Cara Berbisnis: Panduan Menemukan Target Market yang Pasti Mau Membeli Produk Anda

Proses pemasaran menjadi terhenti tanpa target market yang pas. Ujung dari semua content marketing diproduksi yaitu target market atau target audience. Bagaimana bisa content marketing berstatus sukses jikalau...

86 0
86 0

Proses pemasaran menjadi terhenti tanpa target market yang pas. Ujung dari semua content marketing diproduksi yaitu target market atau target audience.

Bagaimana bisa content marketing berstatus sukses jikalau target market-nya saja masih ambigu”?

Pentingnya urusan ini tidak sebanding dengan perhatian pelaku bisnis sehingga mereka seringkali lupa dan/atau cenderung mengabaikan hal ini. Padahal, pemahaman terhadap target market menjadi kunci kesuksesan bisnis.

Pengaruh target market terhadap bisnis (courses.lumenlearning.com)

 

Selain itu, wawasan mengenai hal ini pun akan berimbas pada berbagai elemen di bisnis. Dari range harga, desain produk, pemilihan lokasi, hingga strategi pemasaran. Tanpa adanya kejelasan soal target market, bisnis akan mandek” di tengah jalan. So, berikut ini panduan menemukan target market yang sesuai dengan segmen bisnis Anda.

 

Demografi

Pertama-tama, ketahui gambaran kehidupan dari calon customer. Di saat pemilihan siap yang akan digambar”, cukup tunjuk mereka yang sesuaikan dengan produk atau service Anda terlebih dulu. Lalu, temukan informasi terkait:

  • Age
  • Location
  • Gender
  • Income
  • Education
  • Occupation
  • Ethnicity
  • Marital Status
  • Number of Children

Dari semua informasi tersebut, Anda bagi ke dalam dua kategorikan yaitu:

  • 2 core markers yaitu informasi yang mendeskripsikan core market, dan
  • 1 3 secondary markers berupa data di luar core market.

Apabila Anda masih bingung memakai seluruh informasi tersebut, saya beri sedikit panduan memakai seluruh data tersebut.

Soal core markers. Istilah ini menandakan bahwa data yang masuk ke dalamnya adalah data inti dan beririsan langsung dengan bisnis Anda. Misalnya, Anda membuat coffee shop. Maka, core markers-nya yaitu age dan location (Anda bisa memilih data lainnya). Sedangkan secondary markers bisa berupa: jumlah anak yang dimiliki, status pernikahan, dan education.

Berdasar informasi tersebut, langkah Anda dalam menemukan target market sangatlah mudah. Caranya? Buka moz.com/followerwonk, selanjutnya masukkan informasi core markers ke dalam kolom yang tersedia. Maka, hasilnya setidaknya akan seperti ini:

Hasil pencarian dari Followerwonk (moz.com/followermonk)

 

Berdasar cara ini, Anda bisa menemukan siapa saja yang berhubungan langsung” dengan core marker dan informasi apa saja yang sering ia tulis atau bagi di akun media sosialnya. Kalau mau semakin akurat lagi, Anda bisa meriset siapa follower atau bahkan following-nya.

 

Psychographics

Kedua, dapatkan informasi mengenai kenapa target market harus membeli produk Anda”. Data yang Anda butuhkan yaitu:

  • Personality
  • Attitudes
  • Values
  • Interests/hobbies
  • Lifestyle
  • Behavior

Seluruh data ini bertujuan supaya produk atau service bisnis mampu beradaptasi dengan kebutuhan, keinginan, bahkan harapan audience. Sehingga, si calon customer itu pun akan tertarik untuk berkenalan atau bahkan mencoba produk Anda.

Ambil contoh produk dari perusahaan Apple. Mereka mengubah desain produk menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Meski ada sedikit perubahan dari sisi fitur”, tetapi hal tersebut tidak begitu kentara. Lihat bagian fisiknya, maka Anda akan menyadari perubahan yang terjadi:

Perubahan desain iPhone dari waktu ke waktu (crazyegg.com/blog)

BACA JUGA: 3 Cara Promosi Bisnis di Media Sosial yang Sering Terlupakan

 

Dapat disimpulkan bahwa informasi psychographic ini akan membantu bisnis untuk:

  • Melihat tren atau perkembangan yang sedang terjadi di kalangan customer
  • Mengetahui kepribadian dan nilai yang dipercayai atau dianggap ideal oleh customer
  • Diterima oleh customer dengan tangan terbuka

Proses menemukan target market atau calon customer bukanlah hal yang sulit. Selama konsep bisnis sudah jelas, maka secara otomatis Anda akan digiring oleh situasi dan kondisi ke lingkungan calon customer. Asalkan, Anda mau terus mencoba dan menganalisis setiap usaha. 

Ini soal bisnis. Siapa yang cepat menemukan target market, merekalah penguasa market tersebut.

 

Source: 1, 2, 3

Image: Pexels.

In this article

Join the Conversation