Tata Cara Mendesain Produk yang Disukai Customer

Bisnis dimulai dari produk. Selama produk dibuat tanpa perhitungan matang, banyak hal yang bakal jadi korban.  Produk pun muncul bukan tanpa syarat. Idealnya, sebuah produk hadir untuk menyelesaikan...

1023 0
1023 0
Cara Mendesain Produk

Bisnis dimulai dari produk. Selama produk dibuat tanpa perhitungan matang, banyak hal yang bakal jadi korban. 

Produk pun muncul bukan tanpa syarat. Idealnya, sebuah produk hadir untuk menyelesaikan permasalahan customer. Problem solving istilahnya. Namun, itu salah satu bagian saja. Setidaknya, kesuksesan produk dipengaruhi oleh kualitas, kebutuhan dan keinginan customer, serta momentum pada market. 

Meski begitu, kesempatan memenangkan persaingan di dalam market tetap terbuka. Asalkan, Anda mau memakai beberapa tahap pembuatan produk terbaik, yaitu:

 

Business Strategy

Pertama-tama, beri tiga kata tanya kepada produk Anda yaitu Where, Who, dan Why.

Where. Tahap ini menekan setiap pelaku bisnis untuk mengidentifikasi kesempatan di tengah persaingan. Ya, persaingan merupakan hal wajar di dalam bisnis. Anda tidak perlu khawatir terlalu besar. Di tengah pertarungan antar pebisnis, apakah masih ada kesempatan untuk bermain di sana? Seberapa besar market-nya? Apabila potensi dan besaran market masih bisa diekplorasi, maka produk Anda bisa diteruskan kembali. 

Who. Selanjutnya, Anda perlu mencermati calon customer. Produk seperti apa yang ia butuhkan? Atau, produk dengan kriteria seperti apa yang sangat ia harap kedatangannya? Lakukan riset dan observasi untuk menentukannya. Value seperti apa yang membuat si customer pasti memakai produk Anda?

Why. Bagaimana Anda mendekati customer? Di bagian ini, Anda tidak bisa mengisinya dengan strategi marketing”. Bagian ini berbeda dengan hal tersebut. Why menuntut setiap pebisnis untuk melakukan networking. Siapakah pelaku bisnis lain yang akan Anda ajak kerja sama? Apabila Anda menjual produk minuman, maka bagian ini Anda isi dengan produsen botol, printing, dan lain-lain”. 

Seluruh elemen tersebut harus dilengkapi dengan seksama. Objektivitas dan kecermatan merupakan aspek yang tidak boleh ditinggalkan. Karena ini demi kesuksesan bisnis, usahakan dilalui semaksimal mungkin. 

BACA JUGA: Cara Berbisnis: Panduan Menemukan Target Market yang Pasti Mau Membeli Produk Anda

 

Experience Strategy

Di bagian ini, Anda dituntut menjadi pribadi yang kreatif. 

Setelah mengetahui ketiga elemen sebelumnya, Anda harus membuka pikiran kreatif. Potensi besar, pemahaman terhadap customer yang baik, serta koneksi yang luas belum tentu menyukseskan bisnis Anda. Perlu daya pikir kreatif sehingga melahirkan different value bagi bisnis Anda. 

Dua kata yang perlu dipertanyakan terhadap produk Anda yaitu How dan What.

How. Bagaimanakah cara membentuk produk sehingga mampu memenuhi kebutuhan calon customer? Misalnya, customer membutuhkan makananan sehat setiap pagi sebelum jam kantor. Makanan seperti apa yang akan Anda beri? Elemen ini mendorong pelaku bisnis untuk mengondisikan produk sesuai kebutuhan customer sekaligus memberi sentuhan tambahan” supaya customer mau membelinya. 

What. Berkaitan dengan bentuk nyata dari produk bisnis. Apabila How” masih memberi kesempatan kepada Anda untuk berkonsep, maka di sini adalah pembuktiannya. Konsep tersebut harus mampu diimplementasikan dalam bentuk nyata. Kreativitas sejatinya perlu melahirkan inovasi. Kreativitas yang tak mampu diubah jadi bentuk nyata, itu bernama ide nyeleneh”. Oleh sebab itu, produk apa yang akan Anda buat sekarang?

Dari dua elemen tadi, muncul 4 elemen lagi. Keempatnya memiliki peran masing-masing untuk mengondisikan ide Anda menjadi nyata. Namun syaratnya, semua itu dijalani dengan kejujuran dan kecermatan. 

Di artikel ini, saya sama sekali tidak memberi ilustrasi kepada Anda. Dikarenakan prinsip ini bersifat teoritis. Anda hanya perlu menyimak dan menyesuaikannya dengan rencana bisnis. Apabila sudah seluruh elemen tersebut berhasil Anda lengkapi, lanjutkan ke tahap penentuan:

  • Pillars
  • Principle

Kedua elemen di atas merupakan lanjutan dari artikel ini. Keduanya lebih condong ke desain produk secara fisik. Apabila dianalogikan, artikel ini sebagai konseptor sedangkan dua elemen lanjutan (Pillars & Principle) merupakan eksekutornya.

BACA JUGA: Cara Efektif Membuat Content Marketing Supaya Customer Mau Membeli Produk

 

 

 

Source: uxdesign.cc

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation