Prinsip Business Objectives: Cara Berbisnis yang Sukses di Era Online Digital

Di dalam pelaksanaan strategi bisnis, seseorang memerlukan sebuah prinsip tentu. Prinsip ini dipakai untuk memperhatikan pertumbuhan, memperbaiki strategi, dan melihat kemampuan internal perusahaan.  Di kesempatan ini, saya akan...

98 0
98 0
Cara Berbisnis di Era Digital

Di dalam pelaksanaan strategi bisnis, seseorang memerlukan sebuah prinsip tentu. Prinsip ini dipakai untuk memperhatikan pertumbuhan, memperbaiki strategi, dan melihat kemampuan internal perusahaan. 

Di kesempatan ini, saya akan membahas soal prinsip business objectives. Prinsip satu ini menjadi pijakan bagi pebisnis untuk membuat planning bisnis. Di dalamnya terdapat bermacam aspek dan kebutuhan sesuai goal setting sebuah bisnis. Supaya pemahaman soal ini tidak mengambang, lihat ilustrasinya:

Ilustrasi business objective (openwrxconsulting.wordpress.com)

 

Berdasarkan ilustrasi di atas, prinsip ini memiliki 3 elemen utama yaitu business element, quality of service, dan service management. Ketiganya memiliki beberapa aspek turunan lagi. 

Istilah business objective cukup asing di telinga para pebisnis. Lebih sering. Anda mendengar berbagai konsep dan panduan soal digital marketing. Padahal, business objective menjadi kompas bagi bisnis untuk melaju di tengah persaingan market yang semakin keras. 

Berikut ini beberapa elemen di dalam business objective bagi pelaku bisnis online saat ini.

 

Produktivitas

Segala aktivitas untuk mengubah seluruh elemen di perusahaan patut dicoba. Misalnya saja: pelatihan pekerja, peremajaan tools, hingga studi banding ke berbagai perusahaan dengan genre yang sama. 

Peningkatan produktivitas akan membantu perusahaan untuk menguasai market-nya. Namun, penerapannya gampang-gampang susah. Grafik di negara-negara Eropa dan Amerika menunjukkan bahwa produktivitas karyawan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. 

Produktivitas karyawan di 6 negara maju (oilprice.com)

 

Untungnya, hal tersebut terjadi di bisnis energi dan oil. Bagi pelaku bisnis, tingkatkan produktivitas karyawan melalui 7 step ini:

7 step meningkatkan produktivitas kerja (blog.appointment-plus.com)

 

Core Values

Elemen ini sering terlupa. Saya ingat, 2 tahun lalu ada sebuah perusahaan distributor mobil yang menguasai pasar Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak memiliki core value-nya sendiri. Dia sudah punya core value, tapi core value tersebut merupakan hasil dari adoptasi core value milik perusahaan produsen mobil.

Jelas berbeda. Perusahaan produsen memakai core value selaras dengan goal setting perusahaan yaitu memproduksi mobil. Sedangkan perusahaan bersangkutan? Dia adalah perusahaan distributor yang tugas utamanya menjual mobil.  Pada akhirnya, perusahaan tersebut pun perlu membuat core value-nya sendiri.

Salah satu flow perusahaan membangun core value sendiri yaitu

Contoh core value perusahaan (hicon.vn)

 

Core value bisa dikatakan sebagai nafas perusahaan. Kejelasan core value akan mengakibatkan perusahaan tahu kemana arah pertumbuhananya. Selain itu, berbagai divisi di dalam perusahaan pun memiliki aktivitas” jelas di setiap hari untuk mendorong kesuksesan perusahaan. 

 

Competitive Analysis

Elemen yang tidak kalah penting yaitu analisis hasil. 

Perusahaan perlu mengetahui dimana peringkat” mereka di segemen bisnisnya. Apakah ia mengalami pertumbuhan? Apakah produknya mampu memenuhi permintaan segmen pasar? Atau dimana posisi perusahaan di tengah para kompetitornya?

Prinsip competitive analysis (infoanalytica.com)

 

Analisis komprehensif akan membantu perusahaan mengetahui strategi apa yang dibutuhkan untuk menguasai segmen marketnya. Selain bertujuan untuk memenangkan market, competitive analysis ini tentu sangat berperan penting untuk menghasilkan revenue lebih besar dibanding saat ini. 

Dimulai dari analisis kondisi kompetitor. Proses competitive analysis akan melangkah ke value proposition dan financial review untuk mengetahui kemampuan perusahaan. Apabila sudah, maka perusahaan pun akan didorong untuk berinovasi berdasarkan sumber daya yang dimilikinya saat ini. 

Proses ini akan diulang secara terus-menerus selama perusahaan tersebut masih hidup”. Proses analisis komprehensif dibutuhkan supaya laju” perusahaan sesuai jalurnya. Apabila berhasil mencapai kesuksesan, prinsip ini pun tetap dibutuhkan untuk melanggengkan” kesuksesan perusahaan.

BACA JUGA: Cara Berbisnis: Panduan Menemukan Target Market yang Pasti Mau Membeli Produk Anda

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation