Strategi Marketing Visual: Panduan Memvisualisasi Produk di Era Digital

Era digital membuat produk tidak cukup dibalut inovasi saja. Perihal tampilannya pun perlu diperhatikan.  Untuk memahami fenomena ini, saya kembalikan Anda ke topik soal content marketing. Secara statistik,...

62 0
62 0
Strategi Content Visual

Era digital membuat produk tidak cukup dibalut inovasi saja. Perihal tampilannya pun perlu diperhatikan. 

Untuk memahami fenomena ini, saya kembalikan Anda ke topik soal content marketing. Secara statistik, jenis konten visual (image, foto, video, dan sejenisnya) cenderung memperoleh respons positif dari pengguna media sosial. 

Statistik konten visual (slideshare.net/LillianDeJesus)

 

BACA JUGA: Melatih Kemampuan Membuat Visual Content Strategy

Fakta ini dipengaruhi oleh kemampuan otak bawaan manusia, di mana segala informasi yang diterimanya pasti akan di-convert” dalam bentuk visual. Maksud kata visual” di sini bukan hanya foto atau gambar saja, bisa jadi siluet atau bahkan bayangan. 

Pentingnya konten visual untuk online marketing (blog.kissmetrics.com)

 

Meski setiap indra memiliki kemampuan menangkap informasi dari berbagai rupa (suara, getaran, bau, rasa atau pengecap, visual), keseluruhan informasi akan diubah sedemikian rupa sehingga mampu divisualisasikan di memori. 

Misalnya: 

Bayangkan Anda sedang di belakang rumah. Merasakan sejuknya angin semilir, suara burung, hingga sedikit percikan air sungai. Secara otomatis, otak akan memvisualisasikan seluruh informasi di masa lalu” tersebut kan? Padahal, sejuknya angin, suara burung, hingga sentuhan dari percikan air dirasakan oleh indra peraba dan pendengaran. Namun, otak lebih mudah merespon permintaan akses masa lalu tersebut dalam rupa visual. 

Konten visual 60x lebih cepat diproses oleh otak dibanding teks (thenextweb.com)

 

Kondisi ini pun diperkuat oleh persentase penelitian, dimana 90% informasi yang ditrasmisi ke otak manusia berupa informasi visual. Alhasil otak pun lebih cepat 60.000kali saat merespon informasi visual dibanding teks. 

So, visualisasikan produk sebaik mungkin sehingga customer pun jadi tergoda mencoba produk baru Anda. Dengan cara:

 

1. Persiapkan Produk

Tahap persiapan ini meliputi proses pembuatan konsep hingga eksekusi nyata produk. Usahakan cover atau bentuknya cukup rapi dan nyaman di mata. Apabila produk disertai wadah, maka wadanya pun perlu dipoles dengan kemampuan design grafis supaya menarik hati. 

Bila tanpa wadah (dijual dalam rupa produknya langsung), maka usahakan pemilihan warna dan bentuknya cukup menarik. Apalagi kalau segmen Anda yaitu individu berusia 25 tahun ke ke bawah, maka perihal bungkus” atau penampilan luarnya harus semenarik mungkin. 

Contohnya produk es krim ini. Warna dan bentuknya sangat menggoda. Kalau sedang panas-panas di jalanan sambil menanti macet reda, makanan ini bikin nafsu memilikinya menjadi tinggi:

Visualisasi produk es krim (id.pinterest.com/pin/109493834663706152)

 

Beda lagi kalau produk membutuhkan bungkus, maka tampilan visual bungkusnya didesain selezat” mungkin sehingga calon customer membawanya pulang. Milsanya saja ini:

Food packaging (ifworlddesignguide.com)

 

Setelah bungkus dan/atau tampilannya sudah demikian, silahkan abadikan rupa produk tersebut dalam bentuk foto. 

 

2. Lighting, Style, Shoot!

Ambil smartphone atau kamera digital Anda. Ini saatnya memotret produk!

Aspek pencahayaan tidak boleh terlewat. Penvahayaan yang baik akan menghasilkan foto yang bagus pula. Hal ini akan membuat warna produk menjadi lebih hidup. Sebaliknya, kondisi minim cahaya menjadikan produk tak menarik. Meski penampilan fisik produk sangat baik. 

Di sisi lain, style dan shoot saat pemotretan pun tak boleh dilupakan. Teknik pemtretan seperti demikian akan menambah visual produk tampil maksimal. Khusus untuk pakaian, apakah Anda akan menggunakan patung peraga atau model?

Visual content on Instagram (slideshare.net/contentsparks)

 

Ketiga elemen ini diperlukan pula untuk digital marketing online. Bermodalkan foto produk yang berkelas, maka sosial media dan campaign jenis lainnya pun bisa menggunakannya sebagai content marketing. 

Pada akhirnya, memang seperti itulah tujuannya. Tampilan visual sengaja dibuat cantik” supaya calon customer mau mendatangi dan mencoba produk.

BACA JUGA: Berkenalan dengan Content Marketing Roadmap

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5, 6

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation