. 

Storytelling di dalam marketing akan memperhalus proses pemasaran. 

Melalui proses yang sedemikian rupa, storytelling akan menjadikan emosi sebagai umpan. Apabila audience sudah terikat secara emosi, maka perhatiannya pun menjadi milik Anda. Langkah berikutnya, dorong ia untuk mencoba produk. Lihatlah! Audience pun mengonsumsi produk Anda adalah bagian dari behavior baru audience

Skenario penerapan storytelling pada content marketing (conversionbug.com)

 

Respons audience pun ternyata cukup positif. Kondisi ini membuka kesempatan bagi kreator content marketing untuk memproduksi cerita dengan frekuensi yang lebih banyak. Yang pasti, mereka harus memperhatikan beberapa kondisi berdasarkan fakta, beberapa di antaranya:

The science of storytelling (blog.visme.co)

 

Apabila A terjadi, maka langkah Z diambil. Sebaliknya, kondisi B muncul, respon H perlu dipilih. Tiga pengkondisian tersebut menjadi pola awal untuk menciptakan storytelling yang efektif. Langkah berikutnya, segera buat cerita sebanyak mungkin dengan cara-cara berikut.

 

Simplicity Guide

Kesederhanaan adalah segalanya. Apalagi bila Anda menulis cerita bertema guide atau panduan. 

Sebelumnya, sudah berkenalan dengan periodic table storytelling? Apabila belum, ada baiknya Anda menyimak terlebih dulu tabel tersebut secara seksama. 

The periodic table storytelling (laurel.russwurm.org)

 

Tabel tersebut mengungkap karakter” dari setiap tokoh yang ada di dalam cerita Anda. Pemakaian tabel tersebut akan mempersingkat kalimat” di dalam cerita, sehingga cerita tidak perlu melebar ke mana-mana untuk mendeskrpsikan sebuah hal. 

Ada baiknya, setiap cerita hanya memiliki 3 struktur yaitu

  • where you were
  • what happened, and 
  • why you’re telling them the story. End of story.

 

Evangelize Storytelling

Kondisikan cerita sesuci” mungkin. 

Sebuah content akan membekas di ingatan audience bila cerita di dalamnya memiliki spirit tertentu. Misal, heroic. Sebagian besar audience menyukai cerita yang diawali kesusahan, perjuangan penuh kerja keras, dan diakhiri oleh keberhasilan. 

Inti dari bagian ini yaitu mencipta cerita dengan kedalaman karakter cukup dalam sehingga audience mampu merasakan” dilema di posisi tokoh utama. Apabila sudah demikian, maka cerita akan tersucikan” dengan sendirinya dan dibagikan oleh audience

Agar cerita lebih dramatis, Anda bisa menyertakan visualisasi dari storytelling. Berdasarkan perilaku indidvidu, mereka lebih mudah memahami sebuah konten berupa visual dibanding teks saja. Oleh sebab itu, perkembangan konten storytelling pun mengalami perubahan seperti demikian:

Perkembangan rupa storytelling dari masa ke masa (prnewswire.com)

 

Transmedia Storytelling

Melanjutkan bab sebelumnya, sebuah story harus mampu dibentuk menyesuaikan dengan media modern saat ini. 

Dulu, cerita hanya dikisahkan dalam rupa buku, majalah, newspaper, dan pamflet. Di era digital saat ini, media-media tersebut mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, beragam platform (media sosial, mesin pencari, messenger, dan lain-lain) mulai digemari. 

Oleh sebab itu, story ciptaan Anda perlu di-convert supaya mampu diterima media-media digital tersebut.

Jalur distribusi konten berdasarkan media online (beople.es)

 

Untuk mengubah cerita seperti demikian, tentu tidak mudah. Apalagi bagi kreator yang terbiasa membuat story berupa satu tipe saja. Kunci dari kesuksesan konten yaitu kolaborasi antar kreator. 

Selain itu, pada proses produksi pun patut mengikuti pattern tertentu. Salah satunya yang dibagi oleh Gettyimages ini:

5 step transmedia stotytelling oleh gettyimages (themitchedition.wordpress.com)

 

Kini, Anda sudah siap untuk membuat cerita. Mari mulai!

BACA JUGA: Ulasan Marketing Online yang Wajib Anda Ketahui

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation