Content Marketing Rock Star: Panduan Membuat Konten yang Ramah di Mesin Pencari

Digital marketing akan terkait erat dengan content marketing. Ketidakcermatan memahami kondisi mesin pencari akan membuat konten tak mampu banyak bicara.  Di tahun 2016, search engine factor yang wajib...

344 0
344 0
Content Marketing

Digital marketing akan terkait erat dengan content marketing. Ketidakcermatan memahami kondisi mesin pencari akan membuat konten tak mampu banyak bicara. 

Di tahun 2016, search engine factor yang wajib diperhatikan sebanyak 12 item. Mulai dari soal distribusi link hingga domain age

Search engine factor 2016 (openumbrella.org)

 

Namun, di tahun 2017 ini sedikit ada perubahan. Bukan tentang kedua belas item tersebut, tapi lebih pada bagaimana pola konsumsi informasi di kalangan audience. Diketahui, sosial media menjadi salah satu sumber informasi paling dipercaya oleh audience.

Grafik sosial media sebagai sumber informasi (mediashift.org)

 

Hal tersebut berpengaruh langsung bagi sebuah situs atau blog. Social media menjadi sumber trafik baru untuk mendongkrak peringkatnya di mesin pencari. Namun, tidak semua jenis informasi akan memperoleh respon positif dari audience. Mereka hanya ingin mengunjungi dan menyebarluaskan konten yang ngena” baginya. Cara membuat content seperti demikian yaitu:

 

Content Still King

Substansi dari konten tetap yang utama. 

Modal pertama supaya audience mau merespon positif content marketing berdasarkan substansinya. Sepanjang content tersebut bernilai sesuatu” menurutnya, maka ia akan menyimak dan membagikannya ke kawan atau kenalannya. 

Nilai dari setiap content marketing ini beragam, baik berupa hiburan atau panduan menyelesaikan masalah. Yang pasti, jenis content marketing yang memiliki efektivitas tinggi yaitu content yang mengejutkan. Disusul selanjutnya yaitu konten yang menyenangkan. 

Persentase konsumsi konten (jeffbullas.com)

 

Sejauh ini, content marketing berpotensi tetap hidup” sampai beberapa tahun ke depan karena:

  • Kebutuhan audience akan informasi sangat tinggi
  • Jumlah informasi selalu beragam 
  • Pelaku industri digital (Facebook & Google) selalu bisa me-monitizing audience-nya
  • Pemimpin di segala bisnis digital mampu memproduksi content marketing yang semakin segar dan mendalam

Melihat kondisi seperti demikian, biasakan diri untuk menciptakan content yang:

  • Memiliki nilai informasi yang tinggi
  • Jumlah informasi di dalam topik yang dibahas selalu bertambah (tidak mengulang-ulang) informasi
  • Filter setiap topik yang akan dibuat. Hapus topik-topik yang sudah sering dibahas content lain
  • Cermati peluang memperoleh penghasilan dari setiap aktivitas audience 
  • Buat content yang variatif, dari sisi topik atau jenisnya

 

Content Landscape

Mesin pencari mengubah sedikit cara pandangnya terhadap suatu informasi. Apabila Anda menemukan sebuah informasi, maka penampilannya di mesin pencari menjadi seperti demikian:

Hasil pencarian mesin pencari terhadap sebuah topik (crazyegg.com/blog)

 

Hal ini berakibat pada sebagian besar teknik search engine marketing di saat ini. Persaingan menjadi yang nomer satu” pun semakin panas. Alasannya sederhana, potensi bagi mereka yang berada di peringkat pertama mesin pencari untuk di-klik dan/atau dikunjungi oleh audience cukup tinggi. 

Bukan hanya mesin pencari, beragam media sosial pun mulai membenahi pola pencarian sebuah informasi. Kondisi ini pun berimbas langsung pada hasil pencarian yang diperoleh audience. Facebook ditengarai menggunakan rumus ini sebagai pola news feed-nya:

Algoritma Facebook pada news feed (singlegrain.com)

BACA JUGA: 10 Fitur Tools Digital Marketing Facebook Insights yang Wajib Anda Gunakan

 

Berdasar kondisi demikian, maka usahakan untuk…

  • Berteman dengan mereka yang memiliki pengaruh besar pada segmennya. Jangan sungkan untuk berkolaborasi dengan mereka. 
  • Bingkai setiap content dengan judul yang menarik. Namun, bukan sekedar click bait saja. Penampilan judul harus disertai oleh substansi informasi yang bernilai. Jangan kecewakan mereka yang sudah masuk ke blog atau situs Anda. 
  • Tingkatkan intensitas berkirim pesan, melalui messaging atau bahkan email. Hindari melakukan hard selling. Tujuan berkirim pesan ini hanya sekedar mengingatkan kolega atau kenalan bahwa bisnis Anda masih ada dan siap melayani”.
  • Jalin hubungan secara offline (face to face). Dunia memang semakin memudahkan untuk berkomunikasi melalui berkirim pesan atau video streaming. Namun, hal tersebut terkadang tidak terlalu erat”. 

 

 

Source: 1, 2, 3, 4, 5

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation