Digital Marketing Campaign: Keuntungan Mengadakan Loyalty Reward

Demi membangun basis customer yang kuat dibutuhkan strategi khusus, salah satunya berupa loyalty reward.  Program loyalty reward merupakan usaha penghargaan yang diberi oleh pemilik bisnis bagi customer setianya....

514 0
514 0
Digital marketing campaign: customer loyalty

Demi membangun basis customer yang kuat dibutuhkan strategi khusus, salah satunya berupa loyalty reward

Program loyalty reward merupakan usaha penghargaan yang diberi oleh pemilik bisnis bagi customer setianya. Umumnya, loyalty reward diberikan kepada customer dengan instensitas pembelian cukup tinggi terhadap produk atau service pencetus program loyalty reward.

Bentuk dari loyalty reward ini sangat beragam. Traveloka misalnya, ia membuat loyalty reward dengan sistem point. Dan, jumlah point tertentu bisa ditukar dengan diskon di transaksi selanjutnya. 

Loyalty reward Traveloka (id.techinasia.com)

 

BACA JUGA: Menciptakan Digital Marketing Campaign yang Pasti Sukses di Tahun 2017

 

Selain Traveloka, masih ada beberapa pelaku industri digital lain yang memakai program loyalty reward, misalnya:

  • Go-Jek dengan sistem point (serupa Traveloka)
  • Blibli berupa point (serupa Traveloka)
  • Tokopedia dalam bentuk cashback
  • Airasia dengan bentuk point
  • Dan, masih banyak jenis lainnya.

Lalu, apa keuntungan program loyalty reward sehingga pebisnis gemar menggunakannya? 

 

Repeat Sales

Loyalty reward secara langsung akan menarik customer untuk melakukan pembelian ulang. Atau bisa dikatakan, customer akan dipaksa” membeli ulang berkat loyalty reward

Misalnya:

Seorang customer membeli produk A. Berkat pembelian produk A tersebut, si customer memperoleh 100 point yang bisa digunakan di transaksi sebelumnya. 100 point tersebut senilai dengan 100ribu. Bonus point hanya berlaku dengan minimal order 200ribu dalm satu nomer transaksi.

Apa yang dilakukan oleh customer? Customer cenderung melakukan pembelian ulang sangat besar. 

Untuk memastikan bahwa customer mau melakukan pembelian ulang, gunakan strategi:

  • 360 degree engagement
  • customer winback
  • habit forming

Ketiga taktik tersebut sangat berperan penting supaya program loyalty yang dibuat mampu menarik minat customer sehingga ia mau mengeluarkan uang untuk membeli produk atau service Anda. 

 

Average Order Value

Loyalty reward tidak hanya meningkatkan intensitas belanja customer. Lebih dari itu, nominal yang dikeluarkan oleh customer pun jadi lebih besar. 

Value atau nilai belanja menjadi penanda seberapa antusiasme customer terhadap produk atau service Anda. 

Misalnya:

Andi membeli produk B seilai 500ribu di outlet XD. Outlet XD memberi voucher diskon keapada B. Voucher tersebut senilai 250ribu dengan syarat, Andi harus melakukan transaksi (belanja) senilai 750ribu. Dan, voucher hanya berlaku 2x24jam. 

Berdasar sampel di atas, Andi perlu mengeluarkan dana sebesar 500ribu lagi untuk menebus voucher senilai 250ribu. Artinya, apabila Andi memakai voucher itu, maka total transaksi yang telah ia lakukan di outlet XD sebesar: 500ribu + 500ribu, total: 1juta. 

Supaya memperoleh hasil yang signifikan, Anda lakukan A/B test nominal mengenai voucher dan minimal order selanjutnya.

 

Lower Acquisition Cost

Voucher yang berlimbah akan mengurangi biaya customer acquisition bisnis. Kok bisa? Skema loyalty reward sangat banyak, bukan berupa voucher potongan diskon saja. Bisa pula dalam bentuk point. 

Kombinasikan loyalty reward dengan skema referral program. Dimana si customer yang mau mengundang customer lain” berbelanja akan memperoleh sejumlah poin tertentu. Dan, poin ini bisa ditukar dengan produk atau voucher dengan nilai tertentu. 

Teknik ini sudah sering ditemui dan terbukti mampu meningkatkan jumlah customer tanpa perlu mengeluarkan biaya pemasaran digital yang besar. Anda hanya butuh sebuah tools untuk memonitor link referral yang disebarkan oleh customer

Skema referral program (involve.asia)

 

Ketiga benefit ini hanyalah puzzle kecil dari keseluruhan manfaat yang sudah dirasakan pebisnis terkait loyalty reward.

Meski cukup menggiurkan dari sisi nilai belanja customer dan penghematan biasa akuisisi pelanggan, faktor kualitas produk pun perlu diperhatikan. Si customer akan kembali membeli produk atau service Anda bila kualitasnya sesuai ekspektasi. Apabila tidak, mau dipaksa si customer pun cenderung enggan berbelanja kembali. 

 

 

Source: 1, 2, 3

Image: Pexels

In this article

Join the Conversation